Hubungan Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Sikap Guru Terhadap Pekerjaan dengan Kompetensi Profesional Guru Matematika SMP Negeri di Kabupaten ....


ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang hubungan antara (1) kepemimpinan kepala sekolah dengan kompetensi profesional guru, (2) sikap guru terhadap pekerjaan dengan kompetensi profesional guru, dan (3) kepemimpinan kepala sekolah dan sikap guru terhadap pekerjaan dengan kompetensi profesional guru.
Hipotesis yang diuji adalah: (1) terdapat hubungan positif antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kompetensi profesional guru, (2) terdapat hubungan positif antara sikap guru terhadap pekerjaan dengan kompetensi profesional guru, dan (3) terdapat hubungan positif antara kepemimpinan kepala sekolah dan sikap guru terhadap pekerjaan dengan kompetensi profesional guru.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Populasi target dalam penelitian adalah seluruh guru SMP Negeri se-Kabupaten ..., sedangkan populasi terjangkau adalah para guru matematika yang berjumlah 165 orang. Jumlah sampel penelitian sebanyak 45 orang dengan menggunakan teknik Stratified Random Sampling.
Teknik pengambilan data untuk variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) dan sikap guru terhadap pekerjaan (X2) menggunakan kuesioner model skala Likert. Sedangkan untuk variabel kompetensi profesional guru (Y) menggunakan tes. Analisis reliabilitas untuk variabel X1 dan X2 dihitung dengan rumus Alpha Cronbach, dimana nilai reliabilitas untuk variabel X1 sebesar rii = 0,9064 dan untuk variabel X2 sebesar rii = 0,9032.
Data dianalisis dengan statistik deskriptif. Pengujian persyaratan statistik meliputi pengujian normalitas menggunakan uji Lilliefors dan pengujian homogenitas menggunakan uji Bartleth. Hasil pengujian persyaratan statistik menunjukkan bahwa data dari ketiga variabel berdistribusi normal dan bersifat homogen. Pengujian hipotesis meliputi pengujian hipotesis pertama dan kedua menggunakan analisis korelasi dan regresi linear sederhana, sedangkan pada hipotesis ketiga menggunakan analisis korelasi dan regresi linear ganda. Uji keberartian menggunakan uji t dan uji F pada taraf signifikansi a = 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, terdapat hubungan positif yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kompetensi profesional guru, dengan persamaan regresi linear • = -17,42 + 0,33 X1 dan koefisien korelasi ry1 = 0,51 pada taraf a = 0,05. Kedua, terdapat hubungan positif yang signifikan antara sikap guru terhadap pekerjaan dengan kompetensi profesional guru, dengan persamaan regresi linear • = -24,27 + 0,46 X2 dan koefisien korelasi ry2 = 0,62 pada taraf a = 0,05. Ketiga, terdapat hubungan positif yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dan sikap guru terhadap pekerjaan dengan kompetensi profesional guru, dengan persamaan regresi • = -34,20 + 0,15 X1 + 0,36 X2 dan koefisien korelasi Ry.12 = 0,65 pada taraf a = 0,05.
Hasil penelitian ini diharapkan berguna dalam upaya perbaikan kompetensi profesional guru, mengingat hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kepemimpinan kepala sekolah dan sikap guru terhadap pekerjaaan secara signifikan mampu meningkatkan kompetensi profesional guru.

Analisis Kebutuhan Pendidikan Multikultural Berbasis Kompetensi Pada Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di kota Mataram.


ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan Standar Kompetensi Minimal (SKM) yang terdiri dari Kompetensi Standar dan Kompetensi Dasar yang memungkinkan pebelajar dapat mengapresiasi dan menghormati pluralisme budaya (cultural diversity). Bentuk akhir dari hasil penelitian ini adalah sebuah kisi-kisi silabus tentang pendidikan multikultural yang sesuai dengan kebutuhan akademik dan sosio-kultural siswa.
Penelitian ini merupakan suatu analisis kebutuhan dengan desain analisis faktor multi variabel dan dilaksanakan di Kota Mataram, SLTP Negeri 2 Mataram, SLTP Negeri 3 Mataram, SLTP Negeri 14 Mataram, dengan melibatkan 8 orang ahli/ pakar, 338 orang siswa, dan 108 orang guru sebagai sampel penelitian. Berdasarkan angka loading factor antar variabel, rumusan kompetensi standar dan kompetensi dasar pendidikan multikultural disepakati para ahli, rumusan tersebut sudah relevan dengan kebutuhan akademik sosial siswa SLTP dan rumusan materi pendidikan multikultural dapat mendukung ketercapaian kompetensi standar dan kompetensi dasar. Lebih lanjut penelitian ini menemukan, materi pendidikan multikultural dapat dintegrasikan pada mata pelajaran yang lain dan juga dapat dintegrasikan melalui kegiatan sehari-hari dan kegiatan yang terprogram dengan jelas.
Akhirnya disimpulkan, temuan penelitian ini mengindikasikan pendidikan multikultural perlu diberikan pada siswa SLTP karena relevan dengan kebutuhan akademik sosial siswa yang berinteraksi dalam masyarakat multikultur.

“Pengembangan model pendidikan berbasis kompetensi di ......”.


Era globalisasi dewasa ini dan di masa datang sedang dan akan mempengaruhi perkembangan sosial budaya masyarakat muslim Indonesia umumnya, atau pendidikan Islam, termasuk pondok pesantren khususnya. Bahwa masyarakat muslim tidak bisa menghindarkan diri dari proses globalisasi tersebut, apalagi jika ingin survive dan berjaya di tengah perkembangan dunia yang kian kompetitif di masa kini dan masa depan.

Dilihat dari tuntutan internal dan tantangan ekternal global, maka keunggulan-keunggulan yang mutlak dimiliki bangsa dan Negara Indonesia adalah penguasaan atas sains dan teknologi dan keunggulan kualitas sumberdaya manusia (SDM). Penguasaan sains dan teknologi, sebagaimana terlihat dalam pengalaman banyak Negara seperti Amirika Serikat, Jepang, Jerman dan sebagainya, menunjukkan bahwa sains-teknologi merupakan salah satu faktor terpenting yang menghantarkan Negara-negara tersebut kepada kemajuan.
Sesuai dengan tujuan pembangunan Indonesia untuk mewujudkan manusia yang sejahtera lahir batin, maka penguasaan atas sains dan teknologi memerlukan perspektif etis dan panduan moral. Sebab, seperti juga terlihat dalam pengalaman Negara-negara maju, kemajuan dan penguasaan atas sains-teknologi yang berlangsung tanpa perspektif etis dan bimbingan moral akan menimbulkan berbagai konsekuensi dan dampak negatif, yang membuat manusia semakin jauh dari axis, dari pusat eksistensial-spritualnya. Ini pada gilirannya menciptakan masalah-masalah kemanusiaan yang cukup berat, diantaranya krisis nilai-nilai etis, dislokasi, alienasi, kekosongan nilai-nilai rohaniah, dan sebagainya.
Mempertimbangkan kenyataan ini, pengembangan dan penguasaan sains­teknologi di Indonesia seyogyanya berlandaskan pada wawasan moral dan etis, Indonesia mempunyai sejumlah modal dasar yang memadai untuk mewujudkan cita-cita ini. Diantara modal dasar terpenting adalah kenyataan bahwa rakyak dan bangsa Indonesia adalah umat yang agamis, yang sangat menghormati ajaran­ajaran agama.
Peningkatan antusiasme keberagamaan itu pada gilirannya juga menimbulkan perkembangan-perkembangan baru pula terhadap pondok pesantren, selama ini pondok pesantren dikenal sebagai lembaga pendidikan tradisional Islam yang telah turut membina dan mengembangkan SDM untuk mencapai keunggulan (excellence), meski selama ini dapat dikatakan relative “terbatas” pada bidang sosial keagamaan. Sebagai lembaga pendidikan Islam pondok pesantren sepanjang sejarahnya telah berperan besar dalam upaya-upaya meningkatkan kecerdasan dan martabat manusia. (Azra, 2000:47)
Sejak zaman penjajah, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat, eksistensinya telah mendapat pengakuan masyarakat. Ikut terlibat dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, tidak hanya dari segi moril, namun telah pula ikut serta memberikan sumbangsih yang cukup signifikan dalam penyelenggaraan pendidikan. Sebagai pusat pengajaran ilmu-ilmu agama Islam (tafaqquh fiddin)telah banyak melahirkan ulama, tokoh masyarakat, muballigh, guru agama yang sangat dibutuhkan masyarakat. Hingga kini pondok pesantren tetap konsisten melaksanakan fungsinya dengan baik, bahkan sebagian telah mengembangkan fungsinya dan perannya sebagai pusat pengembangan masyarakat. (Depag RI, 2003a:1)
Tugas pokok yang dipikul pondok pesanten selama ini pada esensinya adalah mewujudkan manusia dan masyarakat muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt, dalam kaitan ini secara lebih khusus lagi, pondok pesantren bahkan diharapkan berfungsi lebih dari pada itu; ia diharapkan agar memikul tugas yang tak kalah pentingnya, yakni melakukan reproduksi ulama’. Dengan kualitas keislaman, keimanan, keilmuan dan akhlaknya, para santri diharapkan mampu membangun dirinya dan masyarakat sekelilingnya. Di sini, para santri diharapkan dapat memainkan fungsi ulama; dan pengakuan terhadap keulamaan mereka biasanya pelan-pelan tapi pasti datang dari masyarakat. Selain itu juga pondok pesantren juga bertujuan untuk menciptakan manusia Muslim mandiri-- dan ini kultur pondok pesantren yang cukup menonjol yang mempunyai swakarya dan swadaya.
Dalam menghadapi era globalisasi dan informasi pondok pesantren perlu meningkatkan peranannya karena Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw sebagai agama yang berlaku seantero dunia sepanjang masa. Ini berarti ajaran Islam adalah global dan melakukan globalisasi untuk semua. (surat al-Hujurat:13) kunci dari ayat diatas yakni setiap persaingan yang keluar sebagai pemenang adalah yang berkualitas, yaitu memiliki iman-takwa, kemampuan, ilmu pengetahuan, teknologi dan ketrampilan (Rahim, 2001:160). Disinilah peran pondok pesantren perlu ditingkatkan, tuntutan globalisasi tidak mungkin dihindari. Maka salah satu langkah bijak, kalau tidak mau dalam persaingan, adalah mempersiapkan pondok pesantren agar “tidak ketinggalan kereta”.
Azyumardi Azra (2000:48) mengatakan dengan demikian, keunggulan SDM yang ingin dicapai pondok pesantren adalah terwujudnya generasi muda yang berkualitas tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek afektif dan psikomotorik. Tetapi, memandang tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa dan upaya dalam penguasaan sains-teknologi untuk turut memelihara momentum pembangunan, muncul pemikiran dan gagasan untuk mengembangkan pondok pesantren sekaligus sebagai wahana untuk menanamkan apresiasi, dan bahkan bibit-bibit keahlian dalam bidang sains-teknologi. Selain itu, pengembangan pesantren kearah ini tidak hanya akan menciptakan interaksi dan integrasi keilmuan yang lebih intens dan lebih padu antara “ilmu-ilmu agama” dengan “ilmu-ilmu umum”, termasuk yang berkaitan dengan sains-teknologi. Dalam kerangka ini, SDM yang dihasilkan pondok pesantren diharapkan tidak hanya mempunyai perspektif keilmuan yang lebih integrative dan komprehensif antara bidang ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu keduniaan tetapi juga memiliki kemampuan teoritis dan praktis tertentu yang diperlukan dalam masa industri dan pasca industri.
Berkaitan dengan hal tersebut, Mulyasa (2002:vi) mengatakan bahwa peserta didik (santri) harus dibekali dengan berbagai kemampuan sesuai dengan tuntutan zaman dan reformasi yang sedang bergulir, guna menjawab tantangan globalisasi, berkontribusi pada pembangunan masyarakat dan kesejahteraan sosial, lentur, dan adaptif terhadap berbagai perubahan.
Tantangan globalisasi pada satu pihak, dan kebutuhan menciptakan SDM unggul khususnya dalam sains dan teknologi sehingga mampu mendapatkan tempatnya dalam perkembangan dewasa ini dan masa mendatang di pihak lain, sesungguhnya menempatkan pondok pesantren ke dalam dilema yang sulit.
Permasalahan seputar pengembangan model pendidikan pondok pesantren dalam hubungannya dengan peningkatan kualitas sumberdaya manusia (human resources) merupakan isu aktual dalam arus perbincangan kepesantrenan kontemporer. Maraknya perbincangan mengenai isu tersebut tidak bisa dilepaskan dari realitas empirik keberadaan pesantren dewasa ini kurang mampu mengoptimalisasi potensi yang dimilikinya. Setidaknya terdapat dua potensi besar yang dimiliki pesantren yaitu potensi pendidikan dan pengembangan masyarakat .
Khusus dalam bidang pendidikan, misalnya, pesantren dapat dikatakan kalah bersaing dalam menawarkan suatu model pendidikan kompetitif yang mampu melahirkan out put (santri) yang memiliki kompetensi dalam penguasaan ilmu sekaligus skill sehingga dapat menjadi bekal terjun kedalam kehidupan sosial yang terus mengalami percepatan perubahan akibat modernisasi yang ditopang kecangihan sains dan teknologi. Kegagalan pendidikan pesantren dalam melahirkan sumberdaya santri yang memiliki kecakapan dalam bidang ilmu-ilmu keislaman dan penguasaan teknologi secara sinergis berimplikasi terhadap kemacetan potensi pesantren kapasitasnya sebagai salah satu agents of social change dalam berpartisipasi mendukung proses transformasi sosial bangsa. (Masyhud, 2003: 17).
Di kalangan pondok pesantren sendiri, setidaknya sejak dasawarsa terakhir telah muncul kesadaran untuk mengambil langkah-langkah tertentu guna meningkatkan kualitas SDM yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan transformasi sosial (pembangunan). Dari sinilah timbul berbagai model pengembangan SDM, baik dalam bentuk perubahan “kurikulum” pondok pesantren yang lebih berorientasi kepada “kekinian”, atau dalam bentuk kelembagaan baru semacam “pesantren agribisnis”, atau sekolah-sekolah umum di lingkungan pondok pesantren, dan Bahkan di beberapa pondok pesantren telah mengadopsi dengan teknologi maju, sudah mengajarkan berbagai macam teknologi yang berbasis keahlian dan pendidikan ketrampilan yang mengarah pada pendidikan profesi.
Penekanan pada bidang ketrampilan ini pondok pesantren semakin dituntut untuk self supporting dan self financing. Karena itu banyak pondok pesantren di antaranya seperti di ...... mengarahkan para santrinya untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan vocational dalam usaha-usaha agribisnis yang mencakup pertanian tanaman pangan, peternakan, perikanan, kehutanan pengembangan industri dan sebagainya. Bahkan ...memiliki beberapa unit usaha sebagai wahana pembelajaran ketrampilan Melalui kegiatan ketrampilan ini minat kewirausahaan para santri dibangkitkan, untuk kemudian diarahkan menuju pengembangan pengelolaan usaha-usaha ekonomi bila sang santri kembali ke masyarakat.
Berdasarkan hal tersebut maka santri ...dituntut harus memiliki kompetensi Skill, Knowledge dan Ability (SKA) atau competency SKA-based resources development yaitu kemampuan santri yang mampu memenuhi kebutuhan di era industri.
Berangkat dari uraian diatas maka tertarik untuk meneliti: “Pengembangan model pendidikan berbasis kompetensi di ......”

Hubungan Antara Kepemimpinan Dan Kedisiplinan Terhadap Motivasi Kerja Pegawai Pada MTs.N Pulosari Ngunut Tulungagung ... (72)


Tujuan dari penelitian ini adalah :1). untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi motivai kerja pegawai pada Madrasah Tsanawiyah Negeri Pulosari Ngunut Tulungagung; 2). untuk mengetahui faktor mana di antara faktor-faktor yang mempengarui motivasi kerja tersebut yang pengaruhnya paling tinggi.
Populasi penelitian ini adalah semua pegawai pada Madrasah Tsanawiyah Negeri Pulosari Ngunut Tulungagung yang berjumlah 45 orang.
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1). Motivasi kerja pegawai pada Madrasah Tsanawiyah Negeri Pulosari Ngunut Tulungagung dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan dan faktor kedisiplinan; 2). Pengaruh faktor kepemimpinan lebih besar dari pada pengaruh kedisiplinan terhadap motivasi kerja pegawai pada Madrasah Tsanawiyah Negeri Pulosari Ngunut Tulungagung.
Metode analisa yang digunakan untuk menguji hipotesis tentang hubungan antara variabel tergantung motivasi kerja dengan variabel bebas kepemimpinan dan kedisiplinan adalah regresi Linier Berganda.
Hasl dari penelitian ini menunjukan bahwa : 1). Kepemimpinan dan kedisiplinan berpengaruh secara nyata terhadap motivasi kerja pegawai pada Madarasah Tsanawiyah Negeri Pulosari Ngunut Tulungagung. Hal ini ditunjukan oleh besarnya nilai t-hitung dari koefisien regresi untuk kedua variabel bebas tersebut. Nilai t-hitung pada taraf signikansi 5% atau pada tingkat kepercayaan 95% untuk koefisien regresi variabel kepemimpinan adalah2,758 sedangkan untuk t-hitung dari koefisien regresi variabel kedisiplinan adalah 4,621. Padahal nilai t-tabel hanya sebesar 2,021, dengan demikian nilai t-hitung lebih besar dari pada nilai t-tabel yang mengakibatkan hipotesa utam diterima. Kesimpulan ini juga didukung oleh besarnya niali F-hitung yang lebih besar dibandingkan dengan besarnya nilai F-tabel, dimana besarnya F-hitung adalah 14,709 sedangkan nilai F-tabel adalah 3,22 pada taraf signifikansi 5% atau tingkat kepercayaan 95%. 2) Faktor kedisiplinan mempunyai pengaruh lebih besar dibandingkan dengan faktor kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai pada Madrasah Tsanawiyah Negeri Pulosari Ngunut Tulungagung.
Hal ini dibuktikan dari hasil analisa dimana nilai koefisien regresi variabel kedisiplinan lebih besar dibandingkan dengan nilai koefisien regresi variabel kepemimpinan, dimana koefisien regresi Variabel kedisiplinan adalah 0,671 sedangkan koefisien regresi variabel kepemimpinan hanya 0,480X1.
Kondisi yang telah berlangsung di Madrasah Tanawiyah Negeri Pulosari Ngunut perlu dijaga dan ditingkatkan agar motivasi dan kedisiplinan yang ada pada pegawai Madrasah Tsanawiyah Negeri Pulosari Ngunut Tulungagung.
Suasana hubungan komunikasi yang lebih harmonis perlu diciptakan baik antara pimpinan dan bawahan maupun antar sesame bawahan. Hubungan semacam ini sangat besar pengaruhnya terhadap para pegawai, karena pada hakekatnya bawahan tidak segan-segan untuk meminta pertimbangan atau saran maupun petunjuk-petunjuk yang dapat menunjang kelancaran tus pekerjaan, sehingga tercapai kinerja yang memuaskan.
Apabila faktor motivasi kerja ingin ditingkatkan, maka perlu adanya dukungan faktor kepemimpinan dan kedisiplinan berpengaruh (positip) terhadap motivasi kerja.

GAYA KEPEMIMPINAN SITUASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SMU NEGERI I ... KABUPATEN ...


INTISARI
Penelitian ini dilakukan di SMU Negeri I Magrtan kabupaten .... Tujuan penelitian ini untuk : (1) mengetahui faktor-faktor perilaku mengarahkan, perilaku membimbing, perilaku mendukung, perilaku pendelegasian terhadap profesionalisme, (2) menganalisis factor yang paling dominan terhadap profesionalisme.Pendekatan dalam peneltian ini menggunakan explanatory research dengan metode survey. Variabel independen gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah terdiri dari perilaku mengarahkan, membimbing, mendukung, dan mendelegasikan wewenang. Sedangkan variabel terikat adalah profesionalisme guru dengan memperhatikan kondisi tenaga guru di SMU Negeri I ... Kabupaten ..., maka yang menjadi responden penelitian ini seluruh guru di lembaga yaitu 68 orang guru, berarti penelitian ini menggunakan penelitian populasi. Dengan data terkumpul melalui teknik angket, wawancara survey dan dokumenter. Selanjutnya analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian menyatakan bahwa gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah dilihat dari perilaku mengarahkan, membimbing, mendukung, dan perilaku pendelegasian memiliki hubungan yang positif dalam memotivasi bawahannya untuk dapat meningkatkan profesionalisme guru di SMU Negeri I ... Kabupaten ..., bahwa perilaku mengarahkan (X1), membimbing (X2), mendukung (X3) dan pendelegasian (X4) secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang posititif terhadap profesionalisme guru. Sedangkan factor yang paling dominan adalah perilaku mendukung terhadap profesionalisme guru.

Strategi Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di Madrasah ‘Aliyah Negeri 01 Tulungagung … (54)


Tujuan penelitian ingin mengetahui peluang yang dihadapi oleh Madrasah ‘Aliyah Negeri 1 Tulungagung. Selanjutnya mengetahui dan menganalisa strategi peningkatan mutu/ kualitas pendidikan secara profesional di Madrasah ‘Aliyah Negeri 1 Tulungagung dalam menghadapi era globalisasi dan persaingan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Disamping itu digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan di lingkungan Madrasah ‘Aliyah Negeri 1 Tulungagung.
Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan explanatory research dengan metode kwalitatif mengingat hasil yang dicapai berupa deskripsi strategi peningkatan mutu / kualitas pendidikan di Madrasah ‘Aliyah Negeri 1 Tulungagung. Daya yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder dengan sumber data beraasal dari Kepala Sekolah, pejabat teras lainnya serta dokumen-dokumen yang sah milik Madrasah ‘Aliyah Negeri 1 Tulungagung dengan yang terkumpul melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data menggunakan analisa deskriptif dengan analisis SWOT untuk mengetahui pe-luang yang dapat diketahui untuk waktu yang akan datang, disamping memahami semua ke-kuatan, kelemahan, ancaman dan peluang yang dihadapi.
Setelah melalui kajian analisis yang representatif dengan SWOT, maka hasil peneli-tian menyatakan bahwa untuk melakukan optimalisasi peluang bagi Madrasah ‘Aliyah Negeri 1 Tulungagung perlu penjabaran yang luas tentang operasional kebijakan pemerintah yang menjadi dasar pijakan Madrasah ‘Aliyah Negeri 1 Tulungagung. Memanfaatkan kesempatan meraih siswa yang berkualitas dengan prestasi yang telah dicapai sekolah dan tersedianya sarana prasarana yang memadai.
Strategi yang digunakan untuk mengembangkan MAN 1 Tulungagung ini dipakai langkah-langkah sebagai berikut : 1) Melakukan strategi agresif menjemput bola di dalam mendapatkan siswa yang berkualitas, 2) Melakukan strategi keseimbangan antara sekolah dengan mengusahakan keseimbangan antara sekolah dengan siswa dan mengurangi friksi dan menjalin kerja sama yang baik, 3) Melakukan strategi diversifkasi dengan menciptakan jringan kerja antar lembaga sekolah dan lembaga dibawahnya, 4) Menciptakan strategi defensif (pertahanan) terhadap kondisi dalam menghadapi era globalisasi dan persaingan lainnya.

STRATEGI PENINGKATAN KUALIFIKASI GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN MELALUI PENDIDIKAN FORMAL DAN NON FORMAL


INTISARI
Penelitin ini dilakukan di SMK Negeri 1 ... .... Tujuan penelitian ini adalah : 1) Menganalisis stategi peningkatan kualifikasi guru sekolah menengah kejuruan di lingkungan SMK Negeri 1 ... Kecamatan ... Kabupaten .... 2) Mengetahui tingkat pendidikan formal dan Non Formal guru sekolah menengah kejuruan di lingkungan SMK Negeri 1 ... Kecamatan ... Kabupaten .... 3) Apakah ada hubungan antara strategi peningkatan kualifikasi guru sekolah menegah kejuruan dengan pendidikan formal dan Non Formal di lingkungan SMK Negeri 1 ... Kecamatan ... Kabupaten ....

Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan data yaitu dengan wawancara sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Strategi untuk meningkatkan kualifikasi guru sekolah dasar melalui pendidikan formal di lingkungan SMK Negeri 1 ... ... dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : a) Mengembangkan strategi peningkatan kualifikasi guru SMK Negeri 1 ... ... dengan memberikan kesempatan dan peluang jabatan, penyesuaian golongan, pangkat, kesejahteraan, b) Mengembangkan strategi kerjasama dalam melakukan peningkatan kualifikasi dengan berbagai lembaga yang yang relevan untuk menghadapi persaingan global, c) Menciptakan keseimbangan sumber daya guru yang profesional dengan beban tugas, disiplin kerja serta kesejahteraan guru, d) Melakukan strategi bertahan terhadap kondisi yang ada dalam menciptakan suasana kondusif.(2) Kondisi guru dilihat dari tingkat pendidikan rata-rata masih berpendidikan Sarjana (S-1). dalam proses perkembangannya banyak yang baru saja selesai menempuh pendidikan formal Sarjana (S1) namun tidak sesuai dengan bidang study yang diajarkanya .(3) Berdasarkan hasil analisis Diskriftif ternyata variabel keuntungan, variabel kelemahan, variabel hambatan memiliki hubungan yang positif terhadap peningkatan kualifikasi guru sekolah dasar di lingkungan SMK Negeri 1 ... .... Berarti perlunya menciptakan suasana konduksif untuk mengembangkan kualifikasi guru SMK Negeri 1 ... .... Kecuali untuk variabel kesempatan tidak memiliki hubungan yang positif terhadap peningkatan kualifikasi guru di lingkungan SMK Negeri 1 ... ....

Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil Di Smp Negeri 1 Wates Kabupaten Kediri ... (43)


Tujuan penelitian adalah 1) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh kepemimpinan terhadap prestasi kerja pegawai negeri sipil di SMP Negeri 1 Wates kabupaten Kediri. 2) Untuk mengetahui apakah pengkoordinasian paling dominan pengaruhnya terhadap prestasi kerja pegawai negeri sipil di SMP Negeri 1 Wates kabupaten Kediri.

Populasinya adalah, semua pegawai negeri sipil yang ada di SMP Negeri 1 Wates sebanyak 48 orang, sedangkan yang digunakan adalah 23 orang, yang terdiri dari 1 Kepala Sekolah, 5 tenaga tata usaha yaitu 1 kepala tata usaha, 2 bagian kepegawaian, 3 bagian persuratan, 4 bagian gudang dan keamanan sekolah, 5 bagian pendataan siswa dan ijazah, dan 5 orang sebagai kaur Umum, yaitu 1 bagaian Kesiswaan, 2 bagian Kurikulum, 3 Kehumasan, 4 bagian Wakil Kepala Sekolah pagi, dan 5 bagian Wakil Kepala Sekolah siang. Sedangkan 7 koordinator bidang studi ; Agama kelas 1,2,3, PPKn kelas 1, bahasa Indonesia kelas 1,2, matematika kelas 1,2, bahasa Inggris kelas 1,2, IPS kelas 2, dan IPA kelas 1,2 .

Hipotesis yang diajukan adalah kepemimpinan berpengaruh positif terhadap prestasi kerja pegawai negeri sipil di SMP Negeri 1 Wates kabupaten Kediri, dan diduga pengkoordinasian berpengaruh paling dominan terhadap prestasi kerja pegawai negeri sipil di SMP Negeri 1 Wates kabupaten Kediri.

Teknis analisis data untuk menguji hipotesis adalah Regresi berganda dengan Path Analysis. Hasil analisis yang didapatkan : 1) Kepemimpinan berpengaruh positif terhadap prestasi kerja pegawai negeri sipil di SMP Negeri 1 Wates kabupaten Kediri. Hal ini ditunjukkan dengan angka R ( Koefisien Ditermniasi ) rata-rata 0,902 yang berarti bahwa 90,2 % perstasi kerja pegawai negeri sipil di SMP Negeri 1 Wates kabupaten Kediri dipengaruhi oleh factor kepemimpinan, sedangkan sisanya 9,8 & prestasi kerja tersebut dipengaruhi oleh factor yang lain selain kepemimipinan. 2) Pengkoordinasian paling dominan pengaruhnya terhadap prestasi kerja pegawai negeri sipil di SMP Negeri 1 Wates kabupaten Kediri juga diterima. Hal ini disebabkan oleh indicator variable kepemimpinan (X4 atau pengkoordinasian) memiliki angka angka signifikan paling kecil terhadap Y1,Y2,Y3,Y4,Y5, dan Y6, disbanding indicator lain dalam variable kepemimpinan.

Kepemimipinan dan kondisi lingkungan kerja yang ada di SMP Negeri 1 Wates kabupaten Kediri perlu tetap dipertahankan dan ditingkatkan agar prestasi kerja para pegawai negeri sipil dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA GURU SMA NEGERI I ... (Studi di Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kabupaten ...)


Ringkasan
Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui ipengaruh faktor motivasi berupa kkarakteristik individu terhadap kinerja guru, 2) Untuk mengetahui faktor motivasi berupa karakteristik pekerjaan terhadap kinerja guru, 3) Untuk mengetahui faktor motivasi berupa karakteristik situasi kerja terhadap kinerja guru, 4) Untuk mengetahui pengaruh factor-faktor motivasi secara bersama-sama terhadap kinerja guru.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey (Survey Research) dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling yaitu Sampel penelitian diambil secara keseluruhan dsari Guru di Lingkungan SMA Negeri I ... .... Tehnik pengumpulan data adalah kuestioner dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan : Analisis Deskriptif dan Analisis Regresi Linera Berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Faktor motivasi karakteristik individu memiliki pengaruh yang sangat nyata terhadap kinerja guru SMA Negeri I ..., 2) Faktor motivasi karakteristik pekerjaan memiliki pengaruh yang sangat nyata terhadap kinerja guru SMA Negeri I ..., 3) Faktor motivasi karakteristik situasi kerja tidak memiliki pengaruh yang nyata terhadap kinerja guru SMA Negeri I ..., 4) Ketiga factor motivasi dengan karakteristik masing-masing memiliki pengaruh yang nyata terhadap kinerja Guru SMA Negeri I ....

Evaluasi Peningkatan Mutu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Melalui Pengembangan Profesionalisme Guru Dalam Bentuk MGMP Di SMA Negeri I ....


RINGKASAN
Pendidikan yang berkualitas hanya dapat diwujudkan apabila terdapat elemen sekolah yang melengkapi seperti sarana prasarana, pengajar, dan tenaga administratif lainnya dengan kualitas yang baik. Sarana tersebut oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan melalui Proyek Sekolah Menengah Atas ( Induk ) Jawa Timur dikenal dengan sebutan Musyawarah Guru Mata pelajaran / Pembimbing ( MGMP / MGB ). Musywarah tersebut merupakan wadah para guru untuk meningkatkan dinamisasi ilmu dan profesionalisme kerja para guru.
Untuk itu dengan melihat kondisi yang ada dari perkembangan pendidikan dilakukan suatu perbaikan yang berupaya untuk meningkatkan mutu sekolah melalui profesionalisme guru. Penelitian dilakukan di SMA Negeri I ... selama 6 ( enam ) bulan yakni dari bulan Februari sampai dengan bulan Juli 2005. Penelitian bertujuan : (1) Untuk mengetahui dan menganalisa kualifkasi peserta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMA Negeri I ... secara bersama-sama mempengaruhi terhadap prestasi siswa SMA Negeri I .... (2) Untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh pengembangan professional Guru dalam bentuk Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) terhadap Prestasi Siswa SMA Negeri I ....
Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian survey dengan teknik pengambilan sampel total sampling dengan memanfaatkan populasi sebanyak 58 populasi yang berada di SMA Negeri I ... berstatus sebagai guru pengajar mata pelajaran. Analisis data yang digunakan dengan memakai statistik regresi linier berganda. Hipotesis yang diajukan adalah : (1). Diduga Variabel bebas diantaranya kualifikasi guru (X1) dan profesionalisme guru (X2) di dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) secara bersama – sama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi siswa (Y). (2). Diduga variabel Kualifikasi guru (X1) secara parsial memiliki pengaruh dominan terhadap prestasi siswa (Y).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1). Variabel kualifikasi guru dan profesionalisme guru memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap prestasi siswa di SMA Negeri I ..., di buktikan dengan nilai koefisien diterminasi ( R2 ) sebesar 0,904 artinya 90,4 % kualifikasi guru dan profesionalisme guru dapat mempengaruhi secara nyata dan bermakna terhadap prestasi siswa sedangkan sisanya sebesar 9,6 % dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian . (2). Variabel kualifikasi guru memiliki pengaruh yang paling dominan dibandingkan dengan variabel lainnya dan dibuktikan dengan hasil uji t yaitru sebesar 17,245 lebih besar dibandingkan dengan hasil uji t untuk variabel profesionalisme guru sebesar 16,869, sehingga hipotesis yang diajukan baik hipotesis pertama dan hipoetesis kedua dapat diterima kebenarannya.

Pengaruh Pola Kepemimpinan Terhadap Kinerja Guru Dalam Kerangka Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) di SMA Negeri I ...


RINGKASAN
Peningkatan mutu pendidikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pengembangan sumber daya manusia seutuhnya. Peningkatan sumber daya manusia harus dilakukan secara terarah, terancang dan saling mendukung diantara komponen yang ada. Pengembangan sumber daya pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas anak didik agar memiliki daya saing yang handal. Peningkatan mutu pendidikan dan anak didik akan dapat dicapai apabila sekolah dengan berbagai keragaman mendapat keleluasaan didalam mengatur manajemen sekolah sesuai dengan lingkungan eksternal dan internal serta kebutuhan yang diinginkan anak didik.
Untuk itu dengan melihat kondisi yang sesungguhnya dari perkembangan lembaga pendidikan yang ada dilakukan suatu kebijakan oleh pemerintah yang berupaya memberikan otonomi seluas-luasnya bagi sekolah agar secara aktif dan dinamis mengupayakan peningkatan mutu sekolah melalui konsep manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS).
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri I ... ... selama 4 bulan yakni dari Bulan Februari 2005 sampai dengan Bulan Mei 2005. Penelitian bertujuan (1) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pada kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru dalam kerangka Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS), (2) untuk mengetahui pola kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru dalam kerangka manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS).
Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan teknik pengambilan sample total sampling dan memanfaatkan sebanyak 39 responden yang berstatus sebagai staf pengajar pada SMA Negeri I ... .... Analisis data yang digunakan dengan memakai statistik Regresi sederhana dan Hipotesis yang diajukan adalah : (1) Diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara pola kepemimpinan terhadap kinerja guru SMA Negeri I ... ....
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Variabel pola kepemimpinan mempunyai pengaruh yang sangat bermakna (signifikan) terhadap kinerja guru dalam kerangka manajemen. Peningkatan mutu berbasis sekolah yakni dengan melihat uji ANOVA, dimana Fhitung = 115,933  FTabel = 3,27 pada taraf nyata  = 0,05 ( 5 % ) dan probabilitas = 0,000 sehingga hipotesis utama (HI) yang diajukan dapat diterima.

PENGARUH PENDIDIKAN, PELATIHAN DAN PENGALAMAN MENGAJAR TERHADAP PROFESIONALISME GURU ...


RINGKASAN
Penelitian bertujuan (1) Untuk mengetahui tentang pengaruh yang signifikan secara simultan tingkat pendidikan, pelatihan, pengalaman mengajar terhadap Profesionalisme Guru ... Kecamatan ... Kabupaten .... (2). Untuk mengetahui tentang variabel manakah yang memiliki pengaruh dominan diantara variabel tingkat pendidikan, pelatihan, pengalaman mengajar terhadap Profesionalisme Guru ...Kecamatan ... Kabupaten ....
Metode penelitian dengan menggunakan metode survey mengambil sampel dengan teknik random sampling yakni dengan memanfaatkan 40 guru Sekolah Dasar Negeri Gugus II Kecamatan ... Kabupaten .... Analisa data yang digunakan dengan memakai data statistik regresi berganda. Hipotesis yang diajukan adalah (1) Di duga ada pengaruh yang signifikan secara simultan antara tingkat pendidikan, pelatihan, pengalaman mengajar terhadap Profesionalisme Guru ... Kecamatan ... Kabupaten .... (2). Di duga tingkat pendidikan memiliki pengaruh yang dominan dibanding dengan pelatihan, pengalaman mengajar terhadap Profesionalisme Guru S... Kecamatan ... Kabupaten ....
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1). Variabel independent yang meliputi pendidikan, pelatihan, dan pengalaman mengajar mempunyai pengaruh yang signifikan dengan Profesionalisme Guru ...Kecamatan ... Kabupaten .... Hal ini ditunjukkan dari besarnya koefisien determinasi (R2) sebesar 0,825 artinya besarnya kontribusi pendidikan, pelatihan, dan pengalaman mengajar terhadap Profesionalisme Guru ... Kecamatan ... Kabupaten ... sebesar 82,5 % dan sisanya 17,5 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian ini. Dan diperkuat dengan hasil uji ANOVA diperoleh f hitung = 56,378 > f tabel sebesar 2,01 maka Hipotesis pertama terima. (2). Secara parsial variabel pendidikan memiliki pengaruh yang paling dominan dengan hasil uji t hitung 3,869 dan koefisien regresi parsial sebesar 0,566 (56,6 %), untuk variabel pengalaman mengajar t hitung = 2,708 dan koefisien regresi parsial sebesar 0,189 (18,9 %) dan untuk variabel pelatihan t hitung = 2,115 dan koefisien regresi parsial sebesar 0,175 (17,5 %), sehingga hipotesis kedua terbukti kebenarannya.

Analisa Perilaku Siswa Dalam Membeli Produk di Koperasi Sekolah SMK Negei 1 ... ...,


ABSTRAK
Masih banyak pendidikan formal yang memandang koperasi sekolah hanya merupakan bagian pelengkap dari keberadaan sebuah lembaga pendidikan. Pengelolaannyapun kadang masih belum profesional dan terlihat seadanya. Di sisi lain, para siswa sendiri juga merasa enggan untuk membeli barang di koperasi sekolah. Mereka lebih suka membeli di toko ataupun warung yang lain, yang dapat memberikan pelayanan dan penyediaan produk lebih banyak dan lengkap.Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui seberapa besar faktor internal, faktor eksternal dan variabel perantara (produk, harga dan distribusi) secara bersama-sama mempengaruhi perilaku siswa dalam membeli produk di Koperasi Sekolah; (2) mengetahui faktor manakah diantara faktor internal, faktor eksternal dan variabel perantara (produk, harga dan distribusi) yang paling dominan mempengaruhi perilaku siswa dalam membeli produk di Koperasi Sekolah.
Penelitian ini mengambil lokasi di Koperasi Sekolah SMK Negeri 1 ... ..., dengan jumlah populasi sebesar 525 dan diambil sampel sebesar 15% yaitu sebanyak 78 siswa (konsumen). Metode analisa data yang digunakan adalah analisa regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan software SPSS Versi 11.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) secara umum dari lima variabel bebas yang terdiri dari Faktor Internal (X1), Faktor Eksternal (X2), Produk (X3) Harga (X4) dan Distribusi (X5) secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Siswa (Y) dalam mengambil keputusan pembelian di Koperasi Sekolah SMK Negeri 1 ... .... Hal ini ditunjukkan dengan nilai R2 (koefisien determinan) = 0,622 yang berarti bahwa pengaruh variabel X1, X2, X3, X4 dan X5 terhadap variabel Y adalah sebesar 62,2%, sedangkan sisanya 37,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Serta dengan uji hipotesis ditunjukkan dengan nilai Fhitung sebesar 23,718 lebih besar apabila dibandingkan dengan Ftabel dengan taraf signifikan 5% derajat bebas 5 dan 72 adalah sebesar 2,29. Atau dengan cara lain probabilitas (Sig) yang dihasilkan oleh analisa variansi yaitu sebesar 0,000. (2) Variabel Harga (X4) memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap Perilaku Siswa (Y), yaitu ditunjukkan dengan nilai koefisien regresinya sebesar 0,126, atau mempunyai pengaruh sebesar 12,6%.

Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Efektivitas Kerja Guru Di Sma Negeri 1 Puri Kabupaten Mojokerto … (24)


Perubahan situasi dunia, organisasi menghadapi berbagai tantangan bisa mengadopsi budaya organisasi yang tidak hanya fleksibel tapi juga harus sensitif terhadap perebedaan budaya. Perkembangan jumlah, variasi, kedudukan dan peran organisasi dalam proses transformasi masyarakat menimbulkan beberapa pertanyaan mendasar, apakah budaya yang menjadi landasan sosial tetap mampu berfungsi sebagai kerangka acuan dalam transformasi masyarakat dan membawa manfaat untuk perubahan yang diinginkan.
Semua organisasi mempunyai satu budaya yang bergantung pada kekuatannya. Budaya dapat mempunyai pengaruh yang bermakna pada sikap dan perilaku anggota-anggota organisasi (Robbins : 1996). Orang mulai belajar untuk bergantung dan menaruh harapan pada budaya. Budaya dianggap mampu memberikan stabilitas dan jaminan bagi mereka, karena mereka dapat memahami hal-hal yang sedang terjadi dalam masyarakat mereka dan mengetahui cara menanggapinya. Ada dua perubahan yang dapat dialami orang-orang. Pertama diantaranya perpindahan dari satu tempat ke tempat lain dengan budaya yang lain pula. Kedua adalah perubahan dalam lingkungan mereka sekarang dan belajar menyesuaikan diri dengan kedua situasi itu untuk menghindari kemungkinan timbulnya konsekuensi negatif (Davis & Newstron : 1985).
Sekolah merupakan sebuah organisasi yang tidak bisa lepas dari budaya yang diciptakannya. Sekolah yang berprestasi merupakan dambaan setiap komponen masyarakat, dan menaruh perhatian besar terhadap kuantitas dan kualitas output sekolah yang dihasilkan. Dalam kondisi seperti ini jelas sulit diharapkan untuk mewujudkan sekolah berprestasi, banyak masalah yang diidentifikasi oleh Mukhtar dkk (2003) yang harus dihadapi oleh organisasi sekolah. Pertama adalah guru, dalam hal ini yang memiliki kecerdasan dan intelegensi, emosional spiritual, dan moral dalam mendidik, akan menghadapi kendala dalam melaksanakan tugasnya disebabkan karena kurangnya perhatian sekolah terhadap kesejahteraan guru. Kedua kurangnya fasilitas pengajaran yang mendukung guru melakukan inovasi pada aktivitas pembelajarannya. Ketiga, kurangnya kejelasan tugas-tugas yang diemban, atau mungkin terlalu banyaknya tugas yang diberikan kepadanya, sementara tenaga yang tersedia sangatlah terbatas. Keempat, adalah biaya. Kelima adalah kurang tersedianya sarana fasilitas pendukung seperti tenaga administrasi, laboratorium dan perpustakaan.
Berkaitan dengan terwujudnya sekolah berprestasi, hal itu tidak terlepas dari kinerja guru yang berada di organisasi sekolah tersebut. Kinerja guru pada dasarnya terfokus pada perilaku guru di dalam pekerjaannya. Sedangkan perihal efektivitas kerja guru dapat dilihat sejauh mana kinerja tersebut dapat memberikan pengaruh kepada anak didik. Secara spesifik tujuan kinerja juga mengharuskan para guru membuat keputusan khusus dimana tujuan pembelajaran dinyatakan dengan jelas dalam bnetuk tingkah laku yang kemudian ditransfer kepada peserta didik.
Pada konteks guru sebagai anggota organisasi sekolah akan lebih mudah mencapai efektivitas kerja yang tinggi jika ia mempunyai perilaku dan komitmen. Menyadari bahwa dirinya tidak hanya sebagai anggota dari organisasi sekolah tetapi juga paham terhadap tujuan organsiasi sekolah tersebut. Dengan demikian seorang guru akan dapat memahami sasaran dan kebijaksanaan organisasi yang pada akhirnya dapat berbuat dan bekerja sepenuhnya untuk keberhasilan organisasi sekolah. Apabila seorang individu dapat memahami sasaran dan kebijaksanaan organisasi, dengan kata lain pengembangan budaya organisasi diharapkan dapat menimbulkan komitmen guru untuk tujuan dimaksud.
Peran budaya organisasi sekolah adalah untuk menjaga dan memelihara komitmen sehingga kelangsungan mekanisme dan fungsi yang telah disepakati oleh organisasi dapat merealisasikan tujuan-tujuannya. Budaya organisasi yang kuat akan mempengaruhi setiap perilaku. Hal itu tidak hanya membawa dampak pada keuntungan organisasi sekolah secara umum, namun juga akan berdampak pada perkembangan kemampuan dan efektivitas kerja guru itu sendiri. Nilai-nilai budaya yang ditanamkan pimpinan akan mampu meningkatkan kemauan, kesetiaan, dan kebanggaan serta lebih jauh menciptkaan efektivitas kerja.

OPTIMALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BIAYA SEKOLAH


ABSTRAKSI
Diera persaingan dunia pendidikan yang semakin ketat, performance pengelola unit pendidikan swasta khususnya dalam hal mutu proses pengelolahan pendapatan dan pembiayaan harus bisa direalisasikan sesuai rencana untuk mendukung pencapaian sasaran yang diharapkan. Oleh karena itu Perguruan pendidikan Nahdlatul Ulama’ Trate ... selaku pengelola enam unit pendidikan swasta dirasa perlu untuk mengukur tingkat optimalnya Anggaran Pendapatan dan Biaya Sekolah (APBS) yang selama ini sebagai berfungsi perencanaa, pelaksanaan, pengendalian dan pengawasan.
Kelebihan anggaran (Over Budget) itulah isu yang sangat kuat. Oleh karena itu perlu mencoba melihat. Dengan data dan fakta yang ada ditemukan bahwa kinerja Anggaran Pendapatan dan Biaya Sekolah (APBS) tidak berfungsi secara optimal. Dicoba meneliti dengan metode diagram tulang ikan untuk mendapatkan penyebab-penyebab tidak optimalnya kinerja, juga melakukan kaji ulang terhadap kebijakan pengelolahan Anggaran Pendapatan dan Biaya Sekolah (APBS) yang sudah ada untuk mencari perbaikan-perbaikan yang dapat mengoptimalkan kinerja. Dengan meminimalkan penyebab-penyebab yang ada dan dengan menggunakan prinsip Kaizen dimana perbaikan dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan didapatkan hasil adanya peningkatan kinerja Anggaran Pendapatan dan Biaya Sekolah (APBS) yang dibuktikan penggunaan biaya lebih kecil dari rencana pada periode uji empirik.
Dengan optimalnya kinerja Anggaran Pendapatan dan Biaya Sekolah (APBS) sangat mendukung pengelolah dalam hal ini Perguruan Pendidikan Nahdlatul Ulama’ Trate ... dalam memutuskan kebijakan dan pencapaian sasaran yang diinginkan

KETRAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN HUBUNGANNYA DENGAN KINERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) ... ..


ABSTRAK
Permasalahan: 1) Apakah ada hubungan yang berarti antara ketrampilan konseptual kepala sekolah dengan kinerja guru?, 2) Apakah ada hubungan yang berarti antara ketrampilan hubungan manusia kepala sekolah dengan kinerja guru?, 3) Apakah ada hubungan yang berarti antara ketrampilan teknikal kepala sekolah dengan kinerja guru?, 4) Apakah ada hubungan yang berarti antara ketrampilan manajerial kepala sekolah dengan kinerja guru?Metode Penelitian: Jenis penelitian deskriptif eksplanatory, populasi seluruh guru dengan menggunakan teknik total sampling. Sedangkan sampel berjumlah 42 orang. Variabel penelitian ganda, Tehnik pengumpulan data: interview, kuesioner dan dokumentasi; analisis data: data kualitatif dianalisis dengan metode deskripstif induktif sedang data kuantitatif dianalisis dengan korelasi parsial dan regresi linear
Hasil penelitian: 1) Bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ketrampilan konseptulan kepala sekolah dengan kinerja guru di SMA ... ...; 2) Bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ketrampilan hubungan manusia kepala sekolah dengan kinerja guru di SMA ... ...; 3) Bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ketrampilan teknikal kepala sekolah dengan kinerja guru di SMA ... ...; 4) Berangkat dari ketiga hal tersebut di atas, maka dapat dijelaskan Bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ketrampilan manajerial kepala sekolah yang meliputi ketrampilan konseptual, ketrampilan hubungan manusia dan ketrampilan teknikal kepala sekolah dengan kinerja guru di SMA ... ....

Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung … (10)


Permasalahan: 1) Adakah pengaruhfaktor motivasi terhadap kinerja pegawai di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung?, 2) Seberapa besar pengaruh faktor motivasi terhadap kinerja pegawai di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung?
Metode Penelitian: Jenis Penelitian deskriptif, populasi seluruh pegawai dengan menggunakan teknik total sampling. Sedangkan sampel berjumlah 38 orang. Variabel penelitian ganda, Tehnik pengumpulan data: observasi, interview, kuesioner dan dokumentasi; analisis data: data kualitatif dianalisis dengan metode deskripstif induktif sedang data kuantitatif dianalisis dengan regresi linear
Hasil penelitian: 1) Bahwa terdapat pengaruh antara motivasi yang meliputi pemenuhan kebutuhan material dan non material terhadap kinerja pegawai di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)Tulungagung. 2) Motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung. Hal ini dapat terjadi karena dengan motivasi berupa pemenuhan materi dan non materi dapat memberikan lingkungan kerja kondusif di masyarakat dan instansi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung sehingga tentunya akan diikuti dengan peningkatan kinerja oleh para pegawai.

Analisis Variabel – Variabel Bauran Pemasaran Yang Mempengaruhi Mahasiswa Dalam Memilih Program Pascasarjana …(9)


Pembangunan pendidikan adalah upaya mewujudkan amanat Pembukaan UUD 1945, yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia. Sesuai dengan UUD 1945 pasal 27, pendidikan merupakan hak setiap warga negara Indonesia dimana pelaksanaannya diselenggarakan melalui Sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa masyarakat sebagai mitra pemerintah berkesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. Salah satu wujud dari penyelenggaraan pendidikan nasional adalah adanya perguruan tinggi.
Penelitian dengan judul analisis variabel-variabel bauran pemasaran yang memepengaruhi perilaku mahasiswa dalam memilih program pasca sarjana, yang dilakukan terhadap mahasiswa program pasca sarjana Universitas Islam Kadiri, bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan hubungan masing-masing unsur bauran pemasaran secara parsial dan bersama-sama, serta yang paling dominan terhadap keputusan mahasiswa dalam program pasca sarjana. Untuk tujuan tersebut penulis telah melaksanakan riset dengan mengambil obyek mahasiswa program pasca sarjana Universitas Islam Kadiri.
Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh dan hubungan bauran pemasaran terhadap keputusan mahasiswa dalam memilih program pasca sarjana, dan solusi dari masalah tersebut adalah dengan menganalisa pengaruh dan hubungan bauran pemasaran dengan keputusan mahasiswa dalam memilih program pasca sarjana dengan menggunakan metode analisis regresi berganda dengan melalui Uji Normalitas, Uji Heteroskedastisitas, Uji Autokorelasi, Uji Multikolinealitas, disertai pengujian hipotesa dengan menggunakan pengujian Uji F dan Uji t, terhadap data yang diperoleh melalui kuesioner dari 35 responden.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa variable bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa dalam memilih program pasca sarjana, dan secara parsial seluruh variable mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan nasabah dalam memilih perusahaan asuransi jiwa. Dan variable yang mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap keputusan nasabah dalam memilih perusahaan asuransi jiwa adalah variable people.

STRATEGI PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI DI SMP NEGERI I ... KEBUPATEN ...


RINGKASAN

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Mengetahui faktor-faktor kekuatan dan kelemahan (faktor internal) serta peluang dan ancaman (faktor eksternal) yang muncul dalam pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi di SMP Negeri 1 ... Kabupaten .... 2) Mengetahui strategi yang sesuai untuk diterapkan dalam pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi di SMP Negeri 1 ... Kabupaten .... Sedangkan Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juli 2006 sampai September 2006, sedangkan obyek penelitiannya di SMP Negeri 1 ... Kabupaten ..., jalan ... no 3 Kecamatan ... Kabupaten .... Pemilihan tempat ini didasarkan pada pemikiran bahwa peneliti adalah guru yang bekerja di SMP Negari 1 ... ... sehingga akan memudahkan dalam pengambilan data.
Sampel pada penelitian ini adalah semua pegawai dan instansi SMP Negeri 1 ... .... Teknik pengambilan data yaitu data primer dan data sekunder. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan dua alat analisa yaitu : 1) Analisis kualitatif yaitu dengan cara menguraikan masalah yang ada dengan kalimat-kalimat yang bertujuan untuk menjelaskan masalah yang terjadi hingga diperoleh kesimpulah yang jelas, 2) Analisis kuantitatif yaitu dengan cara memberikan pembobotan atau dengan rumus-rumus sehingga diperoleh nilai angka yang pasti. Dengan dua metode tersebut dibuat gambaran secara jelas dengan mendiskripsikan obyek penelitian, berupa penanganan masalah dan kasus-kasus yang timbul dengan analisis SWOT.
Hasil penelitian yang dapat diambil berikut : 1) Faktor-faktor yang muncul dalam Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi(KBK) di SMP Negeri 1 ... ada dua yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi Strenght (kekuatan) dan Weakness (kelemahan), sedangkan faktor eksternal berupa Opportunities (peluang) dan Threaths (ancaman). Faktor kekuatan terdiri dari motifasi guru, metode mengajar, sarana prasarana, ditetapkannya Sekolah Standar Nasional, prestasi non akademik siswa dan ketenagaan. Adapun faktor kelemahan terdiri dari input siswa yang NUN nya rendah, jumlah peserta didik di kelas, motifasi siswa, tingkat kesiapan guru dan keterbatasan dana, 2) Strategi yang sesuai diterapkan dalam Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi di SMP Negeri 1 ... Kabupaten ... adalah memberikan motivasi kepada guru-guru yang ada di SMP Negeri 1 ... Kabupaten ... untuk meningkatkan kinerja sehingga guru lebih memahami terhadap tugasnya sebagai pendidik, peningkatan penggunaan sarana dan ruang multi media, peningkatan metode mengajar yang lebih bervariasi. Disamping itu para guru harus lebih banyak diikutkan pada pelatihan, workshop, sehingga pengetahuannya bisa bertambah. Perlu juga menambah sarana prasarana yang diperlukan seperti buku penunjang, peralatan laboratorium dan lain-lain.

Pengaruh Efektivitas Kepemimpinan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Di Dinas Pendidikan Kota Kediri … (79)


Tujuan penelitian adalah : (1) untuk mengetahui pengaruh efektivitas kepemimpinan dengan produktivitas kerja karyawan Dinas Pendidikan Kota Kediri, (2) untuk mengetahui apakah pengoorganisasian lebih dominan pengaruhnya terhadap produktivitas kerja para karyawan dibanding variabel-variabel lain.
Penelitian ini dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan, dimulai bulan Maret sampai dengan bulan Mei tahun 2004. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, yaitu dengan pengumpulan data untuk menguji hipotesis yang telah diajukan di muka atau menjawab pertanyaan mengenai status terakhir subyek penelitian.
Metode analisis yang digunakan meliputi ; (1) Analisis deskriptif bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan data yang diperoleh, analisis ini digunakan untuk menggambarkan secara lebih mendalam tentang variabel-variabel yang diteliti, (2) Analisis inferensial, yaitu dengan menggunakan analisis regresi berganda. Untuk menguji sejauh mana variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat digunakan uji F dan uji t. Uji F digunakan untuk menguji variabel bebas secara bersama-sama (serentak) pengaruhnya terhadap variabel terikat. Sedangkan uji statistik t digunakan untuk menguji kemampuan (secara parsial) dari masing-masing variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat.
Hasil analisis membuktikan bahwa : (1) Efektivitas Kepemimpinan yang terdiri dari variabel : Perencanaan (X1), Pengorganisasian (X2), Pengoordinasian (X3), Komunikasi (X4), Supervisi (X5), Kepegawaian (X6) dan Penilaian (X7) secara bersama-sama mempengaruhi Produktivitas Kerja (Y). Hal ini didasarkan pada hasil analisia of variansi (ANOVA), yang ditunjukkan dengan nilai Fhitung sebesar 127,649 lebih besar apabila dibandingkan dengan Ftabel dengan taraf signifikan 5% derajat bebas 7 dan 31 adalah sebesar 2,33. Atau dengan cara lain probabilitas (Sig) yang dihasilkan oleh analisa variansi yaitu sebesar 0,000, (2) Variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap produktivitas kerja adalah pengoordinasian (X3), yang ditunjukan dengan koefisien regresi (b) sebesar 0,294 atau berpengaruh sebesar 29,4%, dibandingkan dengan variabel lain secara berturut-turut yaitu perencanaan (X1) sebesar 22,9%, penilaian (X7) 15,3%, kepegawaian (X6) sebesar 13,6%, supervisi (X5) sebesar 7,1%, komunikasi (X4) sebesar 6,0% dan pengorganisasian sebesar 5,8%.

Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (Evaluasi Tentang Implementasi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 … (78)


Penelitian ini dilakukan di pemerintah kota Blitar, yang dimulai tanggal 24 Mei sampai dengan 28 September 2004 atau selama 5 bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) untuk mendeskriptifkan implementasi kebijakan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 dan dampaknya terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Blitar, (2) Menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peningktan pendapatan asli daerah kota Blitar, (3) Menganalisis faktor yang paling dominan terhadap pendapatan asli daerah Kota Blitar.

Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan Studi kasus dengan teknik pengambilan sample secara toal sampling (secara keseluruhan). Teknik pengambilan data yaitu dengan yaitu dengan wawancara sedangkan data yang diambil adalah data primer yang berasal dari responden dan data sekunder dari instansi yang terkait. Sedangkan Tekik analsis data adalah dengan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Implementasi kebijakan pemeritah kota Blitar mengenai Undang-Undang Nomor 25 tahun 1999 mempunyai dampak positif, (2) Variabel retsibusi daerah dan penerimaan laba perusahaan berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah, (3) variabel penerimaan dari laba perusahaan mempunyai pengaruh paling dominan.

Analisis Pengaruh Fasilitas Perumahan Terhadap Kepuasan Konsumen Di Kota Malang ... (77)


Strategi yang dilakukan pengembang menengah atas salah satunya adalah dengan menawarkan fasilitas perumahan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada kenyataan bahwa tidak semua fasilitas yang ditawarkan pengembang perumahan mampu untuk segera direalisasikan dan masih rendahnya garansi yang diberikan pengembang atas fasilitas yang mereka tawarkan tersebut.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh fasilitas perumahan berupa: fasilitas lingkungan, utilitas,fasilitas keamanan, fasilitas olahraga, fasilitas sosial, dan fasilitas ibadah terhadap kepuasan konsumen dan menganalisis variabel apa yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap konsumen.
Metode yang digunakan adalah survei dengan jumlah sampel sebanyak 89 responden dan jenis penelitian adalah explanatory research. Alat analisis yang digunakan adalah analisis faktor, dilanjutkan dengan analisis regresi linier berganda.
Hasil analisis data dengan regresi linier berganda menunjukkan R2 = 0,3888 yang berarti bahwa variabel bebas yang terdiridari fasilitas keamanan lingkungan, fasilitas olahraga, fasilitas ibadah, fasilitas lingkungan, fasilitas sosial, dan utilitas, mampu menjelaskan variabel terikat sebesar 38,8% sedang sisanya 61,2% dijelaskan oleh variabel lain di luar model.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, variabel fasilitas keamanan lingkungan, fasilitas olahraga, fasilitas ibadah, fasilitas lingkungan, fasilitas sosial, dan utilitas secara simultan berpengaruh signifikandan positif terhadap kepuasan konsumen di Kota Malang; kedua, variabel fasilitas keamanan lingkungan, fasilitas olahraga, fasilitas lingkungan, dan fasilitas sosial, secara parsial berpengaruh signifikan, sedangkan variabel utilitas dan fasilitas ibadah secara parsial tidak berpengaruh signifikan, keenam variabel berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen di Kota Malang; ketiga, fasilitas keamanan lingkungan mempunyai pengaruh paling dominan.

Pengaruh Faktor-Faktor Motivasi Terhadap Prestasi Kerja Karyawan (Suatu Kajian Terhadap Perum Bulog, Sub Divisi Regional V Kediri ... (76)


Masalah yang ingin diketahui dalam penelitian ini adalah apakah faktor finansial, faktor psikologis dan faktor sosial berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja karyawan pada perusahaan tersebut serta faktor yang mana diantara faktor-faktor motivasi yaitu faktor finansial, faktor psikologis dan faktor sosial yang paling dominan berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan pada Perum Bulog, Sub Divisi Regional V Kediri.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada para karyawan yang dijadikan sampel penelitian. Dalam hal ini khususnya para karyawan yang tergabung dalam Perum Bulog Sub Divisi Regional V Kediri.
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Model ini digunakan karena dalam penelitian ini jumlah variable independent atau variable bebas (x) lebih dari satu, yaitu faktor finansial (x1), faktor psikologis (x2), dan faktor sosial (x3). Sementara sebagai variable dependen atau variable terikat (y) adalah prestasi kerja karyawan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable finansial, variable psikologis dan variable sosial secara simultan berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan pada Perum Bulog, Sub Divisi Regional V Kediri, meskipun dengan tingkat pengaruh yang variatif. Diantara ketiga variable tersebut variable finansial merupakan variable yang paling dominan dalam mempengaruhi prestasi kerja karyawan di perusahaan ini, kemudian disusul oleh variable psikologis dan variable sosial.


Analisis Kualitas Pelayanan Jasa Terhadap Tingkat Kepuasan Pengusaha Pabrik Rokok Di Kantor Pelayanan Bea Dan Cukai Kediri ... (75)


Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Kediri sebagai instansi vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, merupakan KPBC dengan penerimaan cukai terbesar diseluruh Indonesia. Pada tahun 2006 penerimaan negara di KPBC Kediri mencapai Rp13.211.929.726.462,00 terdiri dari bea masuk sebesar Rp 67.550.774,00 dan cukai sebesar Rp 13.211.862.175.688,00.
Penerimaan cukai yang besar tersebut berasal dari cukai yang dipungut dari hasil tembakau produksi para pengusaha pabrik rokok di KPBC Kediri, sehingga sudah selayaknya KPBC Kediri memberikan kualitas jasa layanan publik yang baik kepada para pengusaha pabrik rokok yang telah melaksanakan kewajiban melunasi cukai. Untuk menentukan kualitas pelayanan yang telah diberikan oleh KPBC Kediri, perlu untuk diketahui dan dianalisis khususnya pada harapan atau tingkat kepentingan konsumen terhadap kualitas pelayanan jasa dan tingkat kepuasan pasca menerima pelayanan jasa, apakah konsumen merasa puas atau kecewa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah hubungan dan apakah terdapat perbedaan antara tingkat kepentingan pengusaha pabrik rokok terhadap kualitas pelayanan jasa dengan tingkat kepuasan para pengusaha pabrik rokok terhadap kualitas pelayanan jasa di KPBC Kediri, dan sekaligus menentukan strategi yang dapat dipakai dalam meningkatkan kepuasan pengusaha pabrik rokok terhadap kualitas pelayanan jasa di KPBC Kediri
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2007, dilakukan di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kediri, dan sampel yang diambil sebanyak 71 pengusaha pabrik rokok dengan metode random sampling.
Variabel - variabel pelayanan jasa untuk menentukan tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan yang penulis gunakan adalah : (1) pemesanan dan pembelian pita cukai, (2) kemudahan perizinan NPPBKC, (3) pelayanan administratif, (4) sosialisasi peraturan, (5) kemampuan petugas, (6) keramahan petugas, (7) pembinaan, (8) penerimaan pengaduan, (9) kenyamanan fasilitas kantor, (10) kerapihan pakaian petugas.
Dengan menggunakan Skala Likert lima tingkatan, hasil analisis menunjukan bahwa : terdapat hubungan dan perbedaan yang signifikan antara tingkat kepentingan dengan tingkat kepuasan pengusaha pabrik rokok terhadap kualitas pelayanan jasa di KPBC Kediri. Hal ini menunjukan bahwa kepuasan pengusaha pabrik rokok terhadap semua variabel - variabel pelayanan jasa belum optimal.
Strategi yang dapat dipakai dalam meningkatkan kepuasan pengusaha pabrik rokok, hendaknya KPBC Kediri : (1) melakukan perbaikan secara terus – menerus kualitas pelayanan jasa dan menjadikan sebagai prioritas utama pada variabel sosialisasi peraturan dan penerimaan pengaduan, (2) terus mempertahankan kualitas pelayanan jasa variabel pemesanan dan pembelian pita cukai serta variabel pembinaan, (3) meningkatkan kualitas pelayanan jasa namun bukan menjadi prioritas utama yaitu variabel kemampuan petugas, keramahan petugas, dan kenyamanan fasilitas kantor, (4) dapat mempertimbangkan peningkatan kualitas pelayanan jasa, tetapi tetap harus mempertahankan kualitas pelayanan pada variabel kemudahan perizinan NPPBKC, pelayanan administratif, dan kerapihan pakaian petugas.

Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Lpp (Lembaga Pembina Posyandu) Di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo… (74)


Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur stabilitas organisasi adalah kinerja . Studi penelitian dilakukan untuk menganalisis pengaruh motivasi internal yang meliputi prestasi, pengakuan , pekerjaan itu sendiri , tanggung jawab , kesempatan untuk tumbuh ;dan motivasi eksternal yang meliputi gaji ,kondisi kerja fisik ,supervisi,hubungan dengan rekan sekerja ,keamanan dan kebijakan organisasi terhadap kinerja anggota LPP .
Penelitian ini menggunakan metode survey,dengan jenis penelitian eksplanatif. Populasi penelitian ini adalah 280 anggota LPP di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Dengan menggunakan rumus slovin ,sample penelitian ini adalah 85 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, wawancara dan studi dokumen. Uji Validitas dan Reliabilitas digunakan untuk mengukur setiap item variabel penelitian data dianalissia dengan teknik regressi berganda dengan F- test dan T – test untuk menguji pengaruh variable-variabel independent terhadap variabel dependent . Tingkat signifikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 % .
Berdasarkan hasil dari analisis regresi, diperoleh bahwa (1). secara bersama-sama variabel-variabel dari motivasi internal (prestasi,pengakuan, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab, dan kesempatan untuk maju dan tumbuh) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja anggota LPP ( p=0,000 < 0,005 ); (2). Secara parsial, Variabel-variabel dari motivasi internal (pengakuan, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab, dan kesempatan untuk maju dan tumbuh) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja anggota LPP (p=0,018 < 0,05 ; p=0,000 < 0,05 ; p = 0,018 < 0,05 ; p = 0,030 < 0,05). Sedangkan prestasi secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja anggota LPP ( p = 0,768 > 0,05 ) ; ( 3 ). Secara bersama-sama , Varibel–variabel dari motivasi eksternal ( Honor, Kondisi kerja fisik, supervise, hubungan dengan rekan sekerja, keamanan, dan kebijakan organisasi ) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja anggota LPP ( p = 0,000 < 0,05 ) , ( 4). Secara parsial, varibel-variabel dari motivasi eksternal ( Honor, kondisi kerja fisik, supervise, kebijakan organisasi ) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja Anggota LPP. ( p = 0,000 < 0,05 ; p = 0,025 < 0,05 ; p = 0,004 < 0,05 ; p = 0,000 < 0,05 ) . sedangkan hubungan dengan rekan sekerja dan keamanan secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja anggota LPP( p=0,076 > 0,05 ; p = 0,083 > 0,05 ).
Berdasarkan hasil penelitian ini, variable-variabel dari motivasi eksternal mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap kinerja Anggota LPP( Adjusted R² = 0, 827) dari pada variable-variabel dari motivasi internal ( Adjusted R² = 0,367 ) .
Hasil penelitian ini mendukung Ichsan (1997), Mc Clelland dan Atkinsos ( dalam Hersey dan Blanchard, 1995), Horlick (1997), Heyes (1996). Laabs (1998), Martinus (2000), Ilham (1998).

Analisis Kualitas Pelayanan Yang Mempengaruhi Keputusan Nasabah Dalam Mengajukan Kredit (Studi di PT. BPR Insumo Sumberarto Kediri) … (73)


Permasalahan yang telah diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan dan pengaruh Variabel Bukti Fisik, Kehandalan, Daya Tanggap, Jaminan serta Empati terhadap Variabel Tingkat keputusan nasabah dalam mengajukan kredit pada PT. BPR INSUMO SUMBERARTO Kediri.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data dengan mengambil responden sebanyak 98 orang yang merupakan nasabah BPR INSUMO SUMBERARTO Kediri.
Penelitian ini menguji hipotesis hubungan dan pengaruh dari Variabel Bukti Fisik, Kehandalan, Daya Tanggap, Jaminan, dan Empati terhadap Variabel Tingkat Keputusan nasabah dalam mengajukan kredit. Teknik yang digunakan adalah Simple Random Sampling.
Berdasarkan analisis korelasi terhadap data yang ada, bahwa seluruh item variabel independen, yaitu kualitas layanan jasa terhadap variabel dependen, yaitu keputusan nasabah dalam mengajukan kredit semuanya berhubungan dengan signifikan.
Dengan menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda dapat diketahui bahwa Variabel Bukti Fisik, Kehandalan, Daya Tanggap, Jaminan dan Empati berpengaruh terhadap Tingkat Keputusan Nasabah dalam mengajukan kredit. Namun pengaruh variabel kualitas pelayanan terhadap perubahan variabel keputusan nasabah dalam mengajukan kredit adalah 35,8%, sedangkan sisanya 64,2% dipengaruhi oleh variabel lain atau dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Temuan dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa kajian tentang Kualitas Pelayanan dan keputusan nasabah dalam mengajukan kredit pada PT. BPR INSUMO SUMBERARTO Kediri sesuai dengan dasar-dasar teoritis. Saran yang dapat peneliti berikan sebagai kontribusi bagi BPR INSUMO SUMBERARTO adalah perlunya melakukan peningkatan Kualitas Pelayanan, setidaknya mempertahankan setiap Dimensi Kualitas Pelayanan yang dimiliki.

Strategi Pemberdayaan Dan Kesejahteraan Keluarga Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Keluarga Di Desa Sidomulyo Kec. Puncu Kabupaten Kediri … (71)


Penelitin ini dilakukan di kabupaten desa Sidomulyo Kec. Puncu Kabupaten Kediri yang dilakukan mulai Maret 2003 sampai April 2003. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui faktor-faktor eksternal dan internal dalam upaya peningkatan pendapatan keluarga di desa Sidomulyo Kecamatan Puncu. 2) Untuk mengetahui strategi Kader PKK dalam upaya peningkatan pendapatan keluarga di desa Sidomulyo Kecamatan Puncu
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara acak sederhana (random sampling). Teknik pengambilan data yaitu dengan wawancara sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Faktor-faktor yang internal kekuatan yaitu : a) pengaturan anggaran melalui DPD/K, b) jumlah sarana dan prasarana memadai, c) kepedulian dari dias instansi, d) dukungan dari pemerintah kabupaten kediri, sedangkan factor internal kelemahan yaitu : a) ketidakpedulian pelaksanaan program, b) tingkat partisipasi masyarakat yang rendah, c) rendahnya SDM kader PKK tentang ketrampllan, d) rendahnya jiwa wirausaha, (2) factor eksternal peluang yaitu : a) perubahan ekonomi, b) terbukanya kesempatan pada pasar bebas, c) terbukanya kesempatan kerja, kepedulian lembaga perbankan, sedangkan factor eksternal ancaman yaitu : a) krisis ekonomi yang berkepanjangan, b) pengaruh globalisasi, c) perubahan pola konsumsi masyarakat, d) masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia. menjadi penghambat dalam upaya peningkatan pendapatan keluarga di desa Sidomulyo Kecamatan Puncu adalah sumber daya manusia PKK kurang memadai, partisipasi masyarakat masih kurang, masyarakat dan anggota PKK kurang mempunyai jiwa wirausaha dan ketidakpedulian pelaksanaan program. (2) Strategi PKK di desa Sidomulyo Kecamatan Puncu dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga adalah menggunakan strategi SO (Strangths Opportunities), yaitu : a) Meningkatkan dana PKK melalui APBD II. b) Meningkatkan sarana dan Prasarana PKK. C) Meningkatkan kualitas kader PKK. d) Profesionalisme PKK dalam semua aspek kegiatan.

Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai Sub Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri. … (70)


The paper is mainly objected to obtain the factors which are simultant and partially effected the works of the officials in sub-division of transportation services in District of Wonogiri. The questionaries that were made to get the answers are : (1) Do the factors of leadership, communication, reward and motivation simultant and partially have a positive and significant effect to the works of the officials in sub-division of transportation services in District of Wonogiri. (2) Which variables of leadership, communication, reward, communication and motivation that most effected to the works of the officials in sub-division of transportation services in District of Wonogiri.
To get a good result of the survey, firstly the writer carried out the validity and realibility test to the collected data and by using analisis tool descriptively and quantitatively. Quantitative analisis consist of classic assumption test, regression analisis and statistic test with t-test, and F-test. The calculation, interprestation and data analizing were collected by giving the questionaries to 36 officials of sub-division of transportation services which is processed in data computer from the data analisis and discussion has come to a conclusion that the factors of leadership, communication, reward and motivation were positively and significantly a effected to the works of the officials in sub-division of transportation services in district of Wonogiri. That was approved by constant point 0,737 and F calculation 8,226 > F-table 2,690. Based on the regression analisis, about the individual variable it was found that the factors such as, leadership, communication, reward and motivation have resulted in a conclusion as follows : (a) Leadership has a positive and significant effect to the works of the officials in sub division of transportation services in District of Wonogiri in the form of coefisien regression value 0,249 and t-statistic 1,783 > t-table 1,697. (b) Communication also has a positive and significant effect to the works of the officials in sub-division of transportation services in District of Wonogiri in the form of coefisient regression value 0,204 and t-statistics 1,704 > t-table 1,697. (c) Reward also has a positive and significant effect to the works of the officials in sub-division of transportation services in District of Wonogiri in the form of coefisient regression value 0,146 and t-statistics 1,993 > t-table 1,697. (d) Motivation also has a positive and significant effect to the works of the officials in sub-division of transportation services in District of Wonogiri in the form of coefisient regression value 0,209 and t-statistics 1,845 > t-table 1,697.
Leadership factor has a dominant contribution effect in the works of the official because the total value at the regression coefficient is 0,249 is the biggest, if it was compared with the other three variables. Regression model applied in this paper has fulfilled three requirements in classic assumption test such as no autocorrelation, no multicolinearities, and there is also no heterocedastisities happened so that regression model that was used is significantly approved.

Pengaruh Faktor Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Guru ( Studi Pada SMK Pancasila 6 Jatisrono, Wonogiri ) ... (69)


Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur stabilitas organisasi adalah kinerja. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja organisasi. Studi penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh prestasi, pengakuan, tanggung jawab dan kenaikan pangkat terhadap kinerja guru.
Penelitian ini menggunakan metode survei, dengan jenis penelitian eksplanatif dan populasi penelitian adalah 52 guru SMK Pancasila 6 Jatisrono, Wonogiri. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, wawancara dan studi dokumen. Untuk mengukur setiap item variabel penelitian menggunakan uji validitas dan Reliabilitas. Data di analisis degan teknik Regresi berganda. Dengan F. Test dan T. Test untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Tingkat signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 %.
Berdasarkan hasil dari analisis regresi berganda diperoleh bahwa : variabel-variabel prestasi, pengakuan, tanggung jawab, dan kenaikan pangkat secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru dan bersifat positif (R² = 0,847). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tanggung jawab merupakan variabel yang mempunyai pengaruh paling signifikan terhadap kinerja guru, dengan demikian tanggung jawab yang diberikan pada guru harus mampun mewujudkan usaha dalam memotivasi, memberikan kepuasan untuk peningkatan kinerja

Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito Berdasarkan Jangka Waktu Terhadap Dana Deposito Berjangka Pada PT. Bank Jatim Cabang Kediri ... (68)


Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa faktor tingkat bunga deposito berjangka sangat berpengaruh terhadap jumlah dana deposito berjangka pada PT. Bank Jatim Cabang Kediri. Sehubungan dengan itu, maka perusahaan (PT. Bank Jatim Cabang Kediri) harus membuat suatu kebijakan mengenai faktor-faktor tersebut, agar para calon debitur atau nasabah lebih tertarik didalam mendepositokan uangnya ke PT. Bank Jatim Cabang Kediri.
Adapun tujuan daripada penelitian ini adalah : untuk menganalisis apakah faktor tingkat bunga deposito berjangka berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah dana deposito berjangka pada PT. Bank Jatim Cabang Kediri.
Dalam penelitian ini penulis memberikan hipotesis yang akan digunakan dalam analisis selanjutnya, yaitu : “ diduga bahwa tingkat bunga deposito, berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah dana deposito berjangka pada PT. Bank Jatim Cabang Kediri “
Adapun metode dan teknik pengumpulan data, yaitu studi lapangan yang terdiri dari observasi, interview, dokumenter dan studi kepustakaan. Untuk mendapatkan datanya dari dua sumber data, yaitu : data primer dan data sekunder.
Sedangkan teknik analisis data yang penulis gunakan dalam peneltian ini adalah : analisis kualitatif dan analisis kuantitatif (dengan menggunakan analsis korelasi dan analisis regresi) dengan soft wear SPSS for Windows 10.5.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis korelasi bahwa hubungan antara tingkat bunga deposito jangka waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan dan 24 bulan kesemuanya berhubungan secara signifikan terhadap jumlah dana deposito berjangka.
Sedangkan berdasarkan analisis regresi menunjukkan, bahwa semua tingkat bunga deposito mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap jumlah dana deposito berjangka. Dari hasil analisis tersebut yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap jumlah dana deposito adalah tingkat bunga deposito jangka waktu 12 bulan. Sedangkan yang mempunyai pengaruh paling kecil adalah tingkat bunga deposito jangka waktu 6 bulan.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa dengan menggunakan analisis secara kuantitatif, tingkat bunga deposito berdasarkan jangka waktu secara bersama-sama maupun secara parsial mempunyai pengaruh secara siknifikan terhadap dana deposito berjangka pada PT. Bank Jatim Cabang Kediri.

Pengaruh Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rumah Sakit Marsudi Waluyo Singosari Kabupaten Malang … (67)


Penelitian ini bertujuan untuk 1). Untuk menganalisis apakah mutu pelayanan kesehatan yang terdiri dari delapan demensi mutu secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Marsudi Waluyo Singosari Kabupaten Malang; 2) Untuk menganalisis apakah faktor mutu pelayanan kesehatan yang terdiri dari delapan demensi mutu secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Marsudi Waluyo Singosari Kabupaten Malang; 3) Untuk menganalisis variabel manakah dari delapan dimensi mutu tersebut yang dominan berpengaruh terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Marsudi Waluyo Singosari Kabupaten Malang
Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey (survey research), yaitu penelitian yang dilakukan pada populasi besar atau kecil dengan mengambil data sampel sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik Kuesioner dan Dokumenter, yang terdiri dari data primer dan data sekunder. Selanjutnya data dianalisis secara kuantitatif, yaitu dengan menggunakan model statistik dalam program komputer ( SPSS 10.0 ), dengan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) Secara simultan, mutu pelayanan yang terdiri dari teknis, akses terhadap pelayanan, efektifitas, efisiensi, hubungan antar manusia, keamanan, kenyamanan dan kontinuitas berpengaruh terhadap kepuasan pasien rumah sakit Marsudi Waluyo Singosari Kabupaten Malang; b) Variabel bebas yang berupa efektifitas, dan keamanan secara parsial tidak berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Sedangkan variabel teknis, akses terhadap pelayanan, efisiensi, hubungan antar manusia, kenyamanan dan kontinuitas secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan pasien rumah sakit Marsudi Waluyo Singosari Kabupaten Malang; c) Mutu pelayanan dalam bentuk variabel kenyamanan merupakan variabel yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kepuasan pasien rumah sakit Marsudi Waluyo Singosari Kabupaten Malang.

Strategi Peningkatan Kinerja Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Dalam Pelayanan Masyarakat Di Kabupaten Madiun … (66)


Tujuan penelitian ini adalah 1) Mempelajari faktor internal dan eksternal dalam pelaksanaan peningkatan pelayanan masyarakat di Kabupaten Madiun untuk mengidentifikasi tingkat kekuatan, kelemahannya dan mempertimbangkan ancaman serta peluang yang ada. 2) Menentukan strategi peningkatan kinerja Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dalam pelayanan masyarakat di Kabupaten Madiun
Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi formatif untuk mengevaluasi faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi strategi peningkatan kinerja Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dalam pelayanan masyarakat, sedangkan jenis penelitiannya adalah metode study kasus. Teknik pengambilan sample menggunakan metode random sampling. Dengan metode penelitian survey data melalui dokumen, observasi lapangan dan wawancara langsung kepada pelaku yang berkompeten memberikan data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Teknik analisis data menggunakan analisa SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dapat dilakukan adalah: 1) Pemanfaatan sarana dan prasarana guna yang didukung dengan letak kantor yang strategis guna mengimbangi tingkat kesadaran yang dimiliki oleh masyarakat, 2) Melakukan peningkatan keterampilan dalam penguasaan aplikasi dalam penerapan sistem informasi guna menunjang tingkat kesadaran masyarakat yang tinggi, 3) Meningkatkan kualitas SDM Masyarakat dan meningkatkan perangkat lunak guna menunjang kepentingan dan kebutuhan kantor agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lancar 4) Melakukan strategi bertahan terhadap kondisi yang ada, baik kualitas Sumber daya maupun pegawai guna menciptakan suasana kondusif.

Analisis Investasi Jaringan Kantor PT. BCA Tbk Cabang Blitar ... (65)


Bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak yang memiliki dana dan pihak Yang memerlukan dana, serta sebagai lembaga Yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran. Falsafah yang mendasari kegiatan usaha bank adalah kepercayaan masyarakat. Hal tersebut tampak dalam kegiatan pokok bank Yang menerima simpanan dari masyarakat dalam benluk giro, tabungan, serta deposito berjangka dan memberikan kredit kepada pihak Yang memerlukan dana.

Bank merupakan sektor yang sangat penting dan berpengaruh dalam dunia usaha sehingga banyak masyarakat dan organisasi Yang memanfaatkan jasa bank untuk menyimpan atau meminjam dana. Kondisi dan porkembangan perbankan saat ini, secara umum memperlihatkan beberapa kemajuan. Sehingga diharapkan dapat mendukung peningkatan kegiatan ekonomi yang tersendat-sendat Membaikna kondisi perbankan saat ini tidak lepas dari telah selesainya proses rekapitalisasi yang telah menelan biaya sekitar Rp. 412 triliun per September 2000.

Seperti masyarakat Pada umumnya, masyarakat Kabupaten dan Kotamadia Blitar juga memanfaatkan jasa bank. Sampai dengan bulan Desember 2000 ( Bank Indonesia Surabaya : Desember 2000) jumlah kantor bank yang ada di Wilayah Kabupaten dan Kotamadia Blitar sebanyak 6 ( enam ) buah kantor Cabang Bank Umum, I ( satu ) buah Kantor Cabang Pembantu Bank Umum dan 18 buah Kantor Bank Perkreditan Rakyat. Dari sejumlah kantor bank tersebut jumlah dana masyarakat yang dihimpun sebesar Rp. 794.006 juta dan jumlah kredit Yang disalurkan sebesar Rp. 239.497 juta.

Dengan telah selesainya proses rekapitalisasi bank-bank kini saling berpacu untuk meningkatkan kinerjanya masing-masing. Demikian pula dengan PT. Bank Central Asia Tbk. Dalam upaya, mencapai visinya sebagai Payment Settlement Agency ( PSA ) dan sebagai Financial Intermediary, PT. Bank Central Asia Tbk akan term mengernbangkan delevery channelnya yaitu cabang dan electronic banking seperti ATM, Internet Banking dan Phone Banking dengan tetap menerapkan tata kelola perusahaan yang baik ( Good Corporate Governance ). PT. Bank Central Asia Tbk Cabang Blitar sebagai salah satu cabang dari PT. Bank Central Asia Tbk mempunyai visi ingin menjadi bank yang unggul dalam hal penghimpunan dana masyarakat, pelamparan kredit dan laba, dari seluruh bank-bank yang ada di Kabupaten dan Kotamadia Blitar dengan tetap berpegang pada visi yang diemban oleh PT. Bank Central Asia Tbk.

PT. Bank Central Asia Tbk Cabang Blitar didirikan pada tanggal 21 September 1989 sebagai Kantor Cabang Pembantu. Seiring dengan perkembangannya, pada tanggal 24 Desember 1992 statusnya berubah menjadi Kantor Cabang Utama, sampai dengan saat ini. PT. Bank Central Asia Tbk Cabang Blitar mengalami perkembangan yang cukup pesat Sampai dengan akhir Desember 2000 Total Assetnya, mencapai Rp. 225,7 milyard, jumlah Dana Pihak Ketiga yang berhasil dihimpun sebesar Rp. 220,1 milyard, jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp. 5,6 milyard, laba yang dihasilkan sebesar Rp. 4,9 milyard, sedangkan jumlah nasabahnya. sebanyak 32.170 nasabah.

Untuk mencapai visinya, PT. Bank Central Asia Tbk Cabang Blitar tentunya harus mempunyai fasilitas dan pelayanan yang dapat memuaskan para nasabahnya. Namun pada kenyataanya, pada saat ini PT. Bank Central Asia Tbk Cabang Blitar tidak memiliki gedung yang dapat memberikan rasa nyaman dan aman kepada para nasabahnya. Hal ini disebabkan pertama, banking hall yang ada tidak sesuai lagi dengan banyaknya jumlah nasabah yang antre. Kedua, tidak ada tempat parkir khusus bagi para nasabahnya. Untak membangun sebuah gedung yang nyaman dan representative tentunya diperlukan dana yang tidak sedikit dan memerlukan analisa investasi yang mendalam. Karena dana yang tertanam dalam investasi tersebut akan terikat dalam waktu yang cukup lama dan keuntungan yang diharapkan dari investasi tersebut baru dapat dinikmati dalam beberapa periode yang akan datang yang mengandung resiko dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan.

Atas dasar uraian tersebut diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang resiko dan beberapa aspek dalam penilaian investasi dengan mengambil judul "Analisa Investasi Jaringan Kantor Cabang”. Penelitian ini penulis lakukan pada PT. Bank Central Asia Tbk Cabang Blitar.

Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil Di Departenen Agama Kabupaten Nganjuk ... (64)


Tujuan penelitian adalah 1) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh kepemimpinan terhadap prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil di Departemen Agama Kabupaten Nganjuk. 2) Untuk mengetahui apakah pengkoordinasian paling dominan pengaruhnya terhadap prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil di Departemen Agama Kabupaten Nganjuk.
Populasi adalah semua Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Agama Kabupaten Nganjuk sebanyak 55 orang. Sedangkan yang digunakan sebagai sampel adalah 23 orang yang terdiri dari 1 orang Kasubag Tata Usaha, 4 orang Kepala Seksi, I orang PBUH, 3 orang Kepala Urusan, dan 14 orang Kepala Sub Seki.
Hipotesis yang diajukan adalah kepemimpinan berpengaruh positif terhadap prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil di Departemen Agama Kabupaten Nganjuk dan diduga pengkoordinasian berpengaruh paling dominan terhadap prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil di Departemen Agama Kabupaten Nganjuk.
Teknik analisa data untuk menguji hipotesis adalah uji regresi linier berganda dengan metode part analisis. Hasil analisis yang didapatkan : 1) Kepemimpinan berpengaruh positif terhadap prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil di Departemen Agama Kabupaten Nganjuk. Hal ini ditunjukkan dengan angka R ( Koefisien Determinasi ) rata - rata 0,814 yang berarti bahwa 81,4% prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil di Departemen Agama Kabupaten Nganjuk. Dipengarugi oleh faktor Kepemimpinan sedangkan sisanya 18,6% prestasi kerja tersebut dipengaruhi oleh faktor yng lain selain Kepemimpinan. 2) Pengkoordinasian paling dominan pengaruhnya terhadap prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil di Departemen Agama Kabupaten Nganjuk juga diterima. Hal ini disebabkan oleh indikator variabel kepemimpinan ( X4 atau pengkoordinasian) memiliki angka signifikansi paling kecil terhadap Y1, Y2, Y3, Y4, Y5 dan Y6 dibanding indikator lain dalam variabel kepemimpinan.
Kepemimpinan dan kondisi lingkungan kerja yang ada di Departemen Agama Kabupaten Nganjuk perlu tetap dipertahankan dan ditingkatkan agar prestasi kerja para Pegawai Negeri Sipil dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Strategi Pengembangan Rumah Sakit Umum Unit Swadana Daerah Gambiran Kediri Sebagai Persiapan Menuju Privatisasi ... (63)


Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal dalam pengembangan di Rumah Sakit Umum Unit Swadana Daerah Gambiran Kediri; 2) Menentukan strategi pengembangan Rumah Sakit Umum Unit Swadana Daerah Gambiran Kediri
Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan explanatory research dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara purposive sampling. Teknik pengambilan data yaitu dengan wawancara, dan dokumentasi. sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : strategi yang dilakukan dalam pengembangan rumah sakit umum unit swadana daerah gambiran Kediri adalah 1) Meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, 2) Meningkatkan pendapatan, 3) Perlunya dukungan dari Pemerintah Kota maupun Pemerintah pusat dalam bentuk penambahan modal dan peraturan perundangan, 4) Peningkatan peralatan kedokteran dan penunjangnya, demi memberikan pelayanan yang bermutu, 5) Peningkatan kerja sama antara rumah sakit di wilayah eks Karesidenan Kediri.


Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi Keberhasilan Industri Jasa Konstruksi di ... ....


RINGKASAN
Industri jasa konstruksi erat hubunganya dengan pembangunan secara fisik, merupakan sektor usaha yang strategis, ikut pula berperan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, mempunyai multiplinier effect yang besar sehingga mampu mendorong industri lainnya tumbuh. Diantaranya mendorong tumbuhnya industri material dan bangunan, peralatan konstruksi dan peralatan penunjang konstruksi lainnya. Kegiatan usaha jasa konstruksi berhubungan dengan proyek-proyek pemerintah maupun swasta yang didapatkan melalui tender yang dimenangkan. Keunikan yang didapat dari usaha jasa ini adalah lokasi yang berpindah-pindah tergantung atas permintaan pemberi proyek, selain itu tenaga kerja yang diperkerjakan selalu berganti-ganti dan umumnya berasal dari masyarakat yang berpendidikan rendah karena dalam menyelesaikan suatu proyek tidak terlalu dibutuhkan pekerja yang pandai tetapi pekerja yang dapat bekerja keras, ulet dan terampil. Saat ini banyak kontraktor-kontraktor tidak berada dalam satu spesifikasi bidang kerja tetapi bergerak dalam beberapa bidang jasa konstruksi yang dapat dikatakan mampu menghasilkan profit yang lebih tinggi daripada bidang kerja yang terspesifikasi. Bisnis jasa konstruksi ini dinilai sangat memberikan keuntungan bagi pengusaha jasa konstruksi.
Pada penelitian ini mengambil lokasi pada pengusaha yang berada di ... ..., jumlah responden yang diambil sebanyak 80 responden dan pengambilan sampelnya menggunakan teknik proposional sampling. Penelitian ini menggunakan beberapa analisis agar didapat hasil yang akurat yaitu analisis faktor, uji regresi berganda, uji t dan uji F untuk menguji hipotesis.
Pada analisis faktor didapat hasil bahwa dari 15 variabel yang diteliti terdapat 1 faktor yang tidak mencukupi syarat MSA (0.5) yaitu variabel aliansi dengan nilai MSAnya 0.451, sehingga untuk penganalisisan selanjutnya hanya ada 14 variabel bebas dan 3 variabel terikat. Setelah dilakukan uji tahap akhir pada anlisis faktor didapat 5 faktor umum yaitu produk, pesaing, pemasok, pemberi kerja dan harga.
Sedangkan hasil yang diperoleh pada uji regresi berganda adalah variabel-variabel yang diteliti secara parcial maupun secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan industri jasa konstruksi. Diketahui bahwa variabel yang paling dominan mempengaruhi variabel Y (keberhasilan industri jasa konstruksi) adalah variabel produk (X1) dengan nilai koefisien regresi sebesar 1.272, variabel dominan kedua adalah variabel Pesaing (X2) dengan nilai koefisien regresi sebesar 0.539, variabel dominan ketiga adalah variabel harga (X5) dengan nilai koefisien regresi sebesar 0.528, variabel dominan keempat yang mempengaruhi keberhasilan industri jasa kontruksi adalah variabel pemberi kerja (X­4) dengan nilai koefisien regresi sebesar 0.449, dan yang merupakan variabel dominan kelima yang mempengaruhi variabel Y (keberhasilan industri jasa konstruksi) adalah variabel pemasok (X3) dengan koefisien regresi sebesar 0.388.
Melalui uji F, diketahui bahwa variabel-variabel yang diteliti secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap keberhasilan industri jasa konstruksi di ... .... Hal ini ditunjukkan dengan nilai Fhitung>Ftabel (23,759>2,338) dan Sig F < 5% (0,000<0,05).
Melalui uji t diketahui bahwa :
Variabel X1 (Produk) memiliki nilai thitung sebesar 8,698 dengan probabilitas sebesar 0,000. Karena thitung>ttabel (8,698>1,993) atau sig t < 5% (0,000<0,05), maka secara parsial variabel X1 berpengaruh signifikan terhadap variabel Y (Keberhasilan industri jasa konstruksi).
- Variabel X2 (Pesaing) memiliki nilai thitung sebesar 3,689 dengan probabilitas sebesar 0,000. Karena thitung>ttabel (3,689>1,993) atau sig t < 5% (0,000<0,05) maka secara parsial variabel X2 berpengaruh signifikan terhadap variabel Y (keberhasilan industri jasa konstruksi).
- Variabel X3 (Pemasok) memiliki nilai thitung sebesar 2,657 dengan probabilitas sebesar 0,010. Karena thitung>ttabel (2,657>1,993) atau sig t < 5% (0,010<0,05) maka secara parsial variabel X3 berpengaruh signifikan terhadap variabel Y (keberhasilan industri jasa konstruksi).
- Variabel X4 (Pemberi Kerja) memiliki nilai thitung sebesar 3,072 dengan probabilitas sebesar 0,003. Karena thitung>ttabel (3,072>1,993) atau sig t < 5% (0,003<0,05) maka secara parsial variabel X4 berpengaruh signifikan terhadap variabel Y (keberhasilan industri jasa konstruksi)
Variabel X5 (Harga) memiliki nilai thitung sebesar 3,610 dengan probabilitas sebesar 0,001. Karena thitung>ttabel (3,610>1,993) atau sig t < 5% (0,001<0,05) maka secara parsial variabel X5 berpengaruh signifikan terhadap variabel Y (keberhasilan industri jasa konstruksi).

Analisis Variabel-Variabel Yang Berpengaruh Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja (Studi Pada Persero PT. Indra Karya Jakarta Dan Malang)... (61)


Karyawan organisasi adalah sumberdaya yang penting bagi suatu organisasi/perusahaan, oleh karena itu perlu dukungan untuk mencapai kinerja yang lebih baik dengan cara memotivasi dari dalam dirinya maupun dari luar dirinya sehingga menghasilkan apa yang diinginkan kedua pihak. Motivasi dan lingkungan kerja memainkan peranan penting dalam mendukung keberhasilan seseorang disamping variabel yang lain seperti kompensasi dan pengembangan karir. Artinya variabel tersebut antara satu dan lainnya mempunyai hubungan terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan.

Dengan demikian perusahaan perlu mengetahui kebutuhan karyawan dan berusaha menyiapkan kebutuhan-kebutuhan tersebut agar tidak mengganggu perjalanan perusahaan kedepan. Disamping itu karyawan juga perlu meningkatkan kinerja bukan berdasarkan pada tuntutan yang ditujukan kepada perusahaan saja melainkan juga terus mengembangkan diri dengan tetap memperhatikan kemampuan perusahaan.

Menurut Handoko (1993) suatu cara meningkatkan kinerja, motivasi dan kepuasan kerja karyawan adalah dengan memberikan kompensasi. Hal itu perlu diperhatikan, karena bagi karyawan kompensasi menjadi ukuran nilai hasil kerja atau prestasi mereka dan kondisi keluarga serta prestise mereka dalam masyarakat. Sedang bagi perusahaan pemberian kompensasi mencerminkan usaha perusahaan untuk mempertahankan karyawan agar tetap setia kepada perusahaan (Handoko, 1993).

Menurut Maslow (dalam Robbins, 1996), bahwa hirarki kebutuhan manusia mempunyai kebutuhan bertingkat yang mencakup kebutuhan fisik, keamanan, social, penghargaan dan aktualisasi diri. Untuk memenuhi keanekaragaman kebutuhan tersebut maka salah satu caranya dengan menjadi anggota sebuah organisasi. Suatu kenyataan yang tidak bisa disangkal, bahwa motivasi seseorang menjadi pegawai suatu perusahaan adalah untuk mencari nafkah yang pada dasarnya tertuju pada pemenuhan kebutuhan sebagai manusia.

Suatu organisasi dalam mewujudkan tujuannya diperlukan sumberdaya manusia (SDM), dan tumbuh kembangnya suatu organisasi tergantung dari sumberdaya manusianya. Oleh karenanya SDM harus diperhatikan dan selalu dicukupi kebutuhannya agar nantinya dapat meningkatkan efektifitas dan produktivitasnya. Seperti yang dikatakan Irwin (1981) bahwa manusia pada dasarnya memiliki energi psikologis, yang bila disalurkan akan dapat meningkatkan efektivitas organisasi yaitu memberikan kesempatan individu-individu untuk mewujudkan kebutuhannya.

Keberadaan organisasi dengan budaya, tradisi dan metode yang dimiliki diharapkan bisa menciptakan iklim yang kondusif dalam perusahaan atau organisasi dapat mempengaruhi motivasi, prestasi dan kepuasan kerja karyawan. Davis & Newstrom (1996), Allen (1999), mengatakan bahwa memberikan perhatian dan imbalan yang sesuai dengan apa yang dipersembahkan karyawan kepada perusahaan atau organisasi bersifat penting. Selanjutnya Allen mengatakan betapapun sempurnanya rencana organisasi dan pengawasan serta penelitiannya, jika mereka tidak dapat menjalankan tugasnya dengan minat dan perasaan gembira maka sesuatu perusahaan tidak bisa mencapai hasil yang sebenarnya dapat dicapai.

Kondisi lingkungan kerja dengan rasa kepuasan dalam perusahaan atau organisasi akan berpengaruh terhadap prestasi kerja (kinerja) karyawan, karena pada dasarnya prestasi kerja berkaitan dengan perilaku-perilaku atau tindakan-tindakan para pekerjanya. Demikian juga motivasi yang tinggi akan berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan dan prestasi kerjanya dan kompensasi langsung maupun tidak langsung bukan hanya penting untuk karyawan saja, melainkan juga penting bagi organisasi itu sendiri, karena program kompensasi adalah merupakan pencerminan agar organisasi itu dapat mempertahankan sumber daya manusianya dengan baik. Bila tidak mustahil organisasi akan kehilangan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi seperti yang disebutkan diatas.

Sebagai perusahaan BUMN yang cukup besar PT. Indra Karya mempunyai kemampuan yang cukup untuk bersaing dalam dengan perusahaan konsultan lain dengan mengandalkan professionalitas pegawainya dan juga kemampuan manajerial perusahaan.

Selama 3 tahun terakhir ini kinerja perusahaan sangat kurang mengembirakan, produksi perusahaan menurun yang walaupun masih belum merugikan tetapi sudah cukup membuat perusahaan harus mempertanyakan penyebab terjadinya penurunan produksi itu. Ada dua hal yang menjadi penyebab penurunan produksi PT. Indra Karya, yaitu penyebab internal dan penyebab eksternal. Kinerja karyawan harus ditingkatkan atau minimal dipertahankan dan kepuasan kerja karyawan harus bisa diperhatikan oleh perusahaan. Ada banyak hal yang mempengaruhi kinerja karyawan dan kepuasan kerja, karyawan bekerja dengan produktif atau tidak tergantung pada beberapa variabel seperti motivasi karyawan, kompensasi yang diterima, lingkungan kerja yang mendukung dan juga pengembangan karir ataupun variabel lainnya. Pemahaman terhadap variabel yang mempengaruhi kinerja maupun kepuasan kerja sangat penting, karena fungsi manajemen perusahaan adalah memahami bagaimana karyawan selalu berkinerja baik dan mendapatkan kepuasan kerja dimana ujung-ujungnya semuanya adalah untuk peningkatan produktivitas perusahaan.

Iklim kerja yang kondusif tentu saja membantu para karyawan untuk bekerja sama dalam mencapai tingkat produktivitas yang diinginkan oleh perusahaan, iklim kerja meliputi kondisi fisik maupun kondisi sosiopsikologis yang terdapat dalam suatu perusahaan dimana karyawan bekerja yang mempengaruhi kepuasan kerja dan kinerja karyawan (Oborne and Gruneberg dalam Riggio, 1990). Iklim kerja ini tidak hanya berupa peralatan-peralatan yang digunakan dalam bekerja tetapi juga hubungan yang tercipta ditempat kerja tersebut baik diantara karyawan maupun dengan pimpinan yang menjadi pengambil keputusan tentang masa depan perusahaan. Tujuan organisasi/perusahaan akan bisa dicapai apabila memperhatikan tujuan individu-individu yang berperan yakni memenuhi kebutuhan-kebutuhan individu-individu dalam hal : kebutuhan kualitas hidup, kebutuhan ketrampilan, kebutuhan kebanggaan, kebutuhan keamanan dan adanya penghargaan.

Berdasarkan hal-hal tersebut maka penulis menganggap perlu mengadakan penelitian dengan judul : Analisis Variabel Yang Berpengaruh terhadap kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan (Studi pada Persero PT. Indra Karya ). Karena banyaknya variabel yang berhubungan dengan kepuasan kerja dan kinerja, maka peneliti membatasi variabel yang dimaksud yaitu : Kompensasi kerja karyawan, Pengembangan karir karyawan, dan Lingkungan kerja kerja karyawan. Sasaran dalam penelitian ini adalah semua karyawan PT. Indra Karya.

Studi Tentang Kegiatan Bidang Ketentraman Dan Ketertiban Badan Ketertiban Dan Kesatuan Bangsa Di Kabupaten Magetan ... (60)


Salah satu fungsi utama penyelenggaraan pemerintahan, yang menjadi kewajiban aparatur pemerintah adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat atau pelayanan publik. Hal ini pemerintah dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dalam berbagai bidang. Salah satu tolok ukur penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good goverment) dapat di dilihat dari terselenggaranya kualitas pelayanan publik secara efektif dan efisien. Menurut Thoha sebagai mana dikutip oleh Soedarmayanti (2000:195) pelayanan publik didefinisikan sebagai “Usaha yang dilakukan oleh seorang atau kelompok orang atau instansi tertentu untuk memberikan bantuan dan kemudahan kepada masyarakat dalam rangka mencapai tujuan tertentu”.

Peraturan Perundangan Pemerintah Republik Indonesia telah memberikan landasan untuk penyelenggaraan pelayanan publik yang mendasarkan atas asas-asas umum pemerintaha yang bersih dan berwibawa. Yang tertuang dalam pasal 3 Undang-Undang No. 28 Tahun 1999, tentang penyelenggaraan Negara yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme menyebutkan yaitu: Asas Kepastian Hukum, Asas Tertib Penyelenggaraan Negara, Asas Kepentingan Umum, Asas Keterbukaan, Asas Proporsionalitas, Asas Profesionalitas, dan Asas Akuntabilitas mendasarkan pada peraturan perundangan tersebut diharapkan dapat tercipta suatu proses penyelenggaraan pemeritahan yang mengutamakan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi atau golongan .

Kebijakan untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan negara yang baik dalam prakteknya banyak menghadapi tantangan., Sidharta, Pohan dan Prastowo bahwa menyatakan sebagai berikut:
1. Setidaknya ada tiga masalah utama yang dihadapi oleh aparatur pemerintah kita, yaitu: rendahnya kualitas pelayanan publik yang dilaksanakan oleh sebagian aparatur pemerintah atau administrasi negara dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Kondisi ini karena, di dalam kerangka hukum administrasi positif Indonesia saat ini telah diatur tentang standar minimum kualitas pelayanan, namun kepatuhan terhadap standar minimum pelayanan publik tersebut masih belum termanifestasikan dengan pelaksanaan tugas aparatur pemerintahan.
2. Birokrasi yang panjang (red-tape bureaucracy) dan adanya tumpang tindih tugas dan kewenangan, yang menyebabkan penyelenggaraan layanan publik menjadi panjang dan melalui poses yang berbelit-belit, sehingga besar kemungkinan timbul ekonomi biaya tinggi, terjadinya penyalahgunaan wewenang, korupsi, kolusi dan nepotisme, perlakuan diskriminatif dan sebagainya.
3. Rendahnya pengawasan external dari masyarakat sosial control terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, serta prosedur penyampaian keluhan pengguna jasa pelanyanan publik .karena itu tidak cukup dirasakan adanya tekanan sosial yang memaksa penyelenggaraan pelanyanan publik harus meperbaiki kinerja mereka

Ketidak puasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah antara lain ditandai dengan masih adanya berbagai keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media massa, protes dari masyarakat, munculnya surat kaleng dan laporan dari institusi terkait sehingga dapat menimbulkan citra yang kurang baik terhadap aparatur pemerintah. Contoh nyata yang sering kita jumpai dilapangan bentuk jasa pelayanan publik yang dinilai masyarakat kurang memuaskan antara lain : pembayaran listrik, PDAM, telpon, parkir, pedagang kaki lima, transportasi ,pembayaran pajak kendaraan ber motor, segala pengurusan perijinan dan surat menyurat.

Selain kebutuhan yang bersifat material masyarakat juga memerlukan pelayanan dalam hal nonmaterial misalnya dalam bentuk jaminan keamanan, rasa nyaman, kondisi tertib dan lancar dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah sebagai salah satu bentuk pelayan publik. Apabila kita perhatikan seringkali berbagai macam bentuk ketidak tertiban masih saja terjadi disetiap kota bahkan menjadi permasalahan nasional. Seperti halnya permasalahan pedagang kaki lima yang ada di sepanjang tepi jalan daerah pertengahan kota, di tepi pasar dan di daerah wisata. Keberadaan mereka seringkali mengganggu, keindahan, kebersihan dan ketertiban umum yang dapat menimbulkan dampak kemacetan lalulintas dan keresahan bahkan seringkali membahayakan keselamatan pemakai jalan. Untuk mewujudkan ketertiban dan ketentraman peran Kantor Satuan Polisi Pamong Praja sebagai pelayan publik sangat dibutuhkan.

Kabupaten Magetan yang terkenal telaga sarangannya merupakan daerah wisata yang berkelas nasional bahkan internasional, juga mempunyai problem yang sama seperti kota-kota lain. Ketertiban juga menjadi masalah yang perlu medapatkan perhatian untuk mempertahankan citra Magetan dimata para wisatawan menjadi kota yang tertib, indah, rapi, aman dan nyaman sebagai sarana pendukung menarik para wisatawan berkunjung ke Magetan..

Menyikapi permasalahan tersebut diatas Bupati Magetan telah berupaya untuk menerbitkan peraturan sebagai dasar hukum Satuan Polisi Pamong Praja untuk menjalankan tugasnya dalam bentuk Surat Keputusan Bupati sebagai berikut.: Surat Keputusan Bupati Magetan No.26 tahun 2001 Bab II pasal 3 (1) yang mengemukakan bahwa Kantor Satuan Polisi Pamong Praja mempunyai tugas pokok melaksanakan tugas meliputi bidang Ketentraman dan Ketertiban, mengawasi ketaatan masyarakat terhadap Peraturan Daerah.. Dikabupaten Magetan Satuan Polisi Pamong Praja masuk dalam wadah Bidang Ketentraman dan Ketertiban Badan Ketertiban dan Kesatuan Bangsa (KESBANG) .

Dari hasil survey pendahuluan menunjukkan bahwa berbagai permasalahan ketertiban di Kabupaten Magetan mulai ber munculan misal di sepanjang Jl.Yos Sudarso, sekitar Pasar Sayur dan Pasar Baru, Jl. A.Yani, di Wilayah Kota setiap Kecamatan dan di wilayah wisata Telaga Sarangan bermunculan pedagang kaki lima yang keberadaannya sulit untuk diatur. Meskipun pihak pemerintah Kabupaten Magetan sudah berusaha menertibkan namun tetap saja mereka masih bertahan.

Keberadaan pedagang kaki lima yang semakin kurang teratur memang menimbulkan keresahan dan ketidak nyamanan bagi banyak pihak.hal ini sesuai dengan pendapat ‘’Kakansatpol PP Kabupaten Magetan menegaskan bahwa berbagai upaya pada dasarnya sudah berusaha ditempuh untuk menertibkan keberadaan para pedagang kaki lima, namun tetap saja hal itu, sulit diatasi’’ (Jawa pos, 05 Januari 2005) Menurut pihak Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Magetan kurangnya sarana dan prasarana merupakan salah satu penyebab keadaan ini tidak mudah untuk segera diatasi.

Dampak banyaknya permasalahan yang dihadapi Satuan Polisi Pamong Praja yang sedemikian komplek dan rumit merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pelayanan publik yang harus dilaksanakan dengan baik,. sering kali menjadi sorotan masyarakat yang dianggap kurang manusiawi, arogansi, tidak melindungi dan mengayomi masyarakat kecil bahkan dianggap kurang memuaskan dalam memberikan pelayanan publik.

Tingkat keberhasilan kualitas pelayanan publik aparat pemerintah dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain : factor internal, seperti perilaku kepemimpinan, kesejahteraan, kejelasan tugas dan tanggung jawab, prosedur kerja (petunjuk pelaksanaan tugas yang kurang terinci) atau juklak, kelengkapan sarana, dan prasarana. Sedangkan factor eksternal, yaitu antara lain persepsi masyarakat, dukungan masyarakat, sosial buya masyarakat, organisasi kemasyarakatan yang ada, dukungan institusi terkait, dan yang tidak kalah pentingnya adalah kemauan masyarakat untuk berubah untuk menuju yang lebih baik.

Dalam rangka menjalankan ketertiban dan ketenteraman masyarakat dalam melakukan kegiatan rutinnya kantor Satuan Polisi Pamong Praja sangatlah penting untuk diketahui, ditelaah, dikaji, dan dicermati. Hal ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik pada masa mendatang.

Atas dasar latar belakang tersebut diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap kegiatan yang telah dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Magetan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan public. Adapun penelitian ini mengangkat judul : “STUDI TENTANG KEGIATAN BIDANG KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN BADAN KETERTIBAN DAN KESATUAN BANGSA DI KABUPATEN MAGATAN”


Informasi Judul Koleksi Terbaru di
http://www.tesis-ilmiah.com/

Anda ingin download daftar judul tesis dan skripsi terbaru dan lengkap silahkan klik download

Dapatkan file lengkap dalam format ms-word (*.doc) Mulai Bab I s/d Bab V dan Daftar Pustaka , untuk judul tersebut diatas.

Semua itu anda bisa dapatkan secara Cuma-Cuma alias GRATISSSSSS.Anda hanya mengganti biaya pengetikan sebesar Rp. 125.000,- per judul (kecuali bidang pendidikan Rp. 250.000 atau klik disini dan teknik Rp. 150.000,- per judul) dan file-filenya akan kami kirimkan lengkap. (Mulai Bab I s/d Bab V dan Daftar Pustaka).

Caranya? Lakukan pemesanan via SMS dengan mengetik judul yang diinginkan, kirim ke nomor 081 334 852 850. atau ke e-mail tesis_skripsi@yahoo.com

Lakukan transfer jasa pengetikan via bank

Bank Mandiri
No. Rekening 144-00-1031019-8
a.n. Oskar Dedik Cristiawan

Bank BNI

No. Rekening 0182628639
a.n. Oskar Dedik Cristiawan

Bank BRI

No. Rekening 0051-01-072962-50-0
a.n. Oskar Dedik Cristiawan

bank BCA
No.Rekening 3180280374
a.n. Oskar Dedik Cristiawan

Tambahkan angka unik disetiap transfer, misalnya anda akan melakukan transfer Rp. 125.000 maka silahkan tambahkan angka unik dibelakang seperti menjadi Rp. 125.200.Angka unik ini kami gunakan sebagai identifikasi transfer yang anda lakukan. untuk menentukan angka unik terserah anda, tapi kami sarankan gunakan tiga angka terakhir nomor hp anda.

Setelah melakukan transfer, konfirmasikan via sms.

File-file akan kami kirimkan via e-mail LENGKAP, dan jika menghendaki pengiriman dilakukan dengan jasa pengiriman, maka ada penambahan ongkos kirim sebesar Rp. 30.000,-Jika anda ingin melihat judul-judul lain yang ada di database kami, kunjungi website kami:http://www.tesis-ilmiah.co.cc

silahkan lihat keterangan tentang CARA MENDAPATKAN FILE diatas.

Dapatkan informasi judul-judul manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen akuntansi, manajemen pendidikan LENGKAP hanya di http://www.ilmiahmanajemen.blogpsot.com/

Kunjungi juga web kami di
http://www.ilmiahpertanian.blogspot.com/
http://www.ilmiahekonomi.blogspot.com/
http://www.tesis-ilmiah.blogspot.com/
http://www.tesis-ilmiah.com/
http://www.ilmiahmanajemen.blogspot.com/

Koleksi Judul TERBARU
hanya di www.ilmiahilmu.blogspot.com

Informasi SKRIPSI LENGKAP hanya di
http://www.skripsi-ilmiah.blogspot.com/

Anda ingin download daftar judul tesis dan skripsi terbaru dan lengkap silahkan klik download