Tampilkan postingan dengan label Manajemen Agribisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Agribisnis. Tampilkan semua postingan

Judul-Judul Tesis / Skripsi PERTANIAN AGRIBISNIS, AGRONOMI, PETERNAKAN

  1. Upaya Menentukan Ukuran Bisnis Antara Pabrik Gula Dan Petani Melalui Perhitungan Rendemen Dengan Metode Faktor Rendemen, Faktor Overall Recovery Dan Faktor Kristal
  2. Analisi Marjin Pemasaran Gabah di Kabupaten …
  3. Analisis Daya Dukung Saluran Distribusi Terhadap Marjin Penjualan Gula Lokal Di Malang Raya (Penelitian Pada Produsen, Pedagang Besar, Grosir, Pengecer Di …
  4. Analisa Nilai Tambah Agroindustri Sirup Markisa
  5. Dampak Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Terhadap Konsumsi Pangan dan Non Pangan Mahasiswa
  6. Tingkat Adopsi Petani Dalam Program Pola Kemitraan Komoditi Kapas” (Studi kasus PT. Nusafarm Intiland corp Indonesia dengan petani kapas di Kecamatan Wongsorejo Kabupaten ...)
  7. Analisis Margin Pemasaran dan Nilai Tambah Penyulingan Nilam di Kecamatan ... Kabupaten ...
  8. Analisis Permintaan Kedelai Indonesia
  9. Kajian Pengembangan Kawasan Agropolitan Sebagai Pendekatan Wilayah Dan Pemberdayaan Masyarakat Kota ...
  10. Strategi Pemasaran Buah Jeruk Keprok (Citrus Nobilis L) Lokal (Studi Kasus di Kecamatan ... Kotamadya ...)
  11. Studi Gender Pada Pabrik Rokok Sumber Redjeki (Studi Kasus Pada Pabrik Rokok Sumber Redjeki)
  12. “Analisis Finansial Dan Strategi Pengembangan Agroindustri Kerajinan Tangan di UD. Bambu Klasik ...”
  13. Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Disiplin dan Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Perusahaan Tenun
  14. Potensi Pengembangan Usaha Pengolahan Ubi Jalar di Kabupaten dan Kota Malang
  15. Pola Kemitraan Antara Petani Tebu Dengan Pabrik Gula Asembagus (Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ...)
  16. Analisa Pendapatan Usahatani dan Persepsi Petani pada Bawang Merah Organik”. (Studi kasus di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto).
  17. Peranan Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani di Kecamatan ... Kota ...
  18. Sikap Ibu Rumah Tangga Pedesaan Terhadap Tanaman Obat Keluarga (TOGA) (Study Kasus di Desa Trasak Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan
  19. Analisis Usaha pada Industri Kecil ‘Tembakau Campur’ ( Studi Kasus di Kelurahan ... Kecamatan ... Kabupaten ...)
  20. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluaran Biaya Jasa Telekomunikasi Pada Kerajinan Kayu Jati ...
  21. Strategi Pemasaran Minyak Atsiri Di Kecamatan ... Kabupaten ...
  22. Analisis Curahan Tenaga Kerja Wanita Tani (studi kasus pada wanita tani di Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu)
  23. Analisis Pemasaran Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) (Studi Kasus Desa ... Kecamatan ...Kabupaten ...).
  24. Motivasi Petani Dalam Menabung Di Bank (Studi Kasus Petani Penabung Di Bri Unit ...)
  25. Dampak Berdirinya Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis jacq) PT. Mustika Sembuluh Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitarnya (Studi di Desa ... Damar Kecamatan, ... Kabupaten ...)
  26. Analisis Strategi Pemasaran Pabrik Tahu Sukun ...
  27. Strategi Pengelolaan Hutan Dengan Paradigma Community Based Forest Management (Cbfm) Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Sekitar Hutan Di Kabupaten ... (Studi Kasus Di ...
  28. Evaluasi Kebijakan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (Gn Rhl) Di Kabupaten …,
  29. Evaluasi Pola Kemitraan Usaha Ternak Sapi Perah (Studi Pada Koperasi Kelompok Tani …
  30. Analisis Pendapatan Petani Bawang Merah Sistem Pengendalian Hama Terpadu Di Kabupaten ... Studi Kasus Tentang Penggunaan Lampu Perangkap Hama Pada Tanaman Bawang Merah Di Kabupaten …
  31. Analisis Program Bongkar Ratoon Tanaman Tebu Untuk Akselerasi Peningkatan Produktivitas Gula (Studi Di Pg. Tjoekir Kabupaten …
  32. Analisis Daya Saing Komoditas Bawang Merah Di Kabuapaten .... (Tinjauan Keunggulan Komparatif Dan Keunggulan Kompetitif Di Daerah Sentra Produksi, Desa ...
  33. Strategi Pengembangan Usaha Industri Tahu (Studi Kasus Di Kecamatan …
  34. Analisis Strategi Pengembangan Pertanian Melalui Penerapan Teknologi Pengendalian Hama Terpadu ( Pht ) Padi Di Kabupaten …
  35. Strategi Pengembangan Agribisnis Salak Di Kabupaten …
  36. Strategi Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (Gerhan) Dalam Rangka Penanggulangan Bencana Alam Di Kabupaten …
  37. Strategi Pembangunan Pada Sektor Industri Pengolahan Hasil Pertanian Dan Hutan Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Di Kabupaten …
  38. Strategi Pengembangan Hutan Rakyat Dalam Rangka Pelaksanaan Gerakan Nasonal Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (Gn-Rhl) Di Kabupaten …
  39. Strategi Pengembangan Agribisnis Pindang Bandeng Pada Industri Skala Rumah Tangga Di Kota …
  40. Strategi Penyediaan Semen Beku Sapi Balai Inseminasi Buatan Di … Dan Implemantasinya Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Semen Beku
  41. Strategi Pengembangan Agribisnis Kambing Peranakan Etawa Di Kecamatan …
  42. Strategi Pengembangan Agroindustri Kurmelo Di Kecamatan …
  43. Strategi Pengembangan Agribisnis Lebah Madu Di Kecamatan …
  44. Strategi Sistem Agribisnis Daging Di Jabotabek (Kasus Penggemukan Sapi Pt. Sinar Katel Perkasa)
  45. Analisi Strategi Bisnis Perusahaan Daerah Perkebunan … Di Kabupaten …
  46. Evaluasi Pengembalian Kredit Usaha Tani. Penelitian Tentang Evaluasi Pengembalian Kredit Usaha Tani (Kut) Tahun Pengadaan 1998-1999 Dari Petani Ke Executing Agent Dilakukan Di Kabupaten …
  47. Analisis Kelayakan Dan Sensitivitas Usaha Tani Komoditas Manggis
  48. Analisis Usahatani Padi Pada Saluran Pemasaran Yang Melalui KUD dan Non KUD
  49. Strategi Pengembangan Tanaman Mindi (Melia Azederach L) Dengan Pola Agribisnis Hutan Rakyat (Studi Di Kecamatan … Kabupaten …
  50. Analisa Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Agroindustri Bakpao Telo di Home Industri LESTARI Malang
  51. Faktor-Faktor Keberhasilan Proyek Pidra (Participatory Integrated Develompent In Rainfed Areas) Dalam Bidang Sosial Ekonomi Masyarakat Pedesaan Di Kecamatan … Kabupaten …
  52. Analisa Sosial Ekonomi Program Pengembangan Sapi Potong Dengan Sistem Gaduhan “ ( Study Di Kecamatan …
  53. Analisis Nilai Tambah Pemasaran Produk Ayam Pedaging Di …
  54. Pengambangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis Di Kecamatan … Kabupaten …
  55. Strategi Menuju Pertanian Berkelanjutan Di Kabupaten … (Studi Kasus Pertanian Tanaman Padi Bebas Pestisida Di Desa …
  56. Analisis Saluran Dan Marjin Pemasaran Brondong Jagung Di Perusahaan …
  57. Analisis Penggunaan Faktor Produksi Pupuk Organik Bokashi Terhadap Produksi Dan Pendapatan Usahatani Padi (Studi Kasus Di Kecamatan … Kabupaten …
  58. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Curahan Jam Kerja Rumah Tangga Petani Di Sektor Informal ( Studi Kasus Di Desa …
  59. Analisis Pemasaran Blimbing Karangsari Kecamatan … Kota …
  60. Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri Kecil Gula Merah Di Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ...
  61. Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Berbelanja Di Pasar Sayur … Kabupaten …
  62. Strategi Perluasan Budidaya Tanaman Padi Untuk Stabilitas Ketahanan Pangan Di Kabupaten …
  63. Analisis Pengaruh Proyek Peningkatan Mutu Intensifikasi (Pmi) Terhadap Produksi Dan Pendapatan Usahatani Padi Di Kabupaten …
  64. Strategi Pembangunan Pertanian Tanaman Bawang Merah Di Kabupaten …
  65. Partisipasi Masyarakat Dalam Kegiatan Operasi Dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi
  66. Analisis Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Penyuluh Pertanian Pada Bipp-Kp Kabupaten …
  67. Trend produksi usaha pupuk enceng gondok di pt. Maharani lamongan
  68. Strategi Peningkatan Mentalitas Kewirausahaan (Studi Kajian Tentang Mentalitas Kewirausahaan Di Kota …
  69. Strategi Pengembangan Model Penyuluhan Pertanian Klinik Konsultasi Agribisnis Di Bpp-Kp …Kabupaten …
  70. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Untuk Membeli Benih Cabe Besar Merk Panah Merah Di Wilayah Kabupaten …
  71. Analisis Kelembagaan Dan Produktivitas Usahatani Padi Pada Sistem Irigasi …
  72. Evaluasi Dan Strategi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Melalui Bantuan Pinjaman Langsung Masyarakat Di Kecamatan … Kabupaten …
  73. Analisis Pendapatan dan Efisiensi Gula Merah di Desa Dukuh Kec. Ngadiluwih Kab. …
  74. Analisis Komparatif Pendapatan Petani Bawang Merah Sistem Tanam Bibit Dari Biji (Royal Selections) Dengan Sistem Tanam Bibit Dari Umbi Di Kabupaten …
  75. Strategi Konservasi Dan Rehabilitasi Lahan Di Sub Daerah Aliran Sungai Pekalen Wilayah Kabupaten …
  76. “Implementasi Program Akselerasi Peningkatan Produktifitas Gula Nasional Terhadap Strategi Pengembangan Agribisnis Pergulaan”. (Studi Di Wilayah Kerja Pabrik Gula Wonolangan, ...
  77. Analisis Biaya Produksi Usaha Peternakan Sapi Perah Pada Perusahaan Susu Anugerah Di Kecamatan . ...
  78. Analisa Resiko Finansial Usaha Peternakan Ayam Pedaging Pada Peternak Plasma Kemitraan Kud “Sari Bumi” Di Kecamatan … Kabupaten …
  79. Analisis Usaha Kemitraan Ayam Pedaging Di Pt. Surya Gemilang Pratama …
  80. Analisa Total Quality Management Dan Kinerja Koperasi Persusuan (Studi Kasus Di Koperasi “Sae” Kec…. Kab. …
  81. Analisis Profitabilitas Usaha Peternakan Ayam Petelur Di … Dan … Kecamatan … Kabupaten …
  82. Analisis Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Dan Implikasinya Terhadap Volume Penjualan Pada Perusahaan Susu Anugrah Di Desa … Kecamatan …
  83. Analisis Pola Kemitraan Budidaya Ayam Pedaging Pada Kud ”Sari Bumi” … Kabupaten …
  84. Analisis Kinerja Jalur Pemasaran Dan Prospek Pasar Susu Kambing (Studi Di Agriculture Technical Mission Republic Of China)
  85. Analisis Usaha Padi Sawah Dengan Menggunakan Urea Tablet Studi Di Desa …r Kecamatan … Kabupaten …
  86. Strategi Pengembangan Dan Analisis Pendapatan Agroindustri Gula Semut
  87. Analisis Nilai Tambah, Efisiensi dan Saluran Pemasaran Agroindustri Emping Melinjo di Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar
  88. Analisis Fluktuasi Harga Pisang Agung Produksi Kecamatan ... Kabupaten ...
  89. Pengaruh Pola Kemitaan Pt Bisi Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani Cabai
  90. Dampak Cooperative Farming Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani (Studi Kasus Di Desa … Kecamatan … Kabupaten …
  91. Analisis Kinerja Program Pembelian Gabah Oleh Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan Di Kabupaten ...
  92. Pengaruh Motivasi Terhadap Perilaku Kerja Petani Tebu (Studi di Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri
  93. Analisis Strategi Pemberdayaan Masyarakat Agribisnis Melalui Penguatan Modal Usaha Kelompok Tani Di Kabupaten Blitar
  94. Analisa Perbandingan Pendapatan Petani Kedelai Anggota APKKI dan Non-Anggota APKKI” (Studi Kasus di Kecamatan Pilang Kenceng Kabupaten Madiun)
  95. Analisis Usaha Pada Pengolahan Produk Gula Kacang” (studi kasus di desa takeran kec. Takeran kab. Magetan).
  96. Analisis Komparasi Usaha Tani Tebu Dengan Aplikasi Pupuk “Organik” Dan Pupuk An-Organik
  97. Analisis Komparasi Usaha Pengolahan Sari Apel di CV Bromo Semeru dan CV Nusa Agro Industri Kota Batu
  98. Analisis Usaha Penggemukan Ternak Sapi Potong Hasil Inseminasi Buatan Studi di Kecamatan ... Kabupaten ...
  99. Penggunaan Power Thresher dalam Upaya Memperoleh Nilai Tambah Hasil Panen Padi Sawah ( Studi di Kelurahan ... Kecamatan ... Kabupaten ...)
  100. Analisis Efisiensi Usahatani Jagung ( Zea Mays L ) dengan Menggunakan Benih Hibrida ( Studi di Desa ... Kecamatan ...Kabupaten ...)
  101. Analisis Usaha Ternak Domba Ekor Gemuk Studi Dengan Menggunakan Pakan Konsentrat di Desa ...Kecamatan ... Kabupaten ...
  102. Analisis Efisiensi Usahatani Tanaman Sengon Laut (Albazia falcataria) (Studi di Desa ...Kecamatan ... Kabupaten ...)
  103. Analisis Kinerja Pemasaran Tanaman Jati (Tectona grandis Linn) (Studi Pemasaran Tanaman Jati di Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ... )
  104. Strategi Pengembangan Agroindustri Minyak Kenanga ( Canangium odoratum ) ( Studi Kasus Agroindustri Rumah Tangga Minyak Kenanga di Desa ...Kecamatan ... Kabupaten ... )
  105. Peranan Kelompok Tani Pelestari Sumberdaya Alam Dalam Konservasi Dan Pemanfaatan Hutan (Studi di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang)
  106. Mempelajari Kelayakan Usahatani Pembibitan Sengon (Albizia Falcataria) (Studi Kasus Di Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo)
  107. Strategi Pengembangan Agribisnis kopi arabika di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan
  108. Strategi Pengembangan Usaha Jamur Merang Pada Kelompok Tani Mancilan Purworejo Pasuruan
  109. Strategi Pengembangan Unit Usaha Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (Upja) Dalam Pendayagunaan Alat Mesin Pertanian
  110. Analisis Faktor-faktor Produksi Yang Mempengaruhi Tingkat Produksi Usahatani Kubis ” (study kasus di desa Pakel Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung)
  111. Evaluasi Kinerja Proyek Pemberdayaan Petani dan Agribisnis (PPA 2001) dengan Pola Bantuan Langsung Masyarakat
  112. Analisis Perbedaan Pendapatan Petani Sistim Tanam Tabela Dengan Sistim Tanam Pindah Di Kabupaten Bangkalan

Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis Di Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman DIY


Penelitian dengan judul Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis di kecamatan Prambanan kabupaten Sleman propinsi Daerah Istimewa ..., bertujuan untuk mengetahui prospek pengembangan perdesaan berbasis agribisnis dan mengetahui faktor-faktor penghambat dan faktor-faktor pendorong baik secara internal maupun eksternal.Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif evaluatif, yang dilakukan dengan cara studi kasus. Sampel ditarik secara random untuk menentukan populasi sampel responden diambil dari unsur stakeholders pelaku agribisnis. Data diambil dengan cara observasi, studi pustaka, wawancara, indepth dan forum group discusion. Metode analisa kwalitatif dengan alat SWOT untuk menentukan strategi yang dikaji dari kekuatan – kelemahan, peluang – ancaman.

Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis di kecamatan Prambanan kabupaten Sleman peluang dan kekuatan memiliki nilai positif yang tinggi dibanding dengan kelemahan dan ancaman. Dengan demikian penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa Pengambangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis memiliki prospek yang cukup baik karena didukung oleh faktor tarnsportasi, pariwisata, kesadaran dari potensi SDM dan injeksi dari luar.
Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan untuk meningkatkan jalinan kerjasama antar stakeholders guna membangun jaringan pelaku injeksi yang senantiasa mampu melahirkan KSP-KSP baru untuk meningkatkan PADS.

Analisis Pemasaran Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) (Studi Kasus Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ...


Dalam rangka menghadapi persaingan golobal yang semakin kompetitif, pemasaran mempunyai peranan penting dalam meningkatkan daya saing produk. Pemasaran sebagai salah satu kegiatan agribisnis merupakan pilihan strategis pengembngan pertanian yang cukup strategis, karena hampir 70% penduduk Indonesia hidup dari sektor pertanianTanaman Nilam (Pogos cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang sangat penting bagi Indonesia, karena minyak yang dihasilkan merupakan komoditas ekspor yang cukup mendatangkan devisa Negara. Sebagai salah satu komoditas ekspor minyak nilam mempunyai prospek pasar yang sangat baik, karena dibutuhkan secara kontinyu dalam industri kosmetik, parfum, sabun dan lain-lain.
Perumusan masalah yang ingin diteliti dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana saluran pemasaran dan distribusi margin tanaman nilam, (2) Bagaimana fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan dan keuntungan yang diperole masing-masing lembaga pemasaran tanaman nilam, (3) Bagaimana integrasi pasar vertikal harga yang terjdi di Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ..., (4) Berapakah elastisitas transmisi harga tanaman nilam.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui saluran pemasaran dan distribusi margin tanaman nilam, (2) Untuk mengetahui fungsi-fungsi pemasaran dan keuntungan yang diperole masing-masing lembaga pemasaran tanaman nilam, (3) Untuk mengetahui integrasi pasar vertical yang terjadi di Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ..., (4) Untuk mengetahui elastisitas transmisi harga tanaman nilam.
Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) yang didasarkan atas pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu daerah sentra produksi tanaman nilam yaitu di Desa ... Kecamatan ... Kabupaten .... Responden adalah petani, pedangang tengkulak, pedagang besar dan penyuling.
Dalam penelitian ini jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperole langsung dari responden dengan jalan wawancara serta melakaukan pengatan lansung di lokasi penelitian. Sedangkan data sekunder di perole dari publikasi atau pustaka-pustakla instansi-instasi terkait yang dapat menunjang penelitian antara lain data monografi desa dan lainnya. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif dan analisis inferensia. Analisis deskriptif yaitu analisis data dengan menggambarkan kondisi atau profil Desa ..., fungsi-fungsi pemasaran dan lembaga-lembaga pemasaran yang turut serta dalam pemasaran tanaman nilam, sedangkan Analisis inferensia yaitu analisis data secara kuantitatif yang terdiri dari analisis margin pemasaran, distribusi margin pemasaran, share harga, keuntungan lembaga pemasaran, integrasi pasara vertikal dan elastisitas transmisi harga.
Hasil penelitian diperole bahwa terdapat dua saluran pemasaran di daerah peneliatian yaitu : 1) Petani – Pedagang Tengkulak – Pedagang Besar – Penyuling, 2) Petani – Pedagang Besar – Penyuling. Margin pemasaran dan share harga yang didapatkan bahwa pada saluran pemasaran pertama margin pemasaran yang didapatkan Rp 3.218,- per Kg dan share yang diterima petani (farmer’s share) sebesar 6,72 %. Pada saluran pemasaran ke dua didapatkan margin pemasaran sebesar Rp 2.984,- per Kg dan share yang diterima petani (farmer’s share) 9,82 %. Pada analisis integrasi vertikal, pada saluran pemasaran pertama antara petani dan tengkulak didapatkan nilai b sebesar 0,902 lebih kecil dari satu, maka terjadi monopoli penjualan antara petani dan tengkulak. Pada tengkulak dan pedagang besar didapatkan nilai b sebesar 1,029 lebih besar dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara tengkulak dan pedagang besar, sedangkan pada pedagang besar dan penyuling didapatkan nilai b sebesar 2,418 lebih besar dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara pedagang besar dan penyuling. Pada saluran pemasaran II integrasi pasar yang terjadi antara petani dan pedagang besar didapatkan nilai b sebesar 1,167 lebih dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara petani dan pedagang besar, dan pada pedagang besar dan penyuling didapatkan nilai b sebesar 1,058 lebih dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara pedagang besar dan penyuling.
Pada analisis elastisitas transmisi harga pada saluran pemasaran pertama natara petani (Pf) dan penyuling (Pr), diketahui fungsi harga pada penyuling Pr=2929,710+2,243Pf, maka didapatkan Elastisitas Transmisi harga (Et) sebesar 0,13. Pada analisis elastisitas transmisi harga pada saluran pemasaran kedua natara petani (Pf) dan penyuling (Pr), diketahui fungsi harga pada penyuling Pr=2563,292+2,295Pf, maka didapatkan Elastisitas Transmisi harga (Et) sebesar 2, 56.

Analisa Sosial Ekonomi Program Pengembangan Sapi Potong Dengan Sistem Gaduhan Di Kecamatan ... Kabupaten ...


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku petani ternak penggaduh dalam menjalankan usaha taninya dan mengetahui pengaruh faktor–faktor sosial ekonomi terhadap pendapatan peternak penggaduh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi Pemerintah sebagai bahan penentu kebijakan dalam melaksanakan pola kerja sama dengan petani ternak penggaduh sapi potong Kereman.Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan sengaja (purposive). Pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode acak sederhana (Simple Random Sampling) sebagak 45 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data yang terkumpul dianalisa secara Regresi Korelasi dengan dilakukan pengujian Koefisien Korelasi serta uji terhadap Koefisien garis Regresi dengan bantuan analisis berganda yang terdapat pada program SPSS for Windows.
Faktor – faktor sosial ekonomi yang terdiri dari tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga dan terhadap pendapatan peternak berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan peternak sapi potong, sehingga peningkatan faktor sosial ekonomi tersebut akan langsung berpengaruh terhadap pendapatan peternak. Dari hasil analisis statistik didapatkan model regresi Y = 206588,35 + 41000,546X1 +84985,772X2 + 21296,774X3 dengan angka signifikan untuk seluruh variabel independent yang dimasukkan dibawah 0,05. Oleh karena itu ketiga variabel tersebut secara bersama – sama berpengaruh terhadap dependent variabel yaitu pendapatan peternak, sehingga untuk memprediksi besarnya pendapatan peternak dapat menggunakan model Regresi tersebut.
Hasil studi ini menyarankan untuk meningkatkan pendapatan peternak sapi Kereman sistem gaduhan, maka faktor-faktor sosial ekonomi yang melekat pada diri peternak juga harus ditingkatkan. Perlu adanya penyuluhan tentang usaha sapi potong Kereman beserta demonstrasi plot (Demplot) guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak sehingga transfer teknologi dapat diserap langsung khususnya oleh peternak yang kurang berpengalaman.

Faktor-Faktor Keberhasilan Proyek Pidra (Participatory Integrated Develompent In Rainfed Areas) Dalam Bidang Sosial Ekonomi Masyarakat Pedesaan Di Kec


Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang sosial ekonomi masyarakat pedesaan di kecamatan Kademangan Kabupaten .... 2) Untuk mengetahui variable bebas mana yang dominan mempengaruhi keberhasilan Proyek PIDRA dalam bidang sosial ekonomi masyarakat pedesaan di kecamatan Kademangan Kabupaten ..Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan explanatory research dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara stratified random sampling. Teknik pengambilan data yaitu dengan angket, wawancara, survei dan dokumenter. sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Variabel predictor yang terdiri dari Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten .... Analisis regresi linier yang digunakan menunjukkan bahwa indikator - indikator dari variabel predictor ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten .... 2) Kontribusi dari Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan menunjukkan bahwa 66.1% mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA. Temuan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan dari Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan memberi arti penting bagi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten .... 3) Penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten ... dipengaruhi oleh hal-hal yang berkaitan dengan Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan . Hasil kontribusi variabel predictor terhadap keberhasilan proyek sebesar 66.1% hal ini menunjukkan bahwa masih ada faktor lain disamping faktor tersebut diatas yang mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten ....

“Analisa Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Agroindustri Bakpao Telo di Home Industri LESTARI ...”


Komoditi pertanian pada umumnya dihasilkan sebagai bahan mentah dan mudah rusak, sehingga perlu langsung dikonsumsi atau diolah terlebih dahulu. Proses pengolahan ini dapat meningkatkan guna bentuk komoditi-komoditi pertanian. Dalam menciptakan guna bentuk ini dibutuhkan biaya pengolahanKesediaan konsumen membayar harga output agroindustri pada harga yang relatif tinggi merupakan insentif bagi perusahaan-perusahaan pengolahan untuk menghasilkan output agroindustri. Salah satu konsep yang sering digunakan untuk membahas pengolahan hasil pertanian ini adalah nilai tambah.
Usaha-usaha pengembangan pertanian yang mengarah pada kegiatan agroindustri pertanian yaitu pengolahan hasil pertanian menjadi bahan makanan meliputi usaha yang mengolah bahan baku pertanian menjadi komoditi yang secara ekonomis memberikan nilai tambah yang cukup tinggi seperti pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo misalnya. Bakpao telo merupakan suatu bentuk pengolahan dari ubi jalar yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ubi jalar.
Untuk meningkatkan konsumsi ubi jalar di Indonesia, penganekaragaman pengolahan ubi jalar kiranya masih perlu ditingkatkan. Home industri “LESTARI” adalah salah satu usaha agroindustri yang bergerak dalam pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo, dimana hasil pengolahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dari ubi jalar itu sendiri dan menunjukkan bahwa industri pengolahan ubi jalar tersebut layak untuk diusahakan.
Permasalahan penelitian ini antara lain apakah pengembangan agroindustri bakpao telo di Home Industri “Lestari” sudah layak secara finansial, dan seberapa besar nilai tambah yang tercipta dari pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan bakpao telo, mengetahui besarnya nilai tambah yang tercipta dari pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo, dan mengetahui kelayakan usaha bakpao telo.
Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja, yaitu di home industri “Lestari” .... Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode wawancara, observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari perpustakaan dan instansi terkait yang berhubungan dengan penelitian ini serta hasil penelitian terdahulu.
Metode analisa data yang digunakan adalah analisa kuantitatif yang meliputi analisa biaya dan pendapatan, analisa efisiensi usaha, analisa nilai tambah, dan analisa kelayakan usaha.
Dari penerimaan selama 1 bulan (Rp. 14.400.000,-) dikurangi dengan total biaya yang dikeluarkan selama 24x proses produksi (Rp.5.783.083,-) maka akan didapatkan keuntungan usaha sebesar Rp. 8.616.917,-. Dilihat dari skala industri yang tergolong industri rumah tangga (kecil), maka dapat dikatakan bahwa usaha bakpao telo “Lestari” sangat menguntungkan.
Hasil perbandingan total revenue dan total cost ( R/C Ratio ) sebesar 2,59 ( >1), yang berarti bahwa usaha pembuatan bakpau telo “Lestari” efisien.
Nilai tambah yang tercipta pada pengolahan ubi jalar menjadi bakapo telo adalah sebesar Rp. 3.051, dengan imbalan tenaga kerja Rp. 1.358,- dan keuntungan sebesar Rp. 1.693,- dalam tiap satu kali proses produksi.
Berdasarkan hasil analisis kelayakan usaha di home industri “Lestari” selama 23 triwulan menunjukkan bahwa usaha pengolahan bakpao telo layak untuk dikembangkan, hal ini dibuktikan dengan nilai NPV sebesar Rp. 251.256.483, IRR 32,008%, dan Net B/C Ratio 5,6 pada suku tingkat bunga 17% dan waktu pengembalian biaya investasi pada triwulan ke-2.
Dengan demikian, dilihat dari seluruh hasil analisis data dapat dikatakan bahwa home industri “Lestari” layak untuk tetap dikembangkan.

Strategi Pemasaran Minyak Atsiri Di Kecamatan ... Kabupaten ...


Industri rumah tangga yang ada di Kecamatan ... Kabupaten ... pada saat ini sangat banyak yang memproduksi minyak Atsiri tetapi ada juga, masyarakat yang memproduksi minyak cengkeh sebagai tambahan pendapatan keluarga mereka. Minyak atsiri banyak dipasarkan di daerah ..., ..., ..., bahkan ada pula yang pemasarannya sampai ke JakartaDalam usaha peningkatan pemasaran, industri rumah tangga dihadapkan pada permasalahan dengan banyak munculnya penyulingan minyak nilam didaerah lain. Sehingga menimbulkan persaingan yang ketat didalam memasarkan barang dalam wilayah jawa timur.
Tujuan dari penelitian ini adalah, yaitu : 1) Untuk mengetahui profil industri rumah tangga minyak atsiri. 2) Untuk mengetahui peluang pasar dan ancaman pesaing yang dihadapi dalam pemasaran minyak atsiri. 3) Untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam pemasaran minyak atsiri. 4) Untuk mengetahui strategi pemasaran industri rumah tangga minyak atsiri.
Analisa data yang akan digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan analisis SWOT (Strengts, Weakness, Opportunity, Threats) yaitu untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam menentukan strategi pemasaran.
Metode penelitian yang digunakan adalah penentuan daerah Penelitian ini dilakukan secara sengaja di Industri Rumah Tangga Minyak Atsiri Kecamatan ... Kabupaten .... Industri Rumah Tangga Minyak Atsiri berbahan baku nilam dipilih sebagai tempat/obyek penelitian karena merupakan salah satu produsen minyak nilam yang ada di Jawa. Jenis data dan sumber data. Sumber data dalam penelitian ini dapat diperoleh dari Data primer yaitu adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya dengan melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber langsung tetapi sudah dikumpulkan melalui informasi dari masyarakat maupun data-data dari perusahaan sendiri. Metode pengumpulan data dan sumber data suatu cara yang ditempuh untuk mendapatkan data yang sesuai dan berguna untuk menunjang keberhasilan penelitian. Metode analisa data adalah
Metode yang digunakan untuk menganalisa dan mengolah data dalam penelitian.
Hasil penelitian yang yang dilakukan adalah startegi yang sudah dilakukan dari Industri rumah Tangga yaitu : 1) Strategi Penetrasi Pasar (market penetration strategy) Strategi penetrasi pasar berusaha untuk meningkatkan market share bagi produk atau pelayanan yang ada sekarang pada pasar yang tersedia melalui usaha-usaha pemasaran yang lebih besar. 2) Strategi Pengembangan Pasar (market development strategi) Strategi ini berusaha untuk memperkenalkan produk atau jasa yang ada sekarang ke daerah-daerah yang secara geografis merupakan daerah baru. 3) Strategi Pengembangan Produk (product development strategy) merupakan suatu strategi yang berusaha agar perusahaan dapat meningkatkan penjualan dengan cara meningkatkan atau memodifikasi produk atau jasa yang ada sekarang.
Dari hasil analisis SWOT diketahui faktor kekuatannya adalah memiliki tenaga kerja yang terampil dan berpengalaman, mampu memproduksi minyak dengan kualitas produk yang bermutu, memiliki jaringan distribusi yang baik, kondisi iklim yang panas baik untuk produksi, bahan baku yang cukup tersedia. Kelemahannya meliputi Kurangnya air pendingin, kondisi Iklim yang hujan menghambat jalannya produksi, kurangnya bahan bakar/basah, motivasi kerja yang kurang, lamanya proses produksi. Faktor peluangnya meliputi, produk eksotis/khas daerah, kondisi daerah/tempat cocok untuk penyulingan, Meningkatkan pendapatan industri rumah tangga, menambah pendapatan daerah, dukungan penuh pemerintah. Ancaman yang dihadapi adalah, pesaing, peraturan pemerintah lingungan semakin ketat, banyaknya tempat produksi/peyulingan. kesan/image masyarakat akan penyulingan, kualitas minyak yang dipasarkan
Setelah mempelajari lingkungan eksternal dan lingkungan internal maka didapat strategi matrik SWOT sebagai berikut : strategi S-O yaitu strategi memanfaatkan kekuatan untuk memperoleh peluang. Meliputi pemeliharaan kualitas serta mutu pelayanan produk, membangun pasar yang kuat melalui jalur distribusi serta pemanfaatan teknologi dalam pelayanan dan peningkatan mutu produk. Strategi W-O merupakan strategi yang dipakai untuk mengatasi kelemahan yang dimiliki dengan memanfaatkan peluang yang timbul. Hal itu meliputi perluasan daerah pemasaran serta penambahan sarana transportasi demi cepatnya proses pendistribusian kekonsumen. Strategi S-T yaitu penggunaan kekuatan yang dimiliki untuk menghindari ancaman. Strategi yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kuaalitas produk dan layanan terhadap konsumen. Strategi W-T merupakan strategi dimana perusahaan meminimumkan kelemahan yang dimiliki dan berusaha menghindari ancaman yang timbul. Dalam hal ini perusahaan berusaha memningkatkan kembali kualitas produk serta menciptakan inovasi baru dalam mengikuti selera konsumen

Strategi Pengembangan Agribisnis Benih Padi Berlabel Di Kabupaten ...


Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi faktor-faktor internal dan external dalam pengembangan Agribisnis Benih Padi Berlabel di Kabupaten .... 2) Menganalisa strategi pengembangan Agribisnis Benih Padi Berlabel di Kabupaten ....Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan explanatory research dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara stratified random sampling. Teknik pengambilan data yaitu dengan angket, wawancara, survei dan dokumenter. sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pengembangan agribisnis benih padi berlabel khususnya di kabupaten ... cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pengembangan produk dan pengembangan informasi pasar dan jaringan kerja serta pembanguna sarana dan prasarana yang digunakan dalam mengembangkan agribisnis dan mencapai target kelompok petani. 2) Strategi yang perlu dilakukan dalam pengembangan agribisnis benih padi berlabel di Kabupaten ... adalah melakukan suatu aksi untuk meningkatan sumber daya manusia serta mengembangkan jalur pemasaran guna tercapainya target kelompok petani, serta meningkatkan modal kerja para pengrajin

Strategi Pengembangan Tanaman Mindi (Melia azederach L) Dengan Pola Agribisnis Hutan Rakyat (Studi di Kecamatan ... Kabupaten ...)


Tanaman Mindi (Melia azedarach L) yang tumbuh liar di lahan tegal dan pekarangan, dan ada yang sengaja ditanam tetapi tidak dipelihara secara intensif, banyak dijumpai di wilayah kecamatan ..., kabupaten ..Dengan mengkaji beberapa keunggulan dari tanaman Mindi ini, kiranya dapat dikembangkan sebagai komoditas tanaman kayu-kayuan yang cukup memadai untuk menambah pendapatan petani lahan kering.
Permintaan kayu Mindi sebagai bahan baku industri akhir-akhir ini semakin meningkat, sehingga makin menarik pelaku pasar untuk menjadikan kayu Mindi sebagai komoditas yang perlu diperhitungkan. Menurut data Peredaran Hasil Hutan pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten ..., selama tahun 2002 mencapai jumlah 666,311 m3 kayu Mindi telah dikirim dari Kabupaten ... ke luar daerah antara lain ke Kabupaten Jepara, Sukoharjo dan Klaten. Dari jumlah tersebut seluruhnya dalam bentuk kayu bulat (logs) dan berasal dari kecamatan .... Tantangan bagi pelaku pasar kayu Mindi yaitu ketersediaan kayu Mindi secara kontinyu, mengingat budidaya tanaman Mindi belum dilakukan secara intensif oleh masyarakat. Di lain pihak instansi terkait (Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Perhutani, dll) belum juga melakukan pembinaan atau penanaman secara intensif.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan serta kekuatan dan kelemahan dalam pengembangan budidaya tanaman Mindi dengan pola Agribisnis Hutan Rakyat. Selain itu untuk menentukan langkah-langkah yang tepat dalam pengembangan budidaya tanaman Mindi untuk mencukupi kebutuhan bahan baku industri pengolahan kayu dengan mempertimbangkan aspek kelestarian sumberdaya alam.

“Analisis Usahatani Padi Pada Saluran Pemasaran Yang Melalui KUD dan Non KUD” (Studi Kasus di Desa ..., Kecamatan ..., Kabupaten ...)”


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi usahatani padi dari petani yang menjual melalui KUD dan non KUD, untuk, untuk mengetahui berapa persentase petani menjual gabah melalui KUD dan non KUD, untuk mengetahui saluran pemasaran gabah petani dan untuk mengetahui alasan petani menjual gabah melalui KUD dan non KUD.Penelitian dilakukan di Desa ..., Kecamatan ..., Kabupaten ... yang dilakukan secara sengaja (purposive) atas dasar pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu daerah yang mempunyai koperasi (KUD) yang masih aktif di Kabupaten .... Data berupa data primer dan sekunder. Saluran pemasaran menggunakan metode “Snow Ball Sampling”, sehingga didapatkan sampel sebanyak 41 orang.
Metode analisa data yang akan digunakan dalam penelitian ini menggunakan:
1)Analisa Biaya
2. Analisis Efisiensi usahatani
3.Analisis Pengujian Hipotesis

Analisis Kelayakan Dan Sensitivitas Usaha Tani Komoditas Manggis,


Sejalan dengan diterapkan sistem otonomi daerah yang kebijaksanaannya ada dalam tingkat Kabupaten masing-masing, maka setiap daerah harus mampu menciptakan dan menemukan komoditas yang layak untuk diusahakan dan memberi keuntungan yang besar baik untuk petani sendiri maupun pemasukan untuk uang daerahPada intinya pewilayahan komoditi pertanian membatasi upaya pengembangan suatu komoditi pertanian, pada wilayah yang memiliki kelayakan agro-ekologis, kelayakan agro-ekonomi, kelayakan agro-sosial, kelayakan agro-teknologi serta ekstabilitas wilayah yang memadai.
Manggis merupakan salah satu tanaman buah tropis yang banyak digemari oleh masyarakat umum. upaya yang dilakukan untuk pemberdayaan sektor pertanian yang mandiri, khususnya komoditas manggis melalui pemantapan peningkatan produksi dan pengembangan komoditas menjadi besar. Selain itu usaha tani manggis diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar baik pasar di dalam negeri maupun diluar negeri, disamping itu juga meningkatkan pendapatan petani manggis itu sendiri. Tujuan dari penelitiaan ini adalah Menganalisis biaya, penerimaan, kelayakan dan sensitivitas komoditas manggis.
Alat analisis yang digunakan dalam peneletian ini adalah analisa biaya dan penerimaan, analisa evaluasi proyek(NPV, IRR, Net B/C), Sensitivitas. Analisis NPV, IRR, dan Net B/C merupakan tiga alat analisis yang menunjukkan kelayakan usaha, analisis sensitivitas untuk memprediksi kemungkinan-kemungkinan dan perbaikaan usaha tani manggis di masa depan sebagai dampak dari perubahan-perubahan variable seperti biaya dan penerimaan.
Dari hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan usaha tani manggis selama 28 tahun seluas 1 ha diperoleh total penerimaan sebesar Rp 538.407.000, biaya total yang dikeluarkan, sebesar Rp 63.650.720, keuntungannya sebesar Rp 474.450.440. Dilihat dari hasil analisis evaluasi proyek, usaha tani manggis di kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang layak untuk diusahakan, ditunjukkan hasil perhitungan NPV = Rp 7.169.709, Net B/C =1,619 dan IRR =18,4% yang menunjukkan nilai lebih dari satu satuan yang merupakan kriteria penentuan keputusan. Dari hasil analisa sensitivitas atas biaya diperoleh 51,68% dan atas produksi 10% diperoleh nilai sensitivitas 34,07%, diantara dua variabel tersebut yang paling sensitif yaitu pada perubahan produksi, mengingat usaha tani manggis ini tidak mendapat pemeliharaan yang intensif, sehingga masa yang akan datang perlua adanya pemeliharaan yang intensif untuk meningkatkan produksi yang menyebabkan peningkatan penerimaan secara maksimal.

Analisis Nilai Tambah Dan Margin Pemasaran Agribisnis Melinjo ( Studi Di Kecamatan ... Kabupaten ... )


Salah satu ciri strategi pembangunan yang harus dimiliki Indonesia yang mempunyai potensi sebagian besar dari sektor pertanian adalah kebijaksanaan pembangunan yang menjaga keterkaitan antara sektor pertanian yang menjaga keterkaitan antara sektor pertanian dengan sektor industri dalam bentuk AgroindustriAgroindustri akan mempunyai manfaat ekonomis yang besar apabila berlokasi di daerah pedesaan yang berlandaskan pada tersedia dan terpenuhinya sumberdaya lahan serta tersedianya sumber daya tenaga kerja.
Manfaat ekonomis dari agroindustri adalah 1) meningkatkan kesempatan kerja di pedesaan. 2). Meningkatkan nilai tambah. 3). Meningkatkan pedapatan bagi petani, dan 4) Meningkatkan mutu hasil produksi pertanian yang pada gilirannya dapat memenuhi syarat memasuki pasar Luar Negeri. Pengembangan Agroindustri sebagai suatu sub sistem dalam agroindustri mempunyai prospek yang cukup cerah di Kabupaten ..., terutama jika dilihat dari potensi wilayah, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya cukup mendukung. Selain itu laju permintaan terhadap hasil agroindustri emping mlinjo akan terus bertambah di tahun mendatang sejalan dengan meningkatnya tingkat konsumsi di dalam negeri maupun di luar negeri.
Potensi tanaman melinjo pada tahun 2000 di Kabupaten ... seluas 449,5 ha dan berkembang menjadi 174,5 ha pada tahun 2001, dengan produktifitas perpohon adalah 34 kg / tahun. Sedangkan produktifitas yang diharapkan perpohon adalah 60 kg / tahun, hal ini menunjukkan bahwa produktifitas tanaman melinjo di Kabupaten ... masih rendah dibanding produktifitas potensi yang ada. Rendahnya produktifitas ini antara lain disebabkan :
1.Sistem usaha tani melinjo masih tradisional dan belum berorientasi komersil.
2.Jumlah tanaman belum menghasilkan lebih besar dibanding dengan tanaman yang menghasilkan.
Daerah produksi melinjo di Kabupaten ... menyebar pada 15 kecamatan dan untuk tanaman melinjo paling baik Kecamatan ..., seluas 42 Ha dengan populasi tanaman sebanyak 10.481 pohon. Di dalam pengelolaan usaha tani sebagian besar dilakukan petani sebagai usaha tani sampingan dan dilakukan pada lahan pekarangan dengan tingkat budidaya yang masih sederhana.
Umumnya tanaman melinjo yang ada di daerah tersebut belum dirawat dengan baik, sehingga mutu bahan baku melinjo yang ada juga belum terjamin, apabila masih banyak pula hasil yang tidak dapat diproses lebih lanjut karena di panen terlalu muda
Proses agroindustri emping melinjo melibatkan pemasok bahan baku, bahan penolong tenaga kerja, modal dan lembaga - lembaga yang berkepentingan dalam suatu sistem agroindustri.
Pada umumnya kendala yang dihadapi perusahan Agroindustri emping melinjo antara lain : 1) ketersediaan bahan baku yang tidak kontinyu; 2) keterbatasan modal untuk bahan baku : 3) pemasaran yang dilakukan secaralokal, belum semua pengusaha bisa melakukan ekspansi pasar ; 4) tingkat ketrampilan teknis dan manajemen yang sangat terbatas. Dengan kondisi demikian ini banyak petani dan masyarakat usaha ini dipandang memberikan keuntungan kecil dan tidak kontinyu.
Rendahnya produktifitas melinjo sebagai akibat dari penguasaan teknologi budidaya usaha tani masih tradisional, berdampak rendahnya produksi dan tidak mampu mencukupi menjamin pasokan kebutuhan bahan baku. Bahkan produksi tersebut tidak mampu mencukupi kebutuhan agroindustri emping melinjo dalam skala kecil maupun mencukupi kebutuhan agroindustri emping melinjo dalam skala kecil maupun skala besar. Kondisi ini mengakibatkan para pengusaha emping melinjo untuk mencukpi bahan baku mendatangkan dari luar Kabupaten ... dengan harga yang relatife lebih mahal sebagai akibat dari bertambahnya biaya transportasi, sehingga penambahan tersebut menyebabkan membengkaknya biaya produksi yang pada akhirnya harga emping melinjo untuk mencukupi bahan baku mendatangkan dari luar Kabuapten ... dengan harga yang relative lebih mahal sebagai akibat dari bertambahnya biaya transportasi sehingga penambahan tersebut menyebabkan membengkaknya biaya produksi yang pada akhirnya harga emping melinjo menjadi mahal dan dapat menurunkan daya saing emping melinjo terhadap produk sejenis atau produk olahan lainnya.
Pengolahan melinjo menjadi emping sebenarnya akan memberikan nilai tambah baik bagi petani maupun pengusaha, tetapi karena kekurangan ketrampilan yang dimiliki dan ketersediaan bahan baku yang terbatas menyebabkan petani melinjo kuang menyadari adanya nilai tambah tersebut sedang keterbatasan bahan baku akan berpengaruh pada kapasitas produk olahan.
Keterlibatan lembaga - lembaga pemasaran dalam system pemasaran suatu komoditas tentu memerlukan biaya- biaya dengan sejumlah keuntungan yang diinginkan oleh lembaga tersebut. keseluruhan dari biaya dan keuntungan inilah yang biasa dikenal dengan Marjin Pemarasan yang merupakan teknik antara harga yang dibayar konsumen dengan harga yang diterima oleh produsen. Gambaran tentang efesiensi atau selisih nilai tambah akan mampu memberikan dampak pada peningkatan pendapatan petani.
Masalah yang dihadapi dalam pengembangan komoditas melinjo adalah masih lemahnya keterkaitan antara sektor pertanian dan sektor industri terutama di pedesaan, sehingga sebagian buah melinjo dipasarkan dalam bentuk primer daripada diolah lebih lanjut menjadi agroindustri. Untuk lebih memperkuat keterkaitan antar sektor tersebut diperlukan kejasama lintas sektoral yang lebih efektif dalam mengembangkan komoditas melinjo, penyediaan teknologi budidaya, dan agroindustri emping melinjo yang mampu menyediakan alternartif produk sekunder dari melinjo di pedesaan dan kebijakan pemerintah yang lebih terarah.
Oleh karena itu perlu dikaji dan diteliti tentang kendala dan prospek usaha tani melinjo dilokasi riset, tentang nilai tambah produsen yang mengolah bahan baku melinjo menjadi emping, pengusaha emping melinjo serta hubungan antara tingkat harga petani melinjo dengan konsumen emping melinjo dan mentransformasikan produk - produk mentah hasil pertanian menjadi barang - barang setengah jadi maupun barang jadi yang dapat dikonsumsi melinjo dan mendapatkan pengembangan komoditas melinjo dan menciptakan struktur agrobisnis dan agroindustri yang layak dan memadai.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluaran Biaya Jasa Telekomunikasi Pada Kerajinan Kayu Jati ...


Kerajinan kayu jati ini mempunyai nilai ekonomis dan nilai guna. Di samping itu, globalisasi dan perdagangan bebas yang didukung kemajuan teknologi komunikasi telah memperluas ruang gerak aliran transaksi barang dan atau jasa tanpa mengenal jarak serta melintasi batas-batas wilayah suatu kota, bahkan negaraTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran biaya jasa telekomunikasi pada kerajinan kayu jati ... dan untuk mengetahui dampak pengeluaran biaya jasa telekomunikasi terhadap pendapatan pada kerajinan kayu jati ...
Penelitian dilaksanakan di Desa Batokan Kecamatan Kasiman Kabupaten ... dengan jumlah responden sebanyak 32 pengrajin kayu jati dari 125 populasi dengan menggunakan sampel acak. Hipotesis diduga dengan pengeluaran biaya jasa telekomunikasi dapat meningkatkan jumlah penjualan produk kerajinan kayu jati ... .
Metode analisis data perhitungan total biaya. TC = TFC + TVC perhitungan penerimaan kerajinan TR = P x Q, perhitungan pendapatan Ï€ = TR – TC dari penerimaan total sebuah produk 20.775.000 dan TC 9.513.475 dapat diperoleh keuntungan sebesar 11.261.525
Pengunaan analis regresi Berganda Y = a + b1x1 + b2x2 + b3x3 Dari hasil perhitungan regresi adalah sebagai berikut: Y=14.091+ 0.264X1 + 0.279X2 + 0.169X3 + 0.057X4 + 0.195X5 + 0.207X6 + 0.265X7
Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 93,8% berarti bahwa variabel dependent (variabel Y) dapat menjelaskan sebesar 93,8% variabel independent yang terdiri dari biaya komunikasi dengan karyawan (X1), biaya komunikasi dengan sesama pengrajin (X2) biaya komunikasi dengan konsumen (X3), biaya komunikasi dengan instansi pemerintah (X4), biaya komunikasi dengan organisasi UKM (X5), biaya komunikasi untuk pengembangan usaha (X6) dan biaya komunikasi untuk pengembangan pasar baru (X7). Sedangkan sisanya sebesar 6,2% merupakan variabel lain yang tidak diikutkan dalam penelitian ini atau variabel lain diluar model.
Hasil penelitian diatas diperoleh besarnya Fhitung = 51.527 pada tingkat kepercayaan 95% dan besarnya Ftabel adalah 2.42263. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima karena besarnya Fhitung > Ftabel sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan atau bersama-sama variabel bebas. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluaran Biaya Jasa Telekomunikasi Pada Kerajinan Kayu Jati Di Desa Batokan Kecamatan Kasiman Kabupaten ... adalah adanya komunikasi yang dilakukan oleh pimpinan dengan karyawannya, dengan sesama pengrajin, dengan konsumen, dengan instansi pemerintah, dengan organisasi UKM, dengan berbagai pihak untuk pengembangan pasar baru.

Evaluasi pengembalian kredit usaha tani. Penelitian tentang Evaluasi pengembalian kredit usaha tani (KUT)


Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui tingkat keberhasilan petani dalam pengembalian Kredit Usaha Tani, (KUT), Untuk mengetahui tingkat keberhasilan Kredit Usaha Tani (KUT) terhadap peningkatan pendapatan petani, danUntuk mengetahui tingkat keberhasilan model penyaluran Kredit Usaha Tani (KUT) vang dilakukan oleh lembaga Executing.
Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan alasan Kecarnatan Plemahan merupakan Kecamatan yang paling besar di nilai dari -kredit yang tersalur, jumlah petani peserta serta, lembaga executing yang melayani sengaja (purposive). Pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode acak sederhana (Simple Random Sampling) sebanyak 48 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data yang terkumpul dianalisa Analisa diskriptif yaitu penggambaran karakteristik petani peserta KUT yang mengusahakan usahatani seperti yang dijelaskan dalam teknik pengumpulan data, R/C Ratio yaitu untuk mengetahui imbangan antara penerimaan dengan. biaya yang digunakan untuk usaha tani tanaman pangan serta BC Ratio yaitu untuk mengetahui Imbangan tambahan biaya akibat penggunaan kredit usaha tani dengan tambahan penerimaan akibat penggunaan Kredit Usaha Tani.
Dari hasil analisa disimpulkan bahwa keberhasilan petani dalam mengembalikan kredit usaha tani ke lembaga Executing Agen sebesar 36%, Keberhasilan petani dihitung dari analisis usaha tani masih dapat dilanjutkan dalam usaha taninya, dan tingkat keberhasilan model penyaluran kredit usaha tani dari executing agen ke petani sebesar 69,06 %
Hasil studi ini menyarankan, Untuk meningkatkan pendapatan petani, maka faktor-faktor eksternal yang terkait dengan modal perlu dipertimbangkan dalam pemberian kredit sesuai dengan kebutuhan, untuk keberhasilan petani dalam meningkatkan pendapatan usahanya maka perlu diadakan sosialisasi tentang perlunya ... jawab terhadap pengembalian kredit dan Bagi kreditor perlu ditinjau ulang tentang petani-petani yang memiliki kredibilitas tinggi dan petani yang serius dalam menangani usaha tani

Analisi Strategi Bisnis Perusahaan Daerah Perkebunan ... Di Kabupaten ...,


Strategi Bisnis Perusahaan merupakan salah satu factor yang sangat penting bagi Perusahaan. Membuat Strategi Bisnis Perusahaan dapat dipergunakan sebagai acuan dalam rangka mencapai tujuan dan juga memungkingkan pimpinan Perusahaan mengukur bagaimana Bisnis yang dilakukan dalam menciptakan nilai dengan tetap mempertimbangkan kepentingan-kepentingan pada masa yang akan datangTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala yang dihadapi Perusahaan Daerah Perkebunan ... dalam menjalankan usahanya dan untuk menganalisis Strategi Bisnis yang harus dilakukan Perusahaan Daerah Perkebunan ... di Kabupaten ....
Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian Deskriptif, tehnik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dengan sisstim Checlist, dan dukumentasi. Analisis kualitatif dengan alat analisis SWOT, yaitu indentifikasi berbagai factor lingkungan Perusahaan/organisasi secara sistimatis untuk merumuskan sutau strategi, dengan dasar pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strength) dan peluang (Opportunities) namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan acaman (Treats).
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan bahwa usaha yang dilakukan Perusahaan Daerah Perkebunan ... pada kenyataanya dihadapkan pada persoalan kelemahan yaitu : (1) Kualitas SDM karyawan rendah, (2) Rendahnya produktivitas lahan yang berakibat pada rendahnya produktivitas tanaman, (3) Terbatasnya jangkauan pasar dari produk-produk yang dihasilkan Perusahaan Daerah ..., dan sesuai analisis yang telah dilakukan strategi yang harus ditempuh adalah Strategi SO, yaitu : Menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang dengan jalan (1) Peningkatan pemanfaatan Teknologi Alsintan, (2) Pemanfaatan Bunga Bank, (3) Pemanfaatan Kebijaksanaan Pemerintah, (4) Melkukan Optimalaisasi lahan, (5) Melaksanakan Kemitraan.

Strategi Sistem Agribisnis Daging Di Jabotabek (kasus penggemukan sapi pt. sinar katel perkasa)


Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) Untuk mengetahui bagaimana pola penyediaan dan pemasaran daging dari dan ke Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi. 2) Mengetahui bagaimana jalur dan mata rantai pemasaran daging dari dan ke Jakarta, Bogor, Tengerang dan Bekasi, 3) Mengetahui bagaimana model pemenuhan kebutuhan daging di Jabotabek oleh PT. Sinar Katel Perkasa.Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan explanatory research dengan metode survei (Survey Method) Teknik pengambilan data yaitu dengan wawancara, survei dan dokumenter. sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pasokan daging ke DKI Jakarta berasalal dari tiga sumber utama, yaitu dari : (a) Daging dari hasil pemotongan di RPH Cakung, Pulogadung, Mampang dan Tanjung Priuk. (b) Daging dari pasokan lokal, yaitu daging dari hasil pemotongan RPH/TPH di daerah Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi. (c) Daging impor dari luar negeri, diantaranya dari Australia, Selandia Baru, Kanada, Amerika Serikat. 2) Pada masa belakangan ini telah terjadi pergeseran pola suplai daging ke Jakarta. 3) Pasokan daging lokal dari wilayah-wilayah tersebut sebagian berasal dari pemotongan di TPH-TPH yang kualitas pemotongannya diragukan. 4) Kontribusi daging impor juga meningkat dengan distribusi melalui meat shop dan pasar swalayan. 5) Fokus perhatian untuk mengetahui ketersediaan dan kecukupan daging untuk masyarakat DKI Jakarta tidak cukup hanya dengan melihat stok ternak potong yang ada di holding ground di Cakung saja. 6) Berdasarkan matrik pilihan strategi yang paling dominan, maka strategi yang digunakan a) Meningkatan optimalisasi kapasitas, memperbesar market share, meningkatkan sale dengan pasar tradisional dan menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang, b) Meningkatkan efisiensi, meningkatkan teknologi, memanfaatkan rancang bangun dan meminimalkan kelemahan dengan memanfaatkan peluang, c) Meningkatkan dan menjaga kualitas produk, social education/CD, kerjasama dengan pihak lain serta menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk atasi ancaman, d) Mengoptimalkan R&D, memanfaatkan kelebihan untuk perluasan kapasitas, penjualan sbg saham, serta menciptakan strategi memaksimalkan kekuatan dan menghindari ancaman.

Strategi Pengembangan Agribisnis Lebah Madu Di Kecamatan ... Kabupaten ...


Pengembangan usaha budidaya lebah madu di Kecamatan ... mempunyai prospek yang baik untuk masa yang akan datang. Ada beberapa faktor yang mendukung usaha tersebut antara lain adanya potensi sumberdaya alam, dukungan dari Pemerintah Daerah dan manfaat budidaya lebah itu sendiri bagi kehidupan manusia serta kelestarian lingkungan hidup.Dalam rangka melaksanakan pengembangan usaha budidaya lebah madu di Kecamatan ... untuk membentuk suatu usaha yang mempunyai wawasan agribisnis tidak lepas dari permasalahan yang menjadi hambatan dan kekurangan, maka dari itu terlebih dahulu perlu diketahui dan dipelajari faktor – faktor yang berpengaruh positif dan negatif yang ada didalam usaha budidaya lebah itu sendiri maupun diluar usaha, sehingga dapat dipergunakan untuk mengetahui strategi apa yang tepat untuk pengembangan agribisnis lebah madu di Kecamatan ....
Ada beberapa faktor strategis didalam agribisnis lebah madu, antara lain adalah faktor sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sarana produksi, modal, penerapan teknologi, panen dan pasca panen, produksi yang dihasilkan serta pemasaran hasil. Masing – masing faktor mempunyai kelemahan dan kelebihan yang berpengaruh terhadap pengembangan usaha budidaya lebah madu.
Hasil penelitian, dengan menggunakan analisis SWOT diketahui bahwa faktor kelemahan yang ada di dalam usaha dan ancaman dari luar usaha mempunyai pengaruh yang lebah besar dari pada faktor kekuatan maupun peluang usaha budidaya lebah madu, maka strategi terpilih adalah strategi defensif yaitu meminimalkan kelemahan untuk menanggulangi ancaman dengan kegiatan :
Mencegah penebangan liar dengan menertibkan perijinan penebangan tanaman;
Diversifikasi produk dalam bentuk madu bee pollen;
Pemberian label dan ijin produksi pada kemasan produk;
Merubah bentuk rumah lebah dengan menambah bingkai sarang pada rumah lebah.

Kata Kunci :
Strategi Pengembangan, Lebah Madu

Strategi Pengembangan Agroindustri Kurmelo Di Kecamatan ... Kabupaten ...


Pamelo merupakan produk unggulan Kabupaten ..., dimana 20% produksinya tidak mempunyai nilai ekonomi dikarenakan rusak fisiologis yang disebabkan serangan hama dan penyakit, rusak mekanis maupun penjarangan buahBertitik tolak dari hal tersebut dengan teknologi pengolahan hasil pertanian, maka buah pamelo tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan manisan kulit pamelo yang disebut Kurmelo.
Dalam upaya mengembangkan agroindustri Kurmelo di Kecamatan ..., banyak faktor – faktor yang berpengaruh, baik faktor internal maupun eksternal secara positif maupun negatif. Untuk itu perlu diketahui faktor – faktor yang berpengaruh tersebut, sehingga dapat disusun suatu strategi yang tepat untuk pengembangan agroindustri di Kecamatan ....
Ada beberapa faktor / aspek yang berpengaruh terhadap pengembangan agroindustri Kurmelo, antara lain : (a) Sumberdaya Alam; (b) Sumberdaya Manusia; (c) Modal; (d) Teknologi; (e) Produksi; (f) Managemen usaha dan (g) Pemasaran. Masing – masing faktor tersebut mempunyai kekurangan dan kelebihan yang berpengaruh terhadap pengembangan agroindustri Kurmelo.
Dari hasil penelitian dengan menggunakan analisis SWOT dapat diketahui bahwa faktor kekuatan dan peluang mempunyai pengaruh lebih besar daripada faktor kelemahan dan ancaman. Maka startegi yang diterapkan untuk pengembangan agroindustri Kurmelo di Kecamatan ... adalah strategi Growth / pertumbuhan yang dinamis dengan memaksimalkan kekuatan yang ada dengan memanfaatkan peluang, dengan kegiatan sebagai berikut :
1.Pernambahan modal untuk mengoptimalkan bahan baku serta menambah kapasitas produksi;
2.Meningkatkan kerjasama untuk memperluas pasar;
3.Memanfaatkan sarana informasi untuk promosi.

Kata Kunci :
Strategi Pengembangan, Kurmelo

Analisis Usaha pada Industri Kecil ‘Tembakau Campur’ ( Studi Kasus di Kelurahan ... Kecamatan ... Kabupaten ...


Pembangunan sektor pertanian sistem agribisnis mencakup tiga sub sektor, yaitu : Pertama, sub sektor agribisnis hulu (up stream agribusiness) merupakan suatu kegiatan ekonomi yang menghasilkan dan memperdagangkan sarana produksi pertanian Primer. Kedua, sub sektor usaha tani (on farm agribusiness) atau disebut sektor pertanian. Ketiga, sub sektor agribisnis hilir (down stream agribusiness) yaitu kegiatan ekonomi yang mengolah hasil usaha tani menjadi produk olahan beserta kegiatan perdagangannya yang disebut agroindustri hilir (Saragih, 1998).
Salah satu usaha yang ada di kabupaten ... adalah industri tembakau campur yang menggunakan bahan baku tembakau, cengkeh dan saos rokok. Tembakau campur memiliki keunikan dan keahlian khusus dalam mengelola saos rokok yang akan dipakai. Pada industri ini penggunaan tenaga kerja melibatkan tenaga warga sekitar pabrik dan melibatkan orang dalam keluarga dalam melakukan aktivitas produksi.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis berkeinginan melakukan analisis usaha pada industri tembakau campur di Kabupaten ... dengan perumusan masalah mengenai : (1) Bagaimana struktur biaya, penerimaan dan keuntungan industri tembakau campur; (2) berapakah volume produksi dan harga pada industri tembakau campur pada saat usaha mengalami impas.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : (1) Keuntungan yang diperoleh pengusaha tembakau campur rata-rata sebesar Rp. 6.985.500,00. Dari hasil penelitian tingkat Break Even Point / Titik Impas perusahaan pada bulan November 2006 yaitu sebesar Rp. 9.583.333,00. Sedangkan total penjualan yaitu 650 Kg dengan harga berlaku per Kg Rp. 50.000,00 sehingga memiliki total penjualan sebesar Rp. 32.500.000,00. Pada bulan November 2006 perusahaan tembakau campur mendapatkan laba sebesar 21,5%. Peneliti memberikan suatu perencanaan laba yaitu sebesar 10 % dengan keadaan biaya tetap dan harga berlaku konstan, sehingga total penjualan yang harus dicapai yaitu sebesar Rp. 14.162.561,00, atau dengan volume produksi sebesar 283,25 Kg. Biaya pengusahaan tembakau campur rata –rata per bulan pada bulan November 2006 adalah Rp. 25.514.500,00 yang terdiri dari Biaya tetap (FC) rata-rata sebesar Rp. 2.875.000,00 dan Biaya Variabel (VC) rata-rata sebesar Rp. 22.639.500,00. Pendapatan yang diterima oleh pengusaha tembakau campur adalah Rp. 32.000.-000,00. (2) Dari hasil penelitian tentang analisa BEPq ( Break Even Point ) atau minimal produksi tembakau campur sebesar 510,29 Kg dengan produksi pada penelitian bulan November 2006 sebesar 650 Kg, maka pengusaha tembakau Campur ini masih menguntungkan karena produksi Impas lebih kecil dari tingkat produksi rata-rata.
Pada analisa Break Even price (BEPr) untuk harga minimal produksi tembakau campur sebesar Rp. 39.253,00 per Kg dengan harga rata-rata yang diterima produsen sebesar Rp. 50.000,00. Hal ini menunjukkan bahwa harga tembakau campur menguntungkan, karena harga impas lebih kecil dari harga ditingkat produsen. Dalam industri Tembakau Campur ini masih banyak kendala yang dihadapi oleh pengusaha diantaranya permodalan, kompetisi antar pengusaha, pemasaran , teknologi dan mana-jemen manejerial yang kesemuanya dirasa sulit untuk di atasi dan dengan adanya peluang yang dihadapi diantaranya peningkatan produksi, perluasan pemasaran dan peningkatan skala usaha diharapkan mampu mengatasi kendala yang ada sehingga memberikan kesejahteraan pengusaha dalam peningkatan pengembangan skala usaha yang lebih baik.

Sikap Ibu Rumah Tangga Pedesaan Terhadap Tanaman Obat Keluarga (TOGA) (Study Kasus di Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ..


Tanaman obat merupakan salah satu sumber daya yang sudah ada sejak dahulu kala dimanfaatkan oleh nenek moyang kita dalam upaya mengatasi masalah kesehatan dengan menjadikan berbagai ramuan bahan tanaman obat. Oleh karena itu pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) perlu dikembangkan dan disebar luaskan di masyarakat terutama untuk ibu-ibu rumah tangga.Ibu rumah tangga sangat berperan dalam masalah kesehatan, sehingga apabila anggota keluarga ada yang sakit maka ibu rumah tanggalah yang melakukan pencegahan pertama dalam mengatasi masalah kesehatan. Namun dewasa ini banyak kecenderungan perubahan sikap konsumen dalam masalah mengkonsumsi obat-obatan untuk kesehatan. Kesehatan bagi kelangsungan hidup kita sangat penting sekali, karena tanpa kesehatan kita tidak dapat melakukan berbagai aktivitas yang dapat mempertahankan hidup di dunia ini.
Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Berapa tingkat pengetahuan ibu rumah tangga terhadap tanaman obat keluarga untuk kesehatan, 2) Bagaimana pemanfaatan dan pengelolaan tanaman obat keluarga bagi kesehatan, 3) Bagaimana sikap ibu rumah tangga terhadap obat-obatan farmasi dengan obat-obatan tradisional, 4) Berapa tingkat perbedaan harga obat-obatan tradisional dengan obat-obatan farmasi.
Tujuan dari penelitan ini adalah: 1) Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu rumah tangga terhadap tanaman obat keluarga untuk kesehatan. 2) Untuk mengetahui pemanfaatan dan pengelolaan tanaman obat keluarga bagi kesehatan.3) Untuk mengetahui sikap ibu rumah tangga terhadap obat-obatan farmasi dengan obat tradisional dan faktor-faktor yang mempengaruhi. 4) Untuk mengetahui tingkat perbedaan harga obat tradisional dengan obat-obatan farmasi.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sensus yaitu dengan interview, observasi dan kuisioner yang diperoleh langsung dari ibu-ibu rumah tangga di Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ... Madura.
Metode analisis yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas untuk menganalisis tentang pengetahuan dan sikap dari ibu rumah tangga terhadap tanaman obat keluarga (TOGA). Sedang untuk mengetahui tingkat penghematan pengeluaran ibu rumah tangga terhadap tanaman obat keluarga (TOGA) menggunakan uji-t yang dilakukan dengan uji dua arah.
Hasil penelitian
1.Berdasarkan hasil perhitungan total skor pengetahuan, maka dapat diketahui bahwa pengetahuan ibu rumah tangga tentang tanaman obat keluarga (TOGA) berada pada rentang skala penilaian baik, hal ini ditunjukkan oleh rata-rata skor variabel menyatakan sebesar 153,07.
2.Berdasarkan hasil perhitungan, maka dapat diketahui bahwa sikap ibu rumah tangga tentang tanaman obat keluarga (TOGA) berada pada rentang skala penilaian baik, hal ini ditunjukkan oleh rata-rata skor variable pengetahuan sebesar 157,14.
3. Berdasarkan hasil uji perbandingan harga obat farmasi dengan harga obat tradisional terhadap beberapa jenis penyakit adalah terdapat perbedaan yang nyata antara harga obat farmasi dengan harga obat tradisional yaitu diketahui bahwa obat tradisional mempunyai harga yang lebih murah dibandinglan dengan harga obat farmasi. Hal ini dikarenakan harga obat tradisional memiliki rata-rata harga yang relatief lebih murah dibandingkan dengan harga obat tradisional. Beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu pengalaman pribadi, usia, pendidikan, informasi dari luar ( televisi, radio, internet), pendapatan, sosial dan budaya. Dalam hal ini sikap ibu rumah tangga mempengaruhi dalam mengkonsumsi tanaman obat keluarga misalnya tentang penghematan dalam memilih dan mengkonsumsi obat-obatan baik dari obat tradisional maupun obat farmasi.
4.Manfaat dan pengolahan dari tanaman obat bagi kesehatan sangat mudah, sehingga siapapun yang ingin membuat jamu dari tanaman obat keluarga tersebut dapat melakukannya. Ibu-ibu rumah tangga juga dapat melakukan nya dalam membuat jamu dari TOGA tersebut karena ibu rumah tangga sering menjumpai tanaman obat ini. Tanaman obat keluarga ini seperti kunyit, jahe, lengkuas, kencur dan temulawak.

×
Informasi Judul Koleksi Terbaru di
http://www.tesis-ilmiah.com/

Anda ingin download daftar judul tesis dan skripsi terbaru dan lengkap silahkan klik download

Dapatkan file lengkap dalam format ms-word (*.doc) Mulai Bab I s/d Bab V dan Daftar Pustaka , untuk judul tersebut diatas.

Semua itu anda bisa dapatkan secara Cuma-Cuma alias GRATISSSSSS.Anda hanya mengganti biaya pengetikan sebesar Rp. 125.000,- per judul (kecuali bidang pendidikan Rp. 250.000 atau klik disini dan teknik Rp. 150.000,- per judul) dan file-filenya akan kami kirimkan lengkap. (Mulai Bab I s/d Bab V dan Daftar Pustaka).

Caranya? Lakukan pemesanan via SMS dengan mengetik judul yang diinginkan, kirim ke nomor 081 334 852 850. atau ke e-mail tesis_skripsi@yahoo.com

Lakukan transfer jasa pengetikan via bank

Bank Mandiri
No. Rekening 144-00-1031019-8
a.n. Oskar Dedik Cristiawan

Bank BNI

No. Rekening 0182628639
a.n. Oskar Dedik Cristiawan

Bank BRI

No. Rekening 0051-01-072962-50-0
a.n. Oskar Dedik Cristiawan

bank BCA
No.Rekening 3180280374
a.n. Oskar Dedik Cristiawan

Tambahkan angka unik disetiap transfer, misalnya anda akan melakukan transfer Rp. 125.000 maka silahkan tambahkan angka unik dibelakang seperti menjadi Rp. 125.200.Angka unik ini kami gunakan sebagai identifikasi transfer yang anda lakukan. untuk menentukan angka unik terserah anda, tapi kami sarankan gunakan tiga angka terakhir nomor hp anda.

Setelah melakukan transfer, konfirmasikan via sms.

File-file akan kami kirimkan via e-mail LENGKAP, dan jika menghendaki pengiriman dilakukan dengan jasa pengiriman, maka ada penambahan ongkos kirim sebesar Rp. 30.000,-Jika anda ingin melihat judul-judul lain yang ada di database kami, kunjungi website kami:http://www.tesis-ilmiah.co.cc

silahkan lihat keterangan tentang CARA MENDAPATKAN FILE diatas.

Dapatkan informasi judul-judul manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen akuntansi, manajemen pendidikan LENGKAP hanya di http://www.ilmiahmanajemen.blogpsot.com/

Kunjungi juga web kami di
http://www.ilmiahpertanian.blogspot.com/
http://www.ilmiahekonomi.blogspot.com/
http://www.tesis-ilmiah.blogspot.com/
http://www.tesis-ilmiah.com/
http://www.ilmiahmanajemen.blogspot.com/

Koleksi Judul TERBARU
hanya di www.ilmiahilmu.blogspot.com

Informasi SKRIPSI LENGKAP hanya di
http://www.skripsi-ilmiah.blogspot.com/

Anda ingin download daftar judul tesis dan skripsi terbaru dan lengkap silahkan klik download