Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Judul-Judul Tesis / Skripsi PERTANIAN AGRIBISNIS, AGRONOMI, PETERNAKAN

  1. Upaya Menentukan Ukuran Bisnis Antara Pabrik Gula Dan Petani Melalui Perhitungan Rendemen Dengan Metode Faktor Rendemen, Faktor Overall Recovery Dan Faktor Kristal
  2. Analisi Marjin Pemasaran Gabah di Kabupaten …
  3. Analisis Daya Dukung Saluran Distribusi Terhadap Marjin Penjualan Gula Lokal Di Malang Raya (Penelitian Pada Produsen, Pedagang Besar, Grosir, Pengecer Di …
  4. Analisa Nilai Tambah Agroindustri Sirup Markisa
  5. Dampak Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Terhadap Konsumsi Pangan dan Non Pangan Mahasiswa
  6. Tingkat Adopsi Petani Dalam Program Pola Kemitraan Komoditi Kapas” (Studi kasus PT. Nusafarm Intiland corp Indonesia dengan petani kapas di Kecamatan Wongsorejo Kabupaten ...)
  7. Analisis Margin Pemasaran dan Nilai Tambah Penyulingan Nilam di Kecamatan ... Kabupaten ...
  8. Analisis Permintaan Kedelai Indonesia
  9. Kajian Pengembangan Kawasan Agropolitan Sebagai Pendekatan Wilayah Dan Pemberdayaan Masyarakat Kota ...
  10. Strategi Pemasaran Buah Jeruk Keprok (Citrus Nobilis L) Lokal (Studi Kasus di Kecamatan ... Kotamadya ...)
  11. Studi Gender Pada Pabrik Rokok Sumber Redjeki (Studi Kasus Pada Pabrik Rokok Sumber Redjeki)
  12. “Analisis Finansial Dan Strategi Pengembangan Agroindustri Kerajinan Tangan di UD. Bambu Klasik ...”
  13. Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Disiplin dan Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Perusahaan Tenun
  14. Potensi Pengembangan Usaha Pengolahan Ubi Jalar di Kabupaten dan Kota Malang
  15. Pola Kemitraan Antara Petani Tebu Dengan Pabrik Gula Asembagus (Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ...)
  16. Analisa Pendapatan Usahatani dan Persepsi Petani pada Bawang Merah Organik”. (Studi kasus di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto).
  17. Peranan Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani di Kecamatan ... Kota ...
  18. Sikap Ibu Rumah Tangga Pedesaan Terhadap Tanaman Obat Keluarga (TOGA) (Study Kasus di Desa Trasak Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan
  19. Analisis Usaha pada Industri Kecil ‘Tembakau Campur’ ( Studi Kasus di Kelurahan ... Kecamatan ... Kabupaten ...)
  20. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluaran Biaya Jasa Telekomunikasi Pada Kerajinan Kayu Jati ...
  21. Strategi Pemasaran Minyak Atsiri Di Kecamatan ... Kabupaten ...
  22. Analisis Curahan Tenaga Kerja Wanita Tani (studi kasus pada wanita tani di Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu)
  23. Analisis Pemasaran Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) (Studi Kasus Desa ... Kecamatan ...Kabupaten ...).
  24. Motivasi Petani Dalam Menabung Di Bank (Studi Kasus Petani Penabung Di Bri Unit ...)
  25. Dampak Berdirinya Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis jacq) PT. Mustika Sembuluh Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitarnya (Studi di Desa ... Damar Kecamatan, ... Kabupaten ...)
  26. Analisis Strategi Pemasaran Pabrik Tahu Sukun ...
  27. Strategi Pengelolaan Hutan Dengan Paradigma Community Based Forest Management (Cbfm) Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Sekitar Hutan Di Kabupaten ... (Studi Kasus Di ...
  28. Evaluasi Kebijakan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (Gn Rhl) Di Kabupaten …,
  29. Evaluasi Pola Kemitraan Usaha Ternak Sapi Perah (Studi Pada Koperasi Kelompok Tani …
  30. Analisis Pendapatan Petani Bawang Merah Sistem Pengendalian Hama Terpadu Di Kabupaten ... Studi Kasus Tentang Penggunaan Lampu Perangkap Hama Pada Tanaman Bawang Merah Di Kabupaten …
  31. Analisis Program Bongkar Ratoon Tanaman Tebu Untuk Akselerasi Peningkatan Produktivitas Gula (Studi Di Pg. Tjoekir Kabupaten …
  32. Analisis Daya Saing Komoditas Bawang Merah Di Kabuapaten .... (Tinjauan Keunggulan Komparatif Dan Keunggulan Kompetitif Di Daerah Sentra Produksi, Desa ...
  33. Strategi Pengembangan Usaha Industri Tahu (Studi Kasus Di Kecamatan …
  34. Analisis Strategi Pengembangan Pertanian Melalui Penerapan Teknologi Pengendalian Hama Terpadu ( Pht ) Padi Di Kabupaten …
  35. Strategi Pengembangan Agribisnis Salak Di Kabupaten …
  36. Strategi Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (Gerhan) Dalam Rangka Penanggulangan Bencana Alam Di Kabupaten …
  37. Strategi Pembangunan Pada Sektor Industri Pengolahan Hasil Pertanian Dan Hutan Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Di Kabupaten …
  38. Strategi Pengembangan Hutan Rakyat Dalam Rangka Pelaksanaan Gerakan Nasonal Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (Gn-Rhl) Di Kabupaten …
  39. Strategi Pengembangan Agribisnis Pindang Bandeng Pada Industri Skala Rumah Tangga Di Kota …
  40. Strategi Penyediaan Semen Beku Sapi Balai Inseminasi Buatan Di … Dan Implemantasinya Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Semen Beku
  41. Strategi Pengembangan Agribisnis Kambing Peranakan Etawa Di Kecamatan …
  42. Strategi Pengembangan Agroindustri Kurmelo Di Kecamatan …
  43. Strategi Pengembangan Agribisnis Lebah Madu Di Kecamatan …
  44. Strategi Sistem Agribisnis Daging Di Jabotabek (Kasus Penggemukan Sapi Pt. Sinar Katel Perkasa)
  45. Analisi Strategi Bisnis Perusahaan Daerah Perkebunan … Di Kabupaten …
  46. Evaluasi Pengembalian Kredit Usaha Tani. Penelitian Tentang Evaluasi Pengembalian Kredit Usaha Tani (Kut) Tahun Pengadaan 1998-1999 Dari Petani Ke Executing Agent Dilakukan Di Kabupaten …
  47. Analisis Kelayakan Dan Sensitivitas Usaha Tani Komoditas Manggis
  48. Analisis Usahatani Padi Pada Saluran Pemasaran Yang Melalui KUD dan Non KUD
  49. Strategi Pengembangan Tanaman Mindi (Melia Azederach L) Dengan Pola Agribisnis Hutan Rakyat (Studi Di Kecamatan … Kabupaten …
  50. Analisa Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Agroindustri Bakpao Telo di Home Industri LESTARI Malang
  51. Faktor-Faktor Keberhasilan Proyek Pidra (Participatory Integrated Develompent In Rainfed Areas) Dalam Bidang Sosial Ekonomi Masyarakat Pedesaan Di Kecamatan … Kabupaten …
  52. Analisa Sosial Ekonomi Program Pengembangan Sapi Potong Dengan Sistem Gaduhan “ ( Study Di Kecamatan …
  53. Analisis Nilai Tambah Pemasaran Produk Ayam Pedaging Di …
  54. Pengambangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis Di Kecamatan … Kabupaten …
  55. Strategi Menuju Pertanian Berkelanjutan Di Kabupaten … (Studi Kasus Pertanian Tanaman Padi Bebas Pestisida Di Desa …
  56. Analisis Saluran Dan Marjin Pemasaran Brondong Jagung Di Perusahaan …
  57. Analisis Penggunaan Faktor Produksi Pupuk Organik Bokashi Terhadap Produksi Dan Pendapatan Usahatani Padi (Studi Kasus Di Kecamatan … Kabupaten …
  58. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Curahan Jam Kerja Rumah Tangga Petani Di Sektor Informal ( Studi Kasus Di Desa …
  59. Analisis Pemasaran Blimbing Karangsari Kecamatan … Kota …
  60. Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri Kecil Gula Merah Di Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ...
  61. Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Berbelanja Di Pasar Sayur … Kabupaten …
  62. Strategi Perluasan Budidaya Tanaman Padi Untuk Stabilitas Ketahanan Pangan Di Kabupaten …
  63. Analisis Pengaruh Proyek Peningkatan Mutu Intensifikasi (Pmi) Terhadap Produksi Dan Pendapatan Usahatani Padi Di Kabupaten …
  64. Strategi Pembangunan Pertanian Tanaman Bawang Merah Di Kabupaten …
  65. Partisipasi Masyarakat Dalam Kegiatan Operasi Dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi
  66. Analisis Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Penyuluh Pertanian Pada Bipp-Kp Kabupaten …
  67. Trend produksi usaha pupuk enceng gondok di pt. Maharani lamongan
  68. Strategi Peningkatan Mentalitas Kewirausahaan (Studi Kajian Tentang Mentalitas Kewirausahaan Di Kota …
  69. Strategi Pengembangan Model Penyuluhan Pertanian Klinik Konsultasi Agribisnis Di Bpp-Kp …Kabupaten …
  70. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Untuk Membeli Benih Cabe Besar Merk Panah Merah Di Wilayah Kabupaten …
  71. Analisis Kelembagaan Dan Produktivitas Usahatani Padi Pada Sistem Irigasi …
  72. Evaluasi Dan Strategi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Melalui Bantuan Pinjaman Langsung Masyarakat Di Kecamatan … Kabupaten …
  73. Analisis Pendapatan dan Efisiensi Gula Merah di Desa Dukuh Kec. Ngadiluwih Kab. …
  74. Analisis Komparatif Pendapatan Petani Bawang Merah Sistem Tanam Bibit Dari Biji (Royal Selections) Dengan Sistem Tanam Bibit Dari Umbi Di Kabupaten …
  75. Strategi Konservasi Dan Rehabilitasi Lahan Di Sub Daerah Aliran Sungai Pekalen Wilayah Kabupaten …
  76. “Implementasi Program Akselerasi Peningkatan Produktifitas Gula Nasional Terhadap Strategi Pengembangan Agribisnis Pergulaan”. (Studi Di Wilayah Kerja Pabrik Gula Wonolangan, ...
  77. Analisis Biaya Produksi Usaha Peternakan Sapi Perah Pada Perusahaan Susu Anugerah Di Kecamatan . ...
  78. Analisa Resiko Finansial Usaha Peternakan Ayam Pedaging Pada Peternak Plasma Kemitraan Kud “Sari Bumi” Di Kecamatan … Kabupaten …
  79. Analisis Usaha Kemitraan Ayam Pedaging Di Pt. Surya Gemilang Pratama …
  80. Analisa Total Quality Management Dan Kinerja Koperasi Persusuan (Studi Kasus Di Koperasi “Sae” Kec…. Kab. …
  81. Analisis Profitabilitas Usaha Peternakan Ayam Petelur Di … Dan … Kecamatan … Kabupaten …
  82. Analisis Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Dan Implikasinya Terhadap Volume Penjualan Pada Perusahaan Susu Anugrah Di Desa … Kecamatan …
  83. Analisis Pola Kemitraan Budidaya Ayam Pedaging Pada Kud ”Sari Bumi” … Kabupaten …
  84. Analisis Kinerja Jalur Pemasaran Dan Prospek Pasar Susu Kambing (Studi Di Agriculture Technical Mission Republic Of China)
  85. Analisis Usaha Padi Sawah Dengan Menggunakan Urea Tablet Studi Di Desa …r Kecamatan … Kabupaten …
  86. Strategi Pengembangan Dan Analisis Pendapatan Agroindustri Gula Semut
  87. Analisis Nilai Tambah, Efisiensi dan Saluran Pemasaran Agroindustri Emping Melinjo di Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar
  88. Analisis Fluktuasi Harga Pisang Agung Produksi Kecamatan ... Kabupaten ...
  89. Pengaruh Pola Kemitaan Pt Bisi Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani Cabai
  90. Dampak Cooperative Farming Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani (Studi Kasus Di Desa … Kecamatan … Kabupaten …
  91. Analisis Kinerja Program Pembelian Gabah Oleh Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan Di Kabupaten ...
  92. Pengaruh Motivasi Terhadap Perilaku Kerja Petani Tebu (Studi di Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri
  93. Analisis Strategi Pemberdayaan Masyarakat Agribisnis Melalui Penguatan Modal Usaha Kelompok Tani Di Kabupaten Blitar
  94. Analisa Perbandingan Pendapatan Petani Kedelai Anggota APKKI dan Non-Anggota APKKI” (Studi Kasus di Kecamatan Pilang Kenceng Kabupaten Madiun)
  95. Analisis Usaha Pada Pengolahan Produk Gula Kacang” (studi kasus di desa takeran kec. Takeran kab. Magetan).
  96. Analisis Komparasi Usaha Tani Tebu Dengan Aplikasi Pupuk “Organik” Dan Pupuk An-Organik
  97. Analisis Komparasi Usaha Pengolahan Sari Apel di CV Bromo Semeru dan CV Nusa Agro Industri Kota Batu
  98. Analisis Usaha Penggemukan Ternak Sapi Potong Hasil Inseminasi Buatan Studi di Kecamatan ... Kabupaten ...
  99. Penggunaan Power Thresher dalam Upaya Memperoleh Nilai Tambah Hasil Panen Padi Sawah ( Studi di Kelurahan ... Kecamatan ... Kabupaten ...)
  100. Analisis Efisiensi Usahatani Jagung ( Zea Mays L ) dengan Menggunakan Benih Hibrida ( Studi di Desa ... Kecamatan ...Kabupaten ...)
  101. Analisis Usaha Ternak Domba Ekor Gemuk Studi Dengan Menggunakan Pakan Konsentrat di Desa ...Kecamatan ... Kabupaten ...
  102. Analisis Efisiensi Usahatani Tanaman Sengon Laut (Albazia falcataria) (Studi di Desa ...Kecamatan ... Kabupaten ...)
  103. Analisis Kinerja Pemasaran Tanaman Jati (Tectona grandis Linn) (Studi Pemasaran Tanaman Jati di Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ... )
  104. Strategi Pengembangan Agroindustri Minyak Kenanga ( Canangium odoratum ) ( Studi Kasus Agroindustri Rumah Tangga Minyak Kenanga di Desa ...Kecamatan ... Kabupaten ... )
  105. Peranan Kelompok Tani Pelestari Sumberdaya Alam Dalam Konservasi Dan Pemanfaatan Hutan (Studi di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang)
  106. Mempelajari Kelayakan Usahatani Pembibitan Sengon (Albizia Falcataria) (Studi Kasus Di Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo)
  107. Strategi Pengembangan Agribisnis kopi arabika di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan
  108. Strategi Pengembangan Usaha Jamur Merang Pada Kelompok Tani Mancilan Purworejo Pasuruan
  109. Strategi Pengembangan Unit Usaha Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (Upja) Dalam Pendayagunaan Alat Mesin Pertanian
  110. Analisis Faktor-faktor Produksi Yang Mempengaruhi Tingkat Produksi Usahatani Kubis ” (study kasus di desa Pakel Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung)
  111. Evaluasi Kinerja Proyek Pemberdayaan Petani dan Agribisnis (PPA 2001) dengan Pola Bantuan Langsung Masyarakat
  112. Analisis Perbedaan Pendapatan Petani Sistim Tanam Tabela Dengan Sistim Tanam Pindah Di Kabupaten Bangkalan

Pengaruh Faktor Kepemimpinan Situasional Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Di Dinas Pertainan Kabupaten Gresik) … (19)


Penelitian ini dilakukan di Dinas Petanian Kabupaten Gresik mulai bulan Mei sampai dengan Agustus 2005 yang bertujuan untuk ; (1) menganalisis pengaruh faktor kepemimpinan situasional yang terdiri dari hubungan atasan bawahan, struktur tugas dan kekuasaan dan wewenang terhadap prestasi kerja pegawai.(2) menganalisis salah satu faktor kepemimpinan situasional yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap prestasi kerja pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Gresik.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, sedangkan teknik pengambilan sample adalah total sampling terhadap 31 responden (semua pejabat eselon III dan IV). Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data skunder. Data primer yang berasal dari responden dianalisis dengan regresi liniear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) faktor kepemimpinan situasional yang terdiri dari hubungan atasan bawahan, struktur tugas dan kekuasaan dan wewenang berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai sebesar 36.7%, sedangkan sisanya sebesar 63.3% disebabkan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam model penelitian ini; 2) faktor kepemimpinan situasional kekuasaan dan wewenang mempunyai pengaruh paling dominan yaitu sebesar 0,310 terhadap prestasi kerja pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, hal ini dapat diartikan jika variabel kekuasaan dan wewenang berubah satu satuan, maka variabel prestasi kerja akan berubah.

Pengaruh Kecerdasan Emosional & Motivasi Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Kab. Nganjuk … (14)


Penelitian ini dilakukan terhadap Penyuluh Pertanian di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan Nganjuk dan bertujuan untuk menganalisis variabel yang mempengaruhi kinerja yaitu variabel kecerdasan emosional dan variabel motivasi .
Hipotesis penelitian ini adalah diduga pengaruh variabel-variabel bebas di atas secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja, diduga variabel-variabel bebas tersebut secara sendiri-sendiri berpengaruh terhadap kinerja dan diduga variabel kecerdasan emosional berpengaruh lebih dominan daripada variabel motivasi terhadap kinerja.
Penelitian ini menggunakan alat pengambil data (instrument) berupa kuesioner yang mengungkapkan tentang kecerdasan emosional dan motivasi. Agar data yang terambil itu baik maka kuesioner harus memenuhi syarat validitas dan reliabilitas.
Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yang diteliti baik secara bersama-sama maupun parsial terhadap variabel terghantung. Adapun model regresi linier berganda harus memenuhi syarat asumsi umum regresi dengan melakukan uji heteroskedastisitas, autokorelasi serta multikolinieritas.
Berdasarkan hasil analisis Uji F terbukti bahwa variabel bebas berupa kecerdasan emosional (X1), motivasi (X2) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel tergantung yaitu kinerja sehingga hipotesa pertama pada penelitian ini diterima. Sedangkan berdasar hasil Uji t terbukti bahwa variabel bebas secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap variabel tergantung sehingga hipotesa kedua pada penelitian ini diterima. Variabel bebas yang dominant mempengaruhi kinerja adalah variabel motivasi bukan variabel kecerdasan emosional sehingga hipotesis ketiga ditolak.

Evaluasi Pola Kemitraan Usaha Ternak Sapi Perah (Studi pada Koperasi Kelompok Tani " Demang Sari " Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek.... (29)


Dalam era reformasi, Pemerintah mengutamakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata melalui penciptaan lapangan kerja dan lapangan berusaha, antara lain dengan pemberdayaan masyarakat desa dengan menggalakkan pertanian.Sebagai konsekuensinya perusahaan pertanian diharapkan dapat meningkatkan upaya kerja samanya dengan masyarakat tani. Dengan demikian diharapkan perusahaan memberikan kontribusi untuk pembangunan dalam rangka terwujudnya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Peribahasa yang sangat tepat untuk mengartikan prinsip utama dari pola kemitraan. Kesejajaran merupakan tujuan yang ingin dicapai dari kemitraan yaitu, sebuah keadaan win-win solution, menang semuanya atau keadilan bagi semua; yang dalam hal ini petani anggota kelompok mitra dan perusahaan mitra.
Salah satu jenis perusahaan yang bermitra dengan petani dipedesaan adalah Koperasi Kelompok Tani " Demang Sari " Kecamatan ... Kabupaten .... Koperasi ini melakukan jenis usaha sebagai pemasar out put dan penyalur input. Didalam koperasi akan terjadi interaksi antara unit usaha anggota yang melakukan kegiatan produksi dengan perusahaan koperasi yang melakukan kegiatan pemasaran. Sistem kemitraan usaha yang dijalankan antara koperasi sebagai perusahaan mitra dan peternak sebagai anggota mitra adalah merupakan perihal yang kompleks yang selalu ditemui banyak kendala dalam pelaksanaannya.
Penelitian ini dilaksanakan pada Koperasi Kelompok Tani " Demang Sari " Kecamatan ... Kabupaten ... dengan mengambil sample sebanyak 68 Orang peternak sapi perah secara stratified random sampling dan menggunakan data skunder dari pihak koperasi. Data yang diperoleh dianalisa dengan perhitungan akuntansi serta diuraikan secara deskriptif.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pola kemitraan yang dijalankan antara koperasi dengan peternak menguntungkan dari segi financial. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa besarnya keuntungan yang diperoleh peternak pada pemeliharaan 3 ekor ternak sapi perah laktasi adalah
Rp. 6.545.092 ,-/ tahun atau Rp. 545.424 ,-./ bulan dengan R/C 1,50. Pada pemeliharaan 1 ekor ternak sapi perah laktasi, besarnya penerimaan keuntungan yang diterima oleh peternak adalah sebesar Rp. 1.838.364 ,-/ tahun atau sebesar Rp. 153.197 ,-/ bulan dengan R/C 1,40. Share profit yang diterima peternak modal kredit dari penjualan susu murni sebesar 26,37 %, share profit yang diterima koperasi adalah sebesar 28,50 % dan share biaya sebesar 45,13 %.
Pada kenyataannya kemitraan yang dijalankan adalah merupakan perwujudan cita-cita untuk melaksanakan system perekonomian gotong royong, hal ini tercermin dari pelayanan koperasi sebagai mitra dalam penyediaan modal, pakan, peralatan serta kebutuhan lainnya secara kredit, dan kesediaan koperasi mensubsidi pakan konsentrat serta memasarkan produk susu yang dihasilkan peternak. Namun kerjasama yang dijalankan pada pemasaran susu segar tidak transparan, hal ini terbukti bahwa dalam hal penentuan harga susu yang dilakukan sepihak oleh koperasi. Penentuan harga susu berdasarkan kualitas susu akan membuka peluang kepada pihak koperasi untuk mempermainkan harga dan akan mempengaruhi pendapatan peternak sehingga keadilan dalam pembagian keuntungan yang diharapkan dari pola kemitraan tidak berjalan sebagai mana semestinya.
Koperasi sebaiknya tidak merupakan profit center sendiri karena keuntungan itu diperoleh dari hasil usaha anggota serta bersifat sebagai pelayan anggota kelompok mitra dengan menggalakkan pemasaran susu untuk mendapatkan harga terbaik bagi anggota kelompok mitra.

Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Berbelanja Di Pasar Sayur Pare Kabupaten Kediri… (61)


Penelitian ini bertujuan untuk : a). mengetahui pengaruh variabel produk, harga, distribusi, motivasi dan presepsi mempunyai hubungan yang nyata dengan keputusan pelanggan berbelanja di pasar sayur ... Kabupaten ..., b). mengetahui apakah variabel produk harga, distribusi, motivasi dan persepsi secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pelanggan berbelanja di pasar sayur ... Kabupaten ...Hipotesis penelitian adalah : a). Diduga variabel produk, harga, distribusi, motivasi dan presepsi mempunyai hubungan yang nyata dengan keputusan berbelanja di pasar sayur ... Kabupaten ..., b). diduga variabel produk harga, distribusi, motivasi dan presepsi secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan berbelanja di pasar sayur ... Kabupaten ...
Data primer dan sekunder dikumpulkan dengan kuisener dan wawancara dari Dinas / Instansi dan 90 responden konsumen atau pelanggan di pasar sayur ... Kabupaten .... Variabel penelitian ini terdapat 6 (enam) variabel yang diduga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pelanggan untuk berbelanja di pasar sayur ....

Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data, maka dapat disimpulkan : 1). Ada hubungan yang nyata antara variabel produk harga, distribusi, motivasi dan persepsi dengan variabel keputusan berbelanja di pasar sayur ... Kabupaten ... dan 2). Variabel produk, harga, distribusi, motivasi dan persepsi secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan berbelanja di pasar sayur ... Kabupaten ....

Evaluasi Kebijakan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (Gn Rhl) Di Kabupaten Tulungagung Tahun 2004 … (28)


Penelitian ini bertujuan: 1)untuk mengetahui apa saja upaya-upaya pemberdayaan masyarakat yang ada dalam implementasi Kebijakan (GN RHL) di Kabupaten ...; 2) untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung danpenghambat dalam implementasi nyaTeknik analisis data yang digunakan adalah analisa diskriptif kualitatif model interaktif (Miles dan Huberman, 1992) dimana didalamnya terdapat empat komponen analisis, yaitu pengumpulan, reduksi, penyajian data , dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya-upaya pemberdayaan yang ada dalam kebijakan tersebut adalah; 1) Pemberdayaan ekonomi melalui peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani yang diperoleh dari upaya pembuatan hutan rakyat ditanah sendiri tetapi dibiayai oleh program/pemerintah; 2) Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan melalui sosialisasi program, pelatihan serta pendampingan yang dilakukan secara intensif dilapangan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat yang ditunjuk dan oleh petugas dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten ... selama proyek berjalan.
Sedangkan faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam implementasi kebijakan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan di wilayah Kabupaten ... mencakup: 1) Faktor pendukung terdiri dari: Faktor sumberdaya manusia (SDM), faktor sumberdaya keuangan/dana, struktur birokrasi, faktor komunikasi, danfaktor disposisi; 2)Faktor penghambat terdiri dari: Faktor sumberdaya waktu, dan faktor sumberdaya alam

Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri Kecil Gula Merah Di Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ...


Tujuan penelitian ini adalah : 1). Menganalisis apakah variabel-variabel modal usaha, tenaga kerja, pengalaman dan curahan jam kerja mempunyai hubungan (korelasi) secara nyata (signifikan) terhadap keberhasilan industri kecil gula merah di Desa ... Kecamatan ...Kabupaten ...,2). Menganalisis apakah variabel-variabel jumlah modal, tenaga kerja, pengalaman dan curahan jam kerja secara bersama-sama berpengaruh nyata (signifikan) terhadap keberhasilan industri kecil gula merah di Desa ... Kecamatan ...Kabupaten ....
Variabel dalam penelitian ini diklasifikasikan ke dalam variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas terdiri dari modal usaha (X1), tenaga kerja (X2), pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4). Variabel terikat adalah keberhasilan industri kecil gula merah yang diukur dengan tingkat keuntungan per musim giling (Y).
Berdasarkan uji statistika nilai konstanta dan nilai koefisien regresi variabel modal usaha (X1) berpengaruh sangat nyata terhadap variabel Y (nilai Sig. = ,000 lebih kecil dari 0,01), sedangkan nilai koefisien regresi variabel tenaga kerja (X2), pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4) berpengaruh nyata terhadap keberhasilan atau tingkat keuntungan industri kecil gula merah (Y). Nilai R Square atau koefisien determinasi = .984 atau 98,4 % (lampiran 5) ini berarti 98,4 % keberhasilan atau tingkat keuntungan industri gula merah (Y) dipengaruhi oleh variabel modal usaha (X1), tenaga kerja (X2), pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4) sedangkan 1,6 % dipengaruhi oleh variabel yang lain.
Dari hasil penelitian dan analisis data, maka dapat disimpulkan : 1). Variabel modal usaha (X1), tenaga kerja (X2), pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4) mempunyai hubungan kuat yang sangat nyata dengan variabel keberhasilan atau tingkat keuntungan industri kecil gula merah (Y); 2). Variabel modal usaha (X1), tenaga kerja (X2), pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4) secara bersama-sama berpengaruh sangat nyata terhadap variabel keberhasilan atau tingkat keuntungan industri kecil gula merah (Y).

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Curahan jam Kerja Rumah Tangga Petani di Sektor Informal ( Studi Kasus di Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ..


Peranan sektor pertanian bagi kehidupan masyarakat di pedesaan sangat ditentukan oleh luas lahan pertanian merupakan faktor produksi utama dalam menyerap tenaga kerja dan sumber pendapatan petani, sehingga tinggi rendahnya penggunaan tenaga kerja dan pendapatan petani antara lain akan ditentukan oleh luas lahan pertanian yang digarap.Bekerja tidak penuh dalam usaha tani sulit untuk dihindari walaupun lahan pertanian cukup luas, hal ini dikarenakan sifat usaha tani musiman yang selalu ada waktu luang untuk menunggu pekerjaan berikutnya. Namun pada usaha tani lahan sempit, terjadinya bekerja tidak penuh bukan saja karena menunggu pekerjaan yang diakibatkan oleh sifat musiman usaha tani, melainkan juga karena pengaruh luas lahan garapan. Usaha tani yang dengan lahan sempit, akan membatasi petani mencurahkan jam kerja dan memperoleh pendapatan.
Permasalahan yang dihadapi oleh rumah tangga petani di pedesaan dengan usaha tani lahan sempit ini perlu diatasi dengan mencari alternatif kesempatan kerja lain yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan tanpa meninggalkan usaha tani, misalnya pekerjaan di sektor informal. Alternatif ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan ketenagakerjaan di pedesaan, terutama di pedesaan yang memiliki lahan garapan sempit.
Kajian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani di sektor informal dipandang penting, terutama untuk memperoleh gambaran mengenai besarnya peranan usaha di sektor informal dalam menyerap jam kerja dan meningkatkan pendapatan, yang dapat menjadi informasi bagi masyarakat pedesaan khususnya desa penelitian baik saat ini maupun masa yang akan datang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani di sektor informal; 2) Besarnya kontribusi pendapatan yang diperoleh di sektor informal terhadap total pendapatan keluarga petani.
Dengan mempelajari Variabel-variabel yangmempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani di sektor informal, diharapkan dapat membantu pemecahan masalah tentang bagaimana mendorong sektor informal agarmenjadi kegiatan yang intensif, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan rumag tangga.
Dengan melakukan kegiatan disektor informal, akan meningkatkan jam kerja dan pendapatan keluarga petani, sehingga dapat terlepas dari bekerja tidak penuh serta memperoleh pendapatan yang layak untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Penelitian ini di lakukan di desa ... kecamatan ... Kabupaten .... Penentuan lokasi penelitian ini di dasarkan dengan cara sengaja (Purposive) dengan pertimbangan, bahwa sebagian besar penduduk desa ini mempunyai pekerjaan pokok sebagai petani, merupakan daerah yang sebagian besar lahan pertaniannya lahan persawahan, selain bekerja sebagai petani penduduk desa ... juga banyak bekerja sampingan karena di desa ini terdapat beberapa industri rumah tangga dan usaha informal lainnya.
Curahan jam kerja anggota rumah tangga petani selama periode analisis rata-rata berjumlah 1106,36 jam yang terdiri dari 433,4 jam di usahatani dan 672,96 jam di sektor informal. Banyaknya curahan jam kerja rumah tangga di sektor informal, karena banyak anggota keluarga yang terlibat pada berbagai kegiatan informal dibandingkan dengan kegiatan usahatani.
Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa banyak variabel umur kepala keluarga saja yang tidak berpengaruh nyata terhadap curahan jam kerja rumah tangga, karena sebagian besar umur responden di bawah 50 tahun (77,36%) sedangkan empat variabel lainnya signifikan mempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani yaitu pendidikan kepala keluarga, luas lahan, jumlah anggota rumah tangga dan pendapatan di usahatani.
Total pendapatan rumah tangga petani selama periode analisis rata-rata Rp. 1.046.718,- yang terdiri dari pendapatan rumah tangga di sektor informal rata-rata Rp. 343.110,- (32,78%) dan pendapatan rumah tangga di usahatani rata-rata Rp. 703.608,- (67,22). Namun bila dilihatdari keadaan saat ini secara riel pendapatan dari usahatani yang diterima hanya sebesar Rp. 175.902,- per bulan.
Dengan demikian dapat di katakan bahwa peran dari pendapatan yang diperoleh dari kegiatan di sektor informal terdapat pendapatan rumah tangga petani adalah penting dan bukan lagi sebagai pendapatan tambahan, namun justru sebagai sumber pendapatan yang cukup besar, terutama bagi rumah tangga yang memiliki lahan sempit.

Strategi Pengelolaan Hutan Dengan Paradigma Community Based Forest Management (CBFM) Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Sekitar Hutan di


Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan LMDH dan strategi yang diterapkan dalam mengelola hutan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat desa sekitar hutan.Penelitian dilaksanakan di LMDH ..., Desa ..., Kecamatan ..., Kabupaten .... Metode yang digunakan metode deskriptif dan survey serta menggunakan analisa data secara deskriptif kualitatif dengan analisa SWOT (Strenght, Weaknesses, Opportunities, Threats) .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan LMDH sangat berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan masyarakat desa hutan dengan menerapkan strategi pengelolaan hutan yaitu (1) managemen sumberdaya hutan melalui kegiatan pengamanan hutan, penanaman dan pemanenan, pengelolaan areal produksi benih, pembuatan persemaian ; (2) konservasi sumberdaya hutan melalui kegiatan pengelolaan kawasan lindung, agroforestry / social forestry (wanafarma, wanatani), pengelolaan wana wisata. Hasil matrik IFAS dan EFAS menunjukkan skor nilai faktor kekuatan lebih baik dari pada kelemahan (1,72 > 0,80), dan skor nilai faktor peluang lebih baik dari pada ancaman (1,95 > 0,75). Analisa SWOT menunjukkan bahwa strategi SO (Strenght-Opportunities) memiliki nilai skor tertinggi (3,67) dibandingkan dengan strategi WO (2,75), strategi ST (2,47) dan strategi WT (1,52) yaitu menggunakan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal.

Analisis Penggunaan Faktor Produksi Pupuk Organik Bokashi Terhadap Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi (Studi Kasus di Kecamatan ... Kabupaten ...)


Padi sebagai komoditas pangan utama mempunyai nilai strategis yang sangat tinggi, sehingga diperlukan adanya penanganan yang serius dalam upaya peningkatan produktivitasnya. Besarnya peranan pemerintah dalam pengelolaan komoditas pangan khususnya padi dapat dilihat mulai dari kegiatan pra-produksi seperti penyediaan bibit unggul, pupuk, obat-obatan, sarana irigasi, kredit produksi dan penguatan modal kelembagaan petani.Usaha peningkatan produksi dan pendapatan usahatani padi tidak akan berhasil tanpa penggunaan teknologi baru baik dibidang teknis budidaya, benih, obat-obatan dan pemupukan. Salah satu teknologi baru di bidang pemupukan adalah diperkenalkannya pupuk Organik Bokashi dalam usahatani padi.
Penelitian ini didasarkan atas kenyataan adanya alternatif pilihan antara penggunaan pupuk Organik Bokashi dalam usahatani padi dan tanpa menggunakan pupuk Organik Bokashi (Non Bokashi). Dari kenyataan tersebut dirumuskan beberapa masalah pokok dalam penelitian ini yakni : (1) Apakah faktor produksi pupuk Organik Bokashi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produksi padi, (2) Apakah tingkat produksi usahatani padi dengan menggunakan pupuk Organik Bokashi lebih tinggi daripada Non Bokashi, (3) Apakah penggunaan pupuk Organik Bokhasi dalam usahatani padi akan memberikan keuntungan yang lebih tinggi daripada Non Bokashi.
Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui dan menganalisis apakah faktor produksi pupuk Organik Bokashi mempunyai pengaruh yang nyata (Signifikan) terhadap produksi, (2) Untuk mengetahui dan menganalisis apakah penggunaan pupuk Organik Bokashi akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi daripada Non Bokashi, (3) Untuk mengetahui dan menganalisis besarnya Farm Gate Prices (FGP) yaitu biaya produksi per-unit (Product Unit Cost) usahatani padi dengan pupuk Organik Bokashi dan Non Bokashi. Dengan demikian hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak antara lain (1) Bagi petani padi penelitian ini bermanfaat untuk menentukan penggunaan pupuk organik yang menguntungkan sehingga dapat meningkatkan produksi dan pendapatan. (2) Bagi Dinas Tanaman Pangan Kabupaten ... dapat digunakan sebagai pedoman dalam menentukan prioritas dan intensitas pembinaan pada petani. (3) Bagi peneliti-peneliti lanjutan, hasil penelitian ini merupakan informasi awal untuk mengembangkan penelitian lainnya dibidang pertanian.

Analisis Saluran Dan Marjin Pemasaran Brondong Jagung Di Perusahaan Sejo Agung Kecamatan ... Kabupaten ...


Penelitin ini dilakukan di kecamatan ..., kabupaten ... Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mengetahui besarnya marjin pemasaran Brondong Jagung di Perusahaan Sejo Agung. (2) Mengetahui besarnya, share biaya dan keuntungan dari kegiatan Agroindustri Brondong Jagung di Perusahaan Sejo Agung. (3) Untuk mengetahui sistem saluran pemasaran yang diterapkan / dilakukan oleh perusahaan Sejo Agung dalam memasarkan produknya (brondong jagung ).Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara acak sederhana (random sampling). Teknik pengambilan data yaitu dengan wawancara sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Sistem saliran pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan Sejo Agung adalah 1) Pengrajin  Pengusaha  Pedagang pengecer  Konsumen dan 2) Pengrajin  Pengusaha ke konsumen dan 3) Pengusaha  Konsumen. (2) Besarnya nilai tambah dari petani jagung ke pedagang tengkulak sebesar Rp 500,-/kg dari tengkulak ke pengrajin Rp 650/Kg dan dari pengrajin ke pengusaha Rp 750,- (3) Besarnya marjin pemasaran dari petani samapi pengusaha sebesar Rp 1300,-/Kg, sedangkan dari pengrajin brondong ke konsumen sebesar Rp 1.500,-/Kg

Strategi Menuju Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten ... (Studi Kasus Pertanian Tanaman Padi Bebas Pestisida di Desa ... Kecamatan ...)


Pengembangan pertanian di Kabupaten ... diarahkan untuk menciptakan pertanian yang maju dan tangguh, mampu meningkatkan hasil dan mutu produksi, meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani, memperluas kesempatan berusaha dan menyediakan lapangan kerja serta mengisi dan memperluas pasar.Sementara ini penggunaan input luar secara besar-besaran dan berlebihan untuk meningkatkan hasil dan mutu produksi misalnya penggunaan pupuk buatan dan pestisida, benih hibrida, mekanisasi dan irigasi dapat menimbulkan dampak besar terhadap ekosistem yaitu pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pertanian berkelanjutan yang perkembangannya sangat lambat dan menyusun strategi menuju pertanian berkelanjutan di Kabupaten .... Penelitian ini juga untuk mengidentifikasi faktor-faktor kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman eksternal dalam rangka menuju pertanian berkelanjutan serta strategi yang harus ditempuh dalam menuju pertanian berkelanjutan di Kabupaten .... Metode yang digunakan untuk merumuskan strategi menuju pertanian berkelanjutan di Kabupaten ... adalah analisis SWOT.

Analisis Strategi Pemasaran Pabrik Tahu Sukun ..


Saat ini produk olahan dari hasil pertanian sangat beraneka ragam, ini dikarenakan seiring dengan pertumbuhan penduduk di Indonesia yang semakin meningkat. Dalam hal ini “Tahu” merupakan makanan olahan hasil pertanian kedelai yang diolah menjadi produk baru yang memiliki nilai lebih. Selain itu, tahu merupakan bahan makanan bagi masyarakat yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi serta mempunyai harga yang terjangkau semua kalangan.Dari sinilah akhirnya produk olahan tahu ini terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan dari konsumen.
Banyaknya pengusaha yang mulai melirik adanya peluang bisnis, maka mulailah mereka mengembangkan bisnis di bidang produk makanan “Tahu”. Seiring dengan perkembangan bisnis makanan olahan tahu, maka banyak berdiri pabrik-pabrik tahu dan mereka melakukan strategi pemasarannya masing-masing untuk menenangkan persaingan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi pabrik tahu Sukun dalam memasarkan produknya, serta untuk mengetahui strategi pemasaran yang tepat pada perusahaan tahu Sukun dalam rangka meningkatkan pangsa pasarnya.
Penelitian dilakukan di kota ..., tepatnya pada pabrik tahu Sukun yang terletak di Jl. S. Supriadi. Penentuan tempat penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa perusahaan tersebut merupakan perusahaan tahu yang mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di tengah persaingan yang ketat.
Metode penentuan sampel menggunakan metode Accidental Sampling dengan menggunakan bantuan questionary yang diberikan pada konsumen tahu. Selain itu untuk mendapatkan data diperoleh dari manajer dan karyawan pabrik tahu Sukun.
Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan data primer yang berupa kuisioner, wawancara, dan pengamatan (observasi) secara langsung. Selain itu digunakan juga data sekunder yang diperoleh secara langsung dari pihak lain dengan obyek penelitian guna mendukung data primer.
Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan secara deskriptif, karena dengan pendekatan secara deskriptif akan diketahui faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman perusahaan. Untuk menunjang metode diskriptif maka digunakan metode analisis SWOT. Pada analisis SWOT terjadi penilaian atau pembobotan terhadap kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari faktor internal dan faktor eksternal perusahaan.
Faktor eksternal yang menjadi peluang dalam pabrik tahu Sukun adalah jumlah tenaga kerja banya, banyaknya teknologi atau peralatan modern di toko-toko, dan jumlah penduduk makin tinggi. Selain itu, faktor eksternal yang menjadi ancaman adalah banyaknya persaingn usaha, banyaknya bahan makanan substitusi, perubahan selera konsumen, dan situasi perekonomian negara yang memburuk.
Faktor internal yang menjadi kekuatan dalam pabrik tahu Sukun adalah rasa, tekstur, ukuran, kemasan, permodalan kuat, lokasi usaha strategis, dan pengadaan bahan baku lancar. Dan faktor internal yang menjadi faktor kelemahan adalah penetapan harga jual tinggi, sifat tahu yang mudah rusak, promosi kurang, biaya input dan proses produksi tinggi.
Berdasarkan penilaian faktor straegi internal yang mempunyai nilai total 2,45 dan total dari penilaian faktor strategi eksternal 2,80 berdasarkan model matriks Internal-Ekternal yaitu strategi yang tepat untuk pabrik tahu Sukun adalah strategi pertumbuhan melalui integrasi horizontal dan strategi stabilitas yang terdapat pada sel V. Dimana pada sel V ini pabrik tahu sukun baik dalam penjualan, aset, keuntungan, atau kombinasi dari ketiganya harus melakukan kebijakan harga produk dengan cara menurunkan harga, mempertahankan kualitas produk, atau meningkatkan akses ke pasar yang lebih luas. Usaha yang dapat dilakukan adalah dengan cara meminimalkan biaya sehingga dapat meningkatkan keuntungan.

Dampak Berdirinya Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Pt.Mustika Sembuluh Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Sekita


Pembangunan di sektor pertanian pada tahapan tertentu akan membuat peluang pengembangan agribisnis yang cukup besar, karena bertumpu diatas landasan keunggulan komparatif dalam memproduksi berbagai bahan mentah berupa komoditas perkebunan, hortikultura, peternakan dan perikann serta peluang pasar baik dalam maupun luar negeri Peluang-peluang agribisnis yang tercipta akan menimbulkan stimulan terhadap investasi di bidang agribisnis, yang diikuti dengan berdirinya perusahan-perusahaan yang bergerak dibidang ini.
Berdirinya perusahaan-perusahaan di suatu daerah tertentu akan berpengaruh secara makro terhadap kondisi perekonomian nasional serta memiliki dampak terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitar perusahan-perusahan itu didirikan.
Sehubungan dengan uraian diatas, berdirinya PT Mustika Sembuluh sebagai salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berada di perbatasan antara Kabupaten Kotawaringin Timur dengan Kabupaten Seruyan Propinsi Kalimantan Tengah, tentu memiliki pengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat disekitar lokasi perkebunan PT. Mustika Sembuluh tersebut.
Perubahan yang terjadi akibat berdirinya perkebunan kelapa sawit akan menimbulkan hal-hal positif atau sebaliknya, akan menimbulkan hal-hal negatif yang justru merugikan masyarakat sekitarnya. Hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian ini.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui bagaimana kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar perusahaan sebelum dan sesudah berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh. (2) Untuk mengetahui dampak (positif/negatif) kehidupan sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat setelah berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh.
Untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar sebelum dan sesudah perusahaan didirikan dapat dilihat melalui indikator berupa: (a)Pendidikan (b) Kesehatan (c) Faselitas jalan utama (d) Sarana transportasi desa (e) Pekerjaan atau mata penceharian (f) Pendapatan
Untuk mengetahui dampak (positif/negatif) kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar setelah perusahaan didirikan dapat dilihat dari indikator berupa: (a) Perubahan interaksi sosial (b) Perubahan perilaku sosial (c) Perubahan perilaku ekonomi (d) Persepsi masyarakat terhadap lingkungan (e) Perubahan kepemilikan terhadap sumber daya alam (f) Perubahan pola bercocok tanam
Penelitian ini dilakukan di Desa ...Kecamatan Mentawa Baru Hilir Utara Kabupaten Kotawaringin Timur Propinsi Kalimantan Tengah. Metode penentuan daerah ini dilakukan secara sengaja (purposive).
Guna mencapai tujuan dalam penelitian ini, peneliti melakukan metode penelitian dengan teknik wawancara dan observasi secara langsung kepada 40 kepala keluarga dari Desa ...yang merupakan sampel yang telah ditentukan dengan cara purposive sampling. Data primer dan sekunder yang diperoleh akan dianalisa dengan menggunakan metode analisa data Deskriftif Kualitatif.
Hasil analisa Data menunjukan bahwa :
1.Keberadaan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh di Desa ...telah membawa perubahan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Pondok Damar.
2.Perubahan sosial yang terjadi setelah berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh terkait dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan kesehatan serta perubahan fasilitas jalan utama yang menambah frekuensi keluar-masuknya kendaraan umum menuju Desa Pondok Damar. Namun dilain sisi terdapat kekhawatiran masyarakat desa terhadap terkikisnya nilai-nilai budaya mereka dalam berinteraksi dengan masyarakat luar daerah.
3.Perubahan ekonomi masyarakat yang dapat dirasakan setelah berdirinya PT. Mustika Sembuluh adalah bertambahnya pendapatan, baik dari sektor pertanian maupun non pertanian karena terbukanya peluang lapangan kerja baru.
4.Prilaku sosial masyarakat Desa ...setelah berdirinya PT. Mustika Sembuluh, ternyata tidak mengalami pergeseran, terlihat dari masih eratnya sistem kekerabatan antara sesama warga dan masih dipegangnya kaidah-kaidah/aturan adat dalam kehidupan sehari-hari.
5.Kehadiran perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh membawa Dampak terhadap kehidupan sosial ekonomi bagi masyarakat Desa Pondok Damar, baik dampak positif maupun dampak negative. Dampak positif atas kehadiran PT. Mustika Sembuluh adalah mengurangi penganguran masyarakat desa, menciptakan lapangan kerja baru, menambah pendapatn rumah tangga serta menambah pengetahuan tentang budidaya kelap sawit, sedangkan dampak negatif yang dirasakan merugikan masyarakat diantaranya adalah lahan pertanian menjadi sempit, adanya pencemaran dari aktivitas kebun kelapa sawit serta berkurangnya tenaga kerja pertanian di desa.
Demikian hasil penelitian tentang dampak berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit (elaeis guineensis jacq) PT. Mustika Sembuluh terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitarnya. Semoga memiliki nilai manfaat besar bagi semua pihak.

Motivasi Petani Menabung Di Bank” (Studi Kasus Petani Penabung di BRI Unit ... Cabang ..


Pendirian lembaga keuangan di pedesaan merupakan implementasi dari dikeluarkannya kebijakan perbankan yang dikenal dengan Pakto 27 tahun 1988 yang bertujuan dalam pengerahan dana masyarakat melalui pengadaan kemudahan pembukaan kantor cabang bank di berbagai daerah khususnya di pedesaan.Hal tersebut mendorong sebagian petani di pedesaan untuk meggunakan jasa perbankan dalam mengamankan sebagian uangnya. Untuk itu penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui karakteristik petani yang menabung di BRI Unit ... Cabang ...; (2) Untuk mengetahui pengaruh faktor sosial ekonomi petani terhadap motivasi petani dalam menabung; (3) Untuk mengetahui bagaimana hubungan status sosial dan komoditas yang ditanam petani dengan motivasi petani dalam menabung; (4) Untuk mengetahui bagaimana hubungan bunga, hadiah dan pelayanan bank dengan motivasi petani dalam menabung.
Penelitian ini dilaksanakan di BRI Unit ... Cabang .... Data primer diperoleh dari responden petani yang melakukan transaksi penabungan/penarikan tabungan di bank. Metode sampling yang dilakukan adalah accidental sampling dengan mewawancarai nasabah petani yang ditemui di tempat penelitian sebanyak 40 orang. Data di analisis dengan analisa deskriptif, metode analisis regresi linear berganda dan analisis Chi Kuadrat.
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petani yang menabung di bank sebagai berikut: (1) Memiliki pendapatan rata-rata kurang dari Rp. 2.000.000,-/musim; (2) Komoditas yang ditanam meliputi tembakau, bawang merah, padi, dan jagung; (3) Memiliki luas lahan rata-rata 0,26 – 1,25 Ha; (4) Memiliki pendidikan rata-rata SD; (5) Berusia rata-rata 44 – 54 tahun; (6) Memiliki jumlah tanggungan keluarga rata-rata lebih dari 5 jiwa; (7) Memiliki pengalaman usahatani rata-rata lebih dari 27 tahun; (8) Rata-rata merupakan warga biasa; (9) Rata-rata memiliki motivasi menabung sedang berkisar antara 41 – 60 %. Faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi motivasi menabung adalah pendapatan petani dan pendidikan petani, makin tinggi pendapatan dan pendidikan seorang petani semakin tinggi pula motivasinya untuk menabung. Faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi menabung petani hanya pelayanan dari bank, bunga dan hadiah yang diberikan bank dan faktor sosial ekonomi status sosial dan komoditas yang ditanam tidak berhubungan dengan motivasi petani dalam menabung. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pihak bank terutama dalam segmentasi nasabah petani dalam usaha memasarkan produk perbankan

Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis Di Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman DIY


Penelitian dengan judul Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis di kecamatan Prambanan kabupaten Sleman propinsi Daerah Istimewa ..., bertujuan untuk mengetahui prospek pengembangan perdesaan berbasis agribisnis dan mengetahui faktor-faktor penghambat dan faktor-faktor pendorong baik secara internal maupun eksternal.Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif evaluatif, yang dilakukan dengan cara studi kasus. Sampel ditarik secara random untuk menentukan populasi sampel responden diambil dari unsur stakeholders pelaku agribisnis. Data diambil dengan cara observasi, studi pustaka, wawancara, indepth dan forum group discusion. Metode analisa kwalitatif dengan alat SWOT untuk menentukan strategi yang dikaji dari kekuatan – kelemahan, peluang – ancaman.

Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis di kecamatan Prambanan kabupaten Sleman peluang dan kekuatan memiliki nilai positif yang tinggi dibanding dengan kelemahan dan ancaman. Dengan demikian penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa Pengambangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis memiliki prospek yang cukup baik karena didukung oleh faktor tarnsportasi, pariwisata, kesadaran dari potensi SDM dan injeksi dari luar.
Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan untuk meningkatkan jalinan kerjasama antar stakeholders guna membangun jaringan pelaku injeksi yang senantiasa mampu melahirkan KSP-KSP baru untuk meningkatkan PADS.

Analisis Pemasaran Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) (Studi Kasus Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ...


Dalam rangka menghadapi persaingan golobal yang semakin kompetitif, pemasaran mempunyai peranan penting dalam meningkatkan daya saing produk. Pemasaran sebagai salah satu kegiatan agribisnis merupakan pilihan strategis pengembngan pertanian yang cukup strategis, karena hampir 70% penduduk Indonesia hidup dari sektor pertanianTanaman Nilam (Pogos cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang sangat penting bagi Indonesia, karena minyak yang dihasilkan merupakan komoditas ekspor yang cukup mendatangkan devisa Negara. Sebagai salah satu komoditas ekspor minyak nilam mempunyai prospek pasar yang sangat baik, karena dibutuhkan secara kontinyu dalam industri kosmetik, parfum, sabun dan lain-lain.
Perumusan masalah yang ingin diteliti dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana saluran pemasaran dan distribusi margin tanaman nilam, (2) Bagaimana fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan dan keuntungan yang diperole masing-masing lembaga pemasaran tanaman nilam, (3) Bagaimana integrasi pasar vertikal harga yang terjdi di Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ..., (4) Berapakah elastisitas transmisi harga tanaman nilam.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui saluran pemasaran dan distribusi margin tanaman nilam, (2) Untuk mengetahui fungsi-fungsi pemasaran dan keuntungan yang diperole masing-masing lembaga pemasaran tanaman nilam, (3) Untuk mengetahui integrasi pasar vertical yang terjadi di Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ..., (4) Untuk mengetahui elastisitas transmisi harga tanaman nilam.
Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) yang didasarkan atas pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu daerah sentra produksi tanaman nilam yaitu di Desa ... Kecamatan ... Kabupaten .... Responden adalah petani, pedangang tengkulak, pedagang besar dan penyuling.
Dalam penelitian ini jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperole langsung dari responden dengan jalan wawancara serta melakaukan pengatan lansung di lokasi penelitian. Sedangkan data sekunder di perole dari publikasi atau pustaka-pustakla instansi-instasi terkait yang dapat menunjang penelitian antara lain data monografi desa dan lainnya. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif dan analisis inferensia. Analisis deskriptif yaitu analisis data dengan menggambarkan kondisi atau profil Desa ..., fungsi-fungsi pemasaran dan lembaga-lembaga pemasaran yang turut serta dalam pemasaran tanaman nilam, sedangkan Analisis inferensia yaitu analisis data secara kuantitatif yang terdiri dari analisis margin pemasaran, distribusi margin pemasaran, share harga, keuntungan lembaga pemasaran, integrasi pasara vertikal dan elastisitas transmisi harga.
Hasil penelitian diperole bahwa terdapat dua saluran pemasaran di daerah peneliatian yaitu : 1) Petani – Pedagang Tengkulak – Pedagang Besar – Penyuling, 2) Petani – Pedagang Besar – Penyuling. Margin pemasaran dan share harga yang didapatkan bahwa pada saluran pemasaran pertama margin pemasaran yang didapatkan Rp 3.218,- per Kg dan share yang diterima petani (farmer’s share) sebesar 6,72 %. Pada saluran pemasaran ke dua didapatkan margin pemasaran sebesar Rp 2.984,- per Kg dan share yang diterima petani (farmer’s share) 9,82 %. Pada analisis integrasi vertikal, pada saluran pemasaran pertama antara petani dan tengkulak didapatkan nilai b sebesar 0,902 lebih kecil dari satu, maka terjadi monopoli penjualan antara petani dan tengkulak. Pada tengkulak dan pedagang besar didapatkan nilai b sebesar 1,029 lebih besar dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara tengkulak dan pedagang besar, sedangkan pada pedagang besar dan penyuling didapatkan nilai b sebesar 2,418 lebih besar dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara pedagang besar dan penyuling. Pada saluran pemasaran II integrasi pasar yang terjadi antara petani dan pedagang besar didapatkan nilai b sebesar 1,167 lebih dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara petani dan pedagang besar, dan pada pedagang besar dan penyuling didapatkan nilai b sebesar 1,058 lebih dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara pedagang besar dan penyuling.
Pada analisis elastisitas transmisi harga pada saluran pemasaran pertama natara petani (Pf) dan penyuling (Pr), diketahui fungsi harga pada penyuling Pr=2929,710+2,243Pf, maka didapatkan Elastisitas Transmisi harga (Et) sebesar 0,13. Pada analisis elastisitas transmisi harga pada saluran pemasaran kedua natara petani (Pf) dan penyuling (Pr), diketahui fungsi harga pada penyuling Pr=2563,292+2,295Pf, maka didapatkan Elastisitas Transmisi harga (Et) sebesar 2, 56.

Analisis Nilai Tambah Pemasaran Produk Ayam Pedaging Di Ex Karesidenan .


Penelitin ini dilakukan di Ex Karesidenan ... yang dilakukan mulai tanggal 30 Mei 2003 selama 4 bulan. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mengetahui perkembangan ayam pedaging di Ex Karesidenan .... 2) Mengetahui distribusi saluran pemasaran di ex. Karesidenan .... 3) Menganalisis adanya nilai tambah pemasaran produk ayam pedaging dan distribusinya.Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara acak sederhana (random sampling). Teknik pengambilan data yaitu dengan wawancara sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Sistem saliran pemasaran yang dilakukan di ex karesidenan ... adalah 1) Peternak  Pedagang Pengumpul  Pedagang Besar Konsumen 2) Peternak  Pedagang PengecerPedagang Besar Penjual Karkas  Konsumen akhir, 3) Peternak  Pedagang Pengecer  Penjual Karkas  Konsumen akhir. (2) Besarnya nilai tambah dari pengumpul ke pedagang besar sebesar Rp 900,-/ekor dari pedagang besar ke Penjual Karkas Rp 1.650/ekor dan dari penjual karkas ke konsumen akhir Rp 4.375/ekor,-. (3) Besarnya marjin pemasaran dari peternak samapi konsumen akhir sebesar Rp 7.575,-/ekor.

Analisis Curahan Tenaga Kerja Wanita Tani (Studi kasus pada wanita tani di Desa ... Kecamatan ... Kota ...)


Sektor pertanian di Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan pembangunan yaitu sebagai sumber kehidupan dan pendapatan petani dalam keluarga. Sektor pertanian apabila dikembangkan secara terus-menerus akan membawa dampak terhadap persoalan ketenaga-kerjaan terutama tenaga kerja wanita.Seperti diketahui sektor pertanian di Indonesia dianggap penting. Hal ini terlihat dari sektor pertanian terhadap penyediaan lapangan kerja, penyediaan pangan, dan penyumbangan devisa negara melalui eksport.
Wanita sebagai sumber insani mempunyai hak dan kewajiban serta kesempatan yang sama dengan pria dalam pembangunan di segala bidang. Disamping itu juga berperan mengembangkan generasi muda, terutama anak-anak dan remaja dalam pembangunan manusia seutuhnya. Wanita dalam kehidupan bermasyarakat disamping sebagai ibu rumah tangga juga sebagai tenaga kerja pencari nafkah baik untuk dirinya maupun keluarganya.
Dalam penelitian ini mengenai curahan tenaga kerja wanita tani rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
1.Kegiatan apa saja yang dilakaukan oleh wanita tani dalam sektor pertanian.
2.Faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi curahan tenaga kerja wanita tani di sector pertanian.
Tujuan
1.Untuk mendiskripsikan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh wanita tani dalam sekPtor pertanian
2.Untuk menganalisa faktor-faktor yang menpengaruhi curahan tenaga kerja wanita tani.
Kegunaan
1.Sebagai informasi mengenai keterkaitan penguasaan aktivitas pekerja wanita dalam sector pertanian.
2.Dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam megevakuasi perkembangan dan efektifitas serta perbaikan terus menerus dalam sector pertanian terutama mengenai tenaga kerja wanita tani.

Dalam penelitian ini menggunakan metode purposive ( sengaja ) yaitu: di Desa ... Kecamatan ... Kota ... karena di daerah tersebut para penduduknya banyak yang melakukan pekerjaan pada sektor pertanian.
Dalam pengumpulan data penelitian mengunakan data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dilokasi penelitian dengan instrument, observasi dan dokumentasi. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari literature, penelitian terdahulu dan instansi yang terkait serta ada hubungan dengan penelitian ini.
Untuk mendiskripsikan kegiatan yang dilakukan oleh wanita tani disektor pertanian dilakukan secara deskriptif. Dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menpengaruhi curahan tenaga kerja wanita tani disektor pertanian digunakan analisa leniear berganda. Melalui pengolahan data analisa regresi berganda didapatkan suatu persamaan regresi dengan variabel umur petani () jumlah anggota(),pendidikan wanita tani (), dan curahan tenaga kerja wanita tani (Y) sebagai berikut:

Y = 6, 576 – 0,147 + 0.236 – 0,258

Dari hasil analisa didapatkan juga nilai thitung berturut-turut untuk X1 sebesar –1, 483; X2 sebesar 2,896; X3 sebesar –2,506 sementar nilai F hitung sebesar 4,909; koefesien determinasi R2 sebesar 0,243 dan koefisien korelasi R sebesar 0,492 dan nilai a sebesar 6,576 menunjukkan rata-rata curahan tenaga kerja wanita tani dalam satu hari tanpa memperhitungkan pengaruh umur petani (),jumlah anggota keluarga (),pendidikan wanita tani (), selama 6, 576 jam/hari. Faktor X2 jumlah anggota keluarga dan X3 pendidikan wanita tani berpengaruh nyata terhadap curahan tenaga kerja wanita tani dan faktor X1 umur tidak berpengaruh nyata terhadap curahan tenaga kerja wanita tani.

Analisa Sosial Ekonomi Program Pengembangan Sapi Potong Dengan Sistem Gaduhan Di Kecamatan ... Kabupaten ...


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku petani ternak penggaduh dalam menjalankan usaha taninya dan mengetahui pengaruh faktor–faktor sosial ekonomi terhadap pendapatan peternak penggaduh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi Pemerintah sebagai bahan penentu kebijakan dalam melaksanakan pola kerja sama dengan petani ternak penggaduh sapi potong Kereman.Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan sengaja (purposive). Pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode acak sederhana (Simple Random Sampling) sebagak 45 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data yang terkumpul dianalisa secara Regresi Korelasi dengan dilakukan pengujian Koefisien Korelasi serta uji terhadap Koefisien garis Regresi dengan bantuan analisis berganda yang terdapat pada program SPSS for Windows.
Faktor – faktor sosial ekonomi yang terdiri dari tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga dan terhadap pendapatan peternak berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan peternak sapi potong, sehingga peningkatan faktor sosial ekonomi tersebut akan langsung berpengaruh terhadap pendapatan peternak. Dari hasil analisis statistik didapatkan model regresi Y = 206588,35 + 41000,546X1 +84985,772X2 + 21296,774X3 dengan angka signifikan untuk seluruh variabel independent yang dimasukkan dibawah 0,05. Oleh karena itu ketiga variabel tersebut secara bersama – sama berpengaruh terhadap dependent variabel yaitu pendapatan peternak, sehingga untuk memprediksi besarnya pendapatan peternak dapat menggunakan model Regresi tersebut.
Hasil studi ini menyarankan untuk meningkatkan pendapatan peternak sapi Kereman sistem gaduhan, maka faktor-faktor sosial ekonomi yang melekat pada diri peternak juga harus ditingkatkan. Perlu adanya penyuluhan tentang usaha sapi potong Kereman beserta demonstrasi plot (Demplot) guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak sehingga transfer teknologi dapat diserap langsung khususnya oleh peternak yang kurang berpengalaman.

×
Informasi Judul Koleksi Terbaru di
http://www.tesis-ilmiah.com/

Anda ingin download daftar judul tesis dan skripsi terbaru dan lengkap silahkan klik download

Dapatkan file lengkap dalam format ms-word (*.doc) Mulai Bab I s/d Bab V dan Daftar Pustaka , untuk judul tersebut diatas.

Semua itu anda bisa dapatkan secara Cuma-Cuma alias GRATISSSSSS.Anda hanya mengganti biaya pengetikan sebesar Rp. 125.000,- per judul (kecuali bidang pendidikan Rp. 250.000 atau klik disini dan teknik Rp. 150.000,- per judul) dan file-filenya akan kami kirimkan lengkap. (Mulai Bab I s/d Bab V dan Daftar Pustaka).

Caranya? Lakukan pemesanan via SMS dengan mengetik judul yang diinginkan, kirim ke nomor 081 334 852 850. atau ke e-mail tesis_skripsi@yahoo.com

Lakukan transfer jasa pengetikan via bank

Bank Mandiri
No. Rekening 144-00-1031019-8
a.n. Oskar Dedik Cristiawan

Bank BNI

No. Rekening 0182628639
a.n. Oskar Dedik Cristiawan

Bank BRI

No. Rekening 0051-01-072962-50-0
a.n. Oskar Dedik Cristiawan

bank BCA
No.Rekening 3180280374
a.n. Oskar Dedik Cristiawan

Tambahkan angka unik disetiap transfer, misalnya anda akan melakukan transfer Rp. 125.000 maka silahkan tambahkan angka unik dibelakang seperti menjadi Rp. 125.200.Angka unik ini kami gunakan sebagai identifikasi transfer yang anda lakukan. untuk menentukan angka unik terserah anda, tapi kami sarankan gunakan tiga angka terakhir nomor hp anda.

Setelah melakukan transfer, konfirmasikan via sms.

File-file akan kami kirimkan via e-mail LENGKAP, dan jika menghendaki pengiriman dilakukan dengan jasa pengiriman, maka ada penambahan ongkos kirim sebesar Rp. 30.000,-Jika anda ingin melihat judul-judul lain yang ada di database kami, kunjungi website kami:http://www.tesis-ilmiah.co.cc

silahkan lihat keterangan tentang CARA MENDAPATKAN FILE diatas.

Dapatkan informasi judul-judul manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen akuntansi, manajemen pendidikan LENGKAP hanya di http://www.ilmiahmanajemen.blogpsot.com/

Kunjungi juga web kami di
http://www.ilmiahpertanian.blogspot.com/
http://www.ilmiahekonomi.blogspot.com/
http://www.tesis-ilmiah.blogspot.com/
http://www.tesis-ilmiah.com/
http://www.ilmiahmanajemen.blogspot.com/

Koleksi Judul TERBARU
hanya di www.ilmiahilmu.blogspot.com

Informasi SKRIPSI LENGKAP hanya di
http://www.skripsi-ilmiah.blogspot.com/

Anda ingin download daftar judul tesis dan skripsi terbaru dan lengkap silahkan klik download